Analisa Saham

Harga Saham Lagi Diskon, Ini Potensi Cuan Saham SIDO

Profil Singkat Emiten

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) merupakan perusahaan dengan brand jamu. Brand jamu kebanggaan Indonesia ini terkenal dengan nama Sido Muncul. Perusahaan ini berdiri lewat adanya keinginan sepasang suami istri, Siem Thiam Hie (Rakhmat Sulistio) bersama istrinya, Sri Agustina.

Saat itu, keduanya menjalankan usaha dengan mulai membuka Melkrey. Ini merupakan usaha pemerahan susu yang ada di Ambarawa dan merupakan usaha yang terhitung besar. Akan tetapi, usaha ini harus tutup secara terpaksa sebagai imbas dari perang Malese pada 1928 yang melanda dunia.

Keduanya pun sempat pindah ke Solo pada tahun 1930. Pada masa inilah perjalanan perusahaan Sido Muncul dimulai.

Singkatnya perusahaan ini terus berkembang, hingga pada 2000 memiliki pabrik besar sendiri. Pabrik ini memiliki luas sekitar 30 hektare. Pabrik ini pun diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia.

Selain itu, Sido Muncul memperoleh dua sertifikat, di antaranya, sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang setara dengan farmasi. Melalui adanya sertifikat inilah yang telah menjadikan Sido Muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu dengan standar farmasi.

Kemudian, pada tahun antara 2011-2012,merupakan prediksi tahun di mana perusahaan melakukan ekspor produk Sido Muncul ke luar negeri.

Akhirnya pada tahun 2013, Sido Muncul melakukan aksi Go Public. Sekaligus menjadi perusahaan terbuka bernama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk dengan kode saham SIDO.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Dari laporan keuangan saham SIDO per Desember 2020, menunjukkan kinerja keuangan yang mengalami peningkatan. Perusahaan seperti tidak terdampak oleh pandemi. Justru aset SIDO dapat tumbuh, mencapai 9,06% YoY.

Selain itu, kinerja laba bersih saham SIDO pun dapat tetap dijaga naik dari periode 31 Desember 2019. Berikut ini laporan kinerja laba SIDO (dalam jutaan rupiah):

SIDO mampu membukukan laba di atas Rp934 miliar, dengan laba yang tumbuh tinggi sebesar 15,6% YoY. Selanjutnya mari kita bahas dulu rasio-rasio umum dan margin keuangan SIDO. Berikut ini datanya:

Dari rasio-rasio tersebut menunjukkan bahwa kondisi bisnis SIDO dalam kondisi sehat. ROA dan ROE dari perusahaan ini pada Q4 2020 bahkan menunjukkan peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan keuntungan bisnis sepanjang 2020.

Meskipun saat ini tengah pandemi covid-19, hal ini memperlihatkan sektor farmasi memiliki peluang bisnis yang besar. Mengingat sektor ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat selama pandemi untuk menjaga kesehatan dan keamanan diri dari penyakit dan virus Covid-19.

Selanjutnya, untuk GPM perusahaan meningkat tipis sebesar 55,13% ini berarti perusahaan SIDO masih dalam upaya efisiensi perusahaan dengan menekan harga pokok penjualannya. Atau dikenal juga dengan istilah beban pokok penjualan. Sehingga menghasilkan margin laba kotor di angka 55,13% dari total penjualan yang diperoleh perusahaan.

Adapun indikatornya, semakin tinggi nilai GPM yang diperoleh sebuah perusahaan berarti perusahaan semakin efisien dan baik dalam mengelola kegiatan operasionalnya. Tentunya hal ini dilakukan dalam upaya memperoleh keuntungan bagi perusahaan.

Adapun untuk NPM, perusahaan tumbuh di angka 28,00%. Angka ini merepresentasikan rasio keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan SIDO terhadap total penjualan produk-produknya per 31 Desember 2020. Angka ini berarti memperlihatkan perusahaan sudah mampu memberikan keuntungan yang tumbuh bagi perusahaan dan investor.

Angka perolehan NPM ini sudah terhitung tinggi. Sebagai informasi, nilai margin laba bersih dengan presentasi di atas 10% yang dianggap sangat baik. Sehingga NPM SIDO ini menunjukkan tingkat keuntungan dengan persentase yang besar.

Terkait dengan Debt Equity Ratio (DER) berada di level 19,49%. Ini menunjukkan perusahaan tidak menggunakan utang dalam jumlah besar untuk menjalankan operasional perusahaan.

Rasio DER ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Dengan DER berada di level 26,67% di mana angka ini menandakan perusahaan tidak bergantung pada utang. Pasalnya perusahaan yang sehat keuangannya ditunjukan dengan rasio DER di bawah angka 1 atau di bawah 100%.

Riwayat Kinerja

Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Kinerja unggul perusahaan sudah relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Berikut ini rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/ CAGR) sejumlah komponen kinerja SIDO periode 2017 hingga 2020:

Tingkat pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir mencerminkan solidnya bisnis SIDO ditambah kemampuan perusahaan dalam bertahan selama pandemi cukup membuktikan kuatnya strategi bisnis perusahaan farmasi ini.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Saham SIDO termasuk emiten yang tiap tahun membagi dividennya. Hal tersebut memang benar. Berikut adalah besaran pembayaran dividen SIDO tiga tahun terakhir:

SIDO terlihat konsisten membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya tiap tahun dengan nilai yang terus meningkat. Hal ini menjadi nilai tambah karena tidak banyak emiten secara konsisten mampu terus untuk membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya.

Untuk tahun 2020, meski pandemi pada semester 1/2020 perusahaan sudah bisa memberikan dividen. Hal ini menjadikan saham SIDO tetap bisa menjadi pilihan untuk investor jangka panjang yang ingin menikmati pendapatan rutin dari dividen tiap tahun, tanpa perlu menjual kepemilikan sahamnya.

Prospek Bisnis SIDO

Emiten farmasi, SIDO menyatakan kesiapan diri untuk merealisasikan sejumlah ekspansi bisnis yang tertunda pada 2020 dan dilanjutkan pada 2021. Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengungkapkan perseroan optimistis bisa membukukan pertumbuhan kinerja yang lebih baik pada tahun ini dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin. Ditambah adanya rencana ekspansi yang akan direalisasi perseroan.

Pihaknya tengah mempersiapkan beberapa strategi guna menunjang pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Strategi tersebut di antaranya, melakukan pengembangan pasar ekspor. Pengembangan ini di luar negara yang telah menjadi tujuan perusahaan sebelumnya. Selain itu, mempersiapkan produk herbal baru berupa minuman maupun suplemen. 

Perusahaan juga akan mengaktifkan bisnis unit ekstraksi untuk business to business atau B2B. Perseroan mengatakan adanya potensi pendapatan di tengah pandemi ini masih akan ditopang oleh penjualan dari produk herbal. Berupa jamu atau obat herbal, suplemen, hingga berbagai minuman yang berbasis herbal.

Tak hanya itu, SIDO akan menambah fasilitas produksi untuk proses distilasi di unit ekstraksi termasuk pada sebagian dialokasikan untuk maintenance capex. David menjelaskan. Untuk sumber pendanaan capex seluruhnya berasal dari kas internal perseroan.

Di sisi lain, David juga melihat peluang penghematan beban. Hal ini sebagai imbas dari tren pelemahan dolar Amerika Serikat dalam beberapa perdagangan terakhir dan diprediksi bertahan hingga tahun 2021 ini.

Harga Saham (Kesimpulan)

Berdasarkan data PER dan PBV SIDO ini tergolong harga sahamnya sedang murah atau terdiskon. Hal ini bisa dilihat dari data RTI per 19 Februari. Saham SIDO memiliki PER 25,70 kali dan PBV 7,455 kali.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan saham lain di sektor farmasi dan kesehatan ada KAEF dengan PER 414,34 dan PBV 3,02 kali. Kemudian ada KLBF dengan PER 27,48 kali dan PBV 4,36.

Sehingga kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli saham SIDO ini. Hal ini bisa dilihat dari kinerja keuangannya secara umum serta prospek bisnisnya. Utamanya di masa pandemi ini. 

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait