Rahasia Sukes Saham Sido di Industri Farmasi

Rahasia Sukes Saham Sido di Industri Farmasi
Rahasia Sukes Saham Sido di Industri Farmasi

Persaingan di bidang industri jamu semakin ketat, terbukti beberapa perusahaan sudah mulai berguguran dan salah satunya adalah Nyonya Meneer. Namun, Sido Muncul tetap bisa bertahan dan jadi perusahaan jamu tradisional serta farmasi yang paling lama di Indonesia. Bahkan produk herbal dan jamunya mampu mendominasi pangsa pasar farmasi dan didukung dengan market share yang luas. Kemudian nilai saham SIDO sempat ada dalam tren bearish di kisaran level 400 hingga 500an sejak tahun 2015 sampai jelang tahun 2017 silam. Di tahun 2018 lalu, harga saham SIDO kembali menguat dengan nilai tertinggi di angka 900-1000an. Melihat peningkatan nilai sahamnya tersebut membuktikan bahwa Sido Muncul bisa survive dan terus berkembang.

Sido Muncul mengawali bisnisnya dari industri rumahan tahun 1930an di Jogjakarta oleh Ny. Rahkmat Sulistio. Pada 1940 pertama kalinya kemunculan jamu racikan godogan yang terkenal dengan nama “Tolak Angin”. Kemudian tahun 1951, bisnis rumahan tersebut berkembang menjadi perusahaan besar dan ternama di Indonesia yang ditandai berdirinya pabrik jamu di Semarang bernama “Sido Muncul” yang artinya impian terwujud.

Namun, pada tahun 2013 Sido Muncul akhirnya melepas sahamnya untuk pertama kali sebesar Rp1,5 miliar lembar saham. Sementara nilai IPO-nya mencapai Rp870 miliar dengan kode saham SIDO. Hampir 80 tahun berdiri, SIDO masih terus eksis di persaingan industri jamu dan farmasi yang semakin ketat. Beberapa hal yang jadi kunci suksesnya antara lain:

Manajemen Diisi Orang-Orang Muda

Dalam beberapa dekade terakhir posisi strategis dalam manajemen SIDO telah berganti dengan orang-orang muda berusia 40-50 tahun. Strategi ini terbilang berhasil karena mereka masih dalam usia produktif dan enerjik.

Inovasi Produk Jamu Tradisional.

Kegiatan bisnis SIDO dalam menjual jamu herbal sudah didukung platform belanja online. Hal ini membantu memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk SIDO dan juga produk lain dari perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan Sido Muncul. Seperti jamu herbal, makanan dan minuman, serta produk farmasi.

Aktif Melakukan Ekspansi

SIDO terus mengembangkan sayap bisnisnya dengan produk terbarunya yakni jamu herbal berbentuk soft gel. Inovasi ini untuk memenuhi kebutuhan pasar khususnya generasi millenial. SIDO juga terus menjajaki peluang baru mengekspor ke pasar ASEAN dan juga Afrika. Bahkan sampai saat ini produk-produk Sido Muncul telah dipasarkan di lebih dari 16 negara dunia.

Neraca Keuangan SIDO

Dari kinerja keuangannya cukup sehat karena rata-rata pendapatan SIDO secara konsisten cenderung meningkat tiap tahunnya. SIDO selalu alami pertumbuhan dari Rp2,2 triliun di tahun 2011 naik mencapai Rp2,8 triliun (Annualized) pada 2019 ini. Laba bersihnya pun berjalan sesuai dengan meningkatnya Operating Cash Flow sehingga arus kas SIDO alami pertumbuhan yang positif.

Saham SIDO di Angka 1000-an

Secara fundamental, SIDO bisa dibilang cukup baik. Dalam 1.5 tahun ke belakang, nilai saham SIDO meningkat dari 440-an kini di angka 1000-an dengan valuasi PER 18.0x dan PBV 4.8x. Maka, SIDO tidak dapat dikatakan lagi undervalued. Apabila Anda sudah memiliki saham SIDO di angka 400-500an, saham SIDO masih bisa terus hold dan dapat dijadikan untuk investasi jangka panjang. Namun, bagi yang tertarik untuk membeli, bisa menunggu sampai saham SIDO terkoreksi di kisaran minimal 700-800an.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait