Analisa Saham

Membedah Saham CPIN Milik PT Charoen Pokphand

Profil Singkat Emiten

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) merupakan perusahaan bergerak di bidang agribisnis terutama unggas dan produksi telur. Selain itu, perusahaan dengan kode saham CPIN ini juga memproduksi anyaman dan alat-alat untuk unggas. Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1972 ini berkembang cukup pesat dengan membuka cabang di kota-kota besar di Indonesia.

Adapun produk-produk yang dihasilkan oleh CPIN meliputi pembibitan ayam, industri sayur dan buah-buahan beku, hingga kegiatan bisnis lainnya. Salah satu merek makanan olahan Fiesta dan Champ juga menjadi bagian dari perusahaan ini.

CPIN dibentuk dengan visi menyediakan pangan bagi dunia dan misi memproduksi serta menjual pakan maupun anak ayam usia tertentu yang berkualitas baik.

Saham CPIN pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Maret 1991 melalui Initial Public Offering (IPO) dengan total saham sebanyak 7.500.000 lembar saham dan harga Rp5.100 per lembar saham.

Di mana, kepemilikan saham sebesar 55,53 persen atau setara 91.063.854.410 lembar saham dipegang oleh PT Charoen Pokphand Indonesia.

Sementara 7.291.614.590 lembar saham dengan kepemilikan 44,47 persen dipegang oleh publik. Saham CPIN saat ini memiliki market cap sebesar 97,56 Miliar.

Kinerja Keuangan Berdasarkan Laporan Keuangan Terakhir

CPIN merupakan satu dari banyaknya perusahaan yang terkena dampak masa pandemi. Di sepanjang sembilan bulan pertama di tahun 2020, perusahaan dengan kode saham CPIN ini harus tertekan bisnisnya. Mengacu pada laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020, mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,28 triliun yang menurun 11,06 persen dari laba di periode sama tahun lalu sebesar Rp2,56 triliun.

Penurunan disebabkan penjualan bersih saham CPIN melemah 1,4 persen dari Rp43,89 triliun menjadi Rp43,28 triliun. Sektor pakan menjadi segmen yang berkontribusi besar dengan 46,26 persen yang turun 5,24 persen dari Rp21,13 triliun menjadi Rp20,02 triliun. Sementara untuk pos pendapatan mengalami koreksi yang paling banyak, di mana turun sebesar 9,23 persen menjadi Rp4,64 triliun dari Rp5,1 triliun.

Untungnya, beban pokok penjualan mengalami penyusutan ke angka Rp38,43 triliun dari Rp37,99 triliun. Sedangkan beban penjualan juga turun menjadi Rp919,29 miliar dari Rp937,76 miliar.

Adapun kinerja keuangan pada laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya:

Sementara untuk rasio keuangan dari saham CPIN di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

Dari perbandingan rasio keuangan, dapat disimpulkan bahwa bisnis CPIN melemah di tahun 2020 yang disebabkan oleh masa pandemi. Di mana, ROA dan ROE sedikit menurun yang menunjukkan kemampuan bisnis melemah dalam meraih laba di sepanjang tahun 2020.

Akan tetapi, hal tersebut tampak wajar karena efek masa pandemi yang berimbas ke semua bisnis dan penurunannya tidak terlampau jauh.

Riwayat Kinerja Keuangan

Performa keuangan saham CPIN dalam 5 tahun terakhir memang terus mengalami kenaikan dari sisi penjualan dan laba. Berikut kinerja keuangan CPIN yang dapat dilihat:

Dapat dilihat penjualan yang terus meningkat setiap tahunnya, hanya saja keuangan di tahun 2019 harus melemah.

Riwayat Pembagian Dividen Pemegang Saham

Saham CPIN selalu membagikan dividen di setiap tahunnya kepada para pemilik saham. Dalam 5 tahun terakhir jumlah dividen yang dibagikan mencapai berikut:

Pembagian dividen secara rutin ini menggambarkan kinerja keuangan yang baik bagi saham CPIN. Di man, setiap tahunnya laba yang didapat terus meningkat. Hanya saja di tahun 2020, laba yang dibagikan harus turun karena laba yang juga mengalami penurunan.

Prospek Bisnis CPIN

Walaupun masa pandemi menekan pendapatan CPIN di tahun 2020, namun hal tersebut tidak menjadi halangan perseroan untuk meningkatkan kegiatan bisnis di tahun 2021.

Hal ini diungkapkan oleh pihak CPIN melalui Tim Investor Relation Perseroan, bahwa 2021 menjadi tahun bagi CPIN untuk tetap fokus mengoptimalkan bisnis perusahaan meliputi bisnis utama yaitu pakan ternak, daging ayam olahan, DOC, hingga ayam pedaging

Hal tersebut berarti belum ada rencana bisnis baru yang dilakukan oleh perseroan. Di lain hal, CPIN masih membidik target pertumbuhan serta penjualan di tahun 2021. Di mana, optimistis produk-produk yang memiliki potensi ada pada penjualan produk utama tersebut. Sedangkan untuk anggaran belanja modal atau capex sendiri belum dapat diinformasikan jumlahnya.

Jika melihat di tahun 2020, maka besar kemungkinan capex yang disiapkan oleh CPIN mencapai Rp1,5 triliun

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Untuk kinerja saham CPIN, tampaknya tengah menurun dalam seminggu terakhir. Hal ini bisa dilihat dari PER dan PBV saham CPIN yang berada di level 32,08 kali dan 4.43 kali. Walaupun begitu, saham ini layak untuk dipilih sebagai emiten yang memiliki kinerja keuangan baik serta prospek bisnis yang menjanjikan di masa mendatang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait