Saham

Mengulik Saham BEST; Berpotensi Jadi Saham Pemenang

Mengulik Saham BEST yang Berpotensi Jadi Saham Pemenang yang Meriahkan Portfolio

Ajaib.co.id. Emiten dalam sektor properti selalu menarik untuk dimiliki karena prospeknya dianggap terus menjanjikan. Jika ingin bergabung dalam industri yang jarang dilirik investor pemula, bisa memiliki saham BEST dari emiten Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. Harga saham ini juga masih terjangkau dibandingkan pemain lainnya di sektor yang serupa.

Belakangan industri properti memang sedang melemah namun dengan arah pembangunan fisik pemerintah yang terus digenjot, rasanya sektor ini sanga menjanjikan keuntungan. Apalagi dengan penyelesaian Omnibus Law Cipta Kerja yang akan memberikan dampak besar dalam dunia industri. Misalnya saja mewujudkan penyederhanaan izin, kemudahan proses ketenagakerjaan, hingga proses dari satu pintu.

Permintaan lahan industri selama ini memang masih terbatas sehingga kinerja perusahaan ini masih melemah. Hanya saja, bukan berarti kondisi ini akan terus bertahan karena tren dipercaya akan membaik di masa mendatang dengan iklim investasi yang terus ditingkatkan. Tak ada salahnya kamu mengambil momen seperti ini untuk bisa membeli saham dengan harga terjangkau namun potensial.

Mau Jadi Investor Properti? Bisa Pilih Saham BEST

PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) adalah salah satu pengembang dan operator kawasan industri terkemuka di Indonesia. Sejak 2017 BEST mentransformasi nama PT Bekasi Fajar Industrial Estate menjadi BeFa Industrial Estate. Hal ini mensinyalkan kegiatan usaha perusahaan tak lagi sebatas Bekasi, melainkan berkembang ke seluruh Indonesia.

Bagaimana kinerja saham best dan potensi pertumbuhannya ke depan? Potensialkah nilai saham ini di bursa saham khususnya bagi investor pemula sepertimu?

Fluktuasi Harga Sahamnya

Saham BEST sudah aktif di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2012. Harga sahamnya pernah mencapai harga 760an di tahun 2014 akhir. Namun kejatuhan penjualan lahan industri di 2015-2016 menjadikan harga sahamnya turun ekstrim hingga ke 140an di akhir tahun 2018.

Memasuki 2019, harga saham BEST meningkat hingga dua kali lipat berkisar Rp296 per lembar saham. Peningkatan tersebut sempat bertahan selama 6 bulan kemudian. Sayangnya kemudian periode tahun 2019 sampai awal tahun 2020 diwarnai dengan pelemahan saham BEST.

Harga saham BEST pada penutupan perdagangan Senin, 23 Maret 2020 mencapai angka Rp93 per lembar saham. Capaian ini resmi menetapkan harga ini sebagai rekor terendah sejak initial public offering (IPO) perusahaan ini pada 10 April 2012 silam. Harga saham BEST bisa dikatakan longsor karena berbagai faktor mulai dari melemahnya industri ini sampai dengan sentimen negarif yang sedang terjadi di pasar modal.

Bursa saham secara global memang sedang dihantam krisis global dengan adanya pandemik Virus Corona alias Covid-19. Dikutip dari pemberitaan CNN Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk hingga 5,0 persen ke posisi 3.985 atau rekor terendah sejak 2016.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan terpaksa harus menghentikan perdagangan karena situasi ini. Hanya segelintir saham yang berhasil menguat meski tipis dan ratusan emiten lainnya mengalami pelemahan termasuk pula saham BEST.

Kinerja Terbaik

Jika melihat kinerja BEST di 2018, berdasarkan Laporan Keuangan 2108, perusahaan memang mencatatkan penurunan pendapatan, meski tidak signifikan. Pendapatan BEST sebesar Rp1,0 triliun di 2017, turun sekitar -4% menjadi 962 miliar di 2018. Pemicunya adalah kontribusi penurunan segmen penjualan lahan industri, yang merupakan kontributor terbesar bagi BEST. Tercatat total penjualan lahannya pada tahun 2017 adalah Rp904 miliar, dan di 2018 turun sekitar -4,2% menjadi Rp828 miliar.

Namun, pendapatannya pada tahun 2018 ditopang oleh segmen bisnis pendukung lain seperti pendapatan dari maintenance fee dan service charges, serta segmen bisnis hotel Enso, yang mulai beroperasi sejak 2017. Sayangnya karena kontribusinya masih relatif kecil, tidak mampu langsung mengcover pendapatan BEST. Sejumlah perusahaan besar yang menopang pendapatan BEST di 2018 adalah PT Daiwa House Indonesia, PT Ultrajaya Milk Industry (ULTJ) dan PT Oriental Asahi.

Sebagai konsekuensi dari penurunan pendapatan BEST di 2018, Gross Profit juga turun sekitar -4,0% dari Rp 720 miliar di 2017 Rp 691 miliar di 2018. Begitu juga halnya laba bersih dari 483 miliar di 2017, turun -12,6% menjadi Rp 422 miliar di 2018. Adanya faktor penundaan pencatatan mengakibatkan penjualan lahan sebesar 2 hektar di akhir 2018 yang sebenarnya berpotensi berkontribusi kepada pendapatan perusahaan ini sebesar 60 miliar belum tercerminkan.

Haruskah Saham BEST Terus Mengalami Undervalue?

Secara valuasi, emiten ini pada harga 290an saat ini dihargai pada PER 6,7x dan PBV 0,7x. Untuk Perusahaan dengan ROE 10%, maka harga saham BEST memang masih dikategorikan undervalued. Apalagi jika dibandingkan dengan history check, saham ini pernah diperdagangkan di kisaran harga 750an pada 2014 yang mencerminkan valuasi PER 18,0x dan PBV 2,5x.

Hal ini membuktikan jika perusahaan ini mampu mencapai kinerja terbaik dengan kondisi yang juga mendukung. Walaupun secara valuasi masih murah, investor perlu mewaspadai risiko saham ini. Sebagai penyedia lahan industri, kinerjanya juga sangat bergantung pada situasi ekonomi. 

Bagaimana Potensinya di Masa Depan?

Walaupun saham ini tidak kebal risiko akibat situasi perlambatan ekonomi global belakangan ini, neraca keuangan BEST tergolong sangat baik meski profitabilitas belum mengalami peningkatan. Terutama dari segi likuiditasnya yang jauh meningkat seiring kenaikan asset lancarnya, dan penurunan utang jangka pendek.

Seorang investor saham berpengalaman pasti sudah bisa menyimpulkan, bahwa perlambatan rebound nilai saham BEST disebabkan oleh faktor eksternal melesunya perekonomian dunia, bukan kinerja perusahaan. Dengan harapan akan ditemukannya obat penyembuh virus Corona, diharapkan bisa mengerek kembali kinerja pasar saham.

Tentu saja kegiatan perekonomian yang sempat lesu bisa bergairah kembali sehingga pasar modal juga kembali berderap. Emiten ini juga bisa memberikan keuntungan dengan kinerja yang membaik dengan kembalinya dunia pada mode biasanya. Semoga BEST bisa membuktikan kepada dunia usaha bahwa it’s still one of the best coorporation in Indonesia!

Jadi, buat kamu yang mau membantu perusahaan terus berkembang? Ayo investasi saham BEST sekarang di Ajaib.co.id.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait