Ajaib

Pengertian Indeks Saham dan Keuntungan Investasinya

Indeks Saham
Indeks Saham

Ajaib.co.id – Tahukah kamu kalau kumpulan dari saham-saham dapat diperjualbelikan? Menilik lebih jauh, Bursa Efek Indonesia (BEI) memang bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menerbitkan kumpulan dari portofolio saham yang memiliki bobotnya masing-masing yang disebut dengan indeks saham.

Berbagai pihak mengelompokkan jenis-jenis saham ini berdasarkan emiten dengan likuiditas saham tertinggi, kapitalisasi pasar terbesar, pemberian dividen terbesar, bagian dari perusahaan BUMN, dan lain sebagainya. Sementara, semua emiten yang berdaftar di BEI sendiri akrab kita kenal sebagai Indeks Harga Saham Gabungn (IHSG).

Dikutip dari situs resmi Indonesian Stock Exchange, pengertian indeks saham mencerminkan pergerakan harga dari sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metode tertentu yang dievaluasi secara berkala untuk tujuan mengukur sentimen pasar, benchmark untuk portofolio aktif hingga produk investasi pasif untuk reksa dana indeks dan exchange trade fund (ETF).

Nah, sebenarnya berapa banyak indeks saham yang resmi diakui oleh self-regulatory organization (SRO) seperti BEI? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Mengenal Berbagai Indeks Saham

Saat ini, BEI memiliki 37 indeks saham. Salah satu yang paling terkenal adalah IHSG yang merupakan indeks pengukur kinerja seluruh saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan BEI.

Di sisi lain, BEI juga memiliki indeks yang juga tak kalah populer seperti LQ45 yang merupakan indeks pengukur kinerja 45 konstituen saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar tertinggi yang didukung oleh kinerja fundamental perusahaan yang baik dan kemudian dikerucutkan menjadi indeks IDX30 yang hanya berisikan kumpulan dari 30 saham untuk kategori yang sama.

BEI juga memiliki indeks IDX BUMN20 yang mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan BUMN, BUMD, dan afiliasinya dan IDX High Dividen 20 yang mengukur 20 saham yang membagikan dividen tunai dengan imbal hasil tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Investor juga diberi opsi indeks yang mengukur kinerja saham-saham yang sesuai dengan kriteria syariah yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70) dan Jakarta Islamic Index (JII).

BEI juga bekerjasama dengan beberapa media seperti Kompas untuk menerbitkan indeks KOMPAS100, Bisnis Indonesia dengan menerbitkan indeks Bisnis-27, MNC Group untuk menerbitkan MNC36, Investor Daily dengan indeks Investor33, juga indeks infobank15 yang diterbitkan majalah Infobank.

Selain media, BEI juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk menerbitkan indeks SMInfra18 yang mengukur kinerja konstituen sektor infrastruktur, serta penunjang serta pembiayaannya.

Ada juga indeks Sri-Kehati, indeks yang bekerjasama dengan Yayasan KEHATI untuk mengukur kinerja konstituen emiten yang memiliki usaha yang berkelanjutan termasuk sadar akan lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan atau ESG.

Disamping itu, BEI juga memiliki menggelompokkan konstituen saham berdasarkan sektornya seperti sektor keuangan, pertambangan, konsumer, infrastruktur, properti dan lain-lain.

Pergerakan indeks ini dapat dilihat secara harian, mingguan, bulanan, triwulanan dan tahunan melalui website resmi BEI yakni https://www.idx.co.id/data-pasar/laporan-statistik/statistik/.

Menganalisa Indeks Saham

Nah, setelah kamu mengetahui tentang pengertian indeks saham dan pengelompokkannya, ada baiknya kamu juga mengetahui implementasinya terhadap pergerakan saham. Di aplikasi Ajaib, kamu bisa melihat dan menganalisa sendiri pergerakan berbagai macam indeks seperti Indeks LQ45, IDX30, hingga indeks sektoral.

Kamu bisa mengakses indeks sektoral melalui aplikasi Ajaib dengan memilih fitur ‘Cari’, lalu pilih ‘Saham’ dan scroll hingga mendapati daftar paling bawah bertuliskan ‘Sektor Saham’.

Berdasarkan data yang dihimpun pada penutupan perdagangan sesi pertama pada Selasa 23 Februari 2021, indeks sektor infrastruktur yang memiliki 81 saham bergerak menguat 2,63%, paling tinggi diantara sektor-sektor lainnya yang terdaftar di BEI.

Kenaikan saham indeks sektor infrastruktur juga diikuti dengan indeks sektor aneka industri yang meningkat 0,67%, dan indeks sektor industri dasar yang menguat 0,6% jika dibandingkan penutupan perdagangan pada Senin 22 Februari 2021.

Sementara itu, indeks sektor perdagangan tercatat paling terperosok hingga penutupan perdagangan sesi pertama. Indeks sektor perdagangan melemah 0,66% diikuti dengan indeks sektor properti dengan penurunan sebesar 0,63% jika dibandingkan dengan level perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, kamu bisa mengakses pergerakan indeks selain sektoral dengan mengakses fitur ‘Cari’, lalu pilih ‘Indeks’ dan scroll hingga mendapati indeks yang ingin kamu analisa.

Dari data perdagangan sesi pertama pada Selasa 23 Februari 2021, dapat dilihat bahwa indeks JII yang terdiri dari 25 anggota konstituen mencatatkan level kenaikan sebesar 0,97% ke level 635,6.

Menilik Reksa Dana Indeks

Untuk meminimalisir risiko yang terjadi saat melakukan transaksi saham, banyak investor akhirnya beralih menempatkan uangnya ke produk reksa dana berbasis indeks saham yang sudah terukur pertumbuhannya per tahun. Namun, pamornya memang tidak lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana yang berbasis obligasi dan pasar uang.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Infovesta utama melalui laman data https://www.infovesta.com/index2/rdindeks terlihat bahwa hingga 23 Februari 2021, hampir semua jenis reksa dana berbasis indeks mencatatkan pelemahan. Hal ini diakibatkan kinerja benchmark indeks yang juga ikut melorot akibat pelemahan IHSG setelah January Effect.

Namun, hal ini bukan berarti reksa dana indeks tidak memiliki proyeksi yang positif, ya. Dikutip dari Kontan, Head of Economics Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan bahwa minat investor terhadap reksadana indeks memang cukup meningkat tercermin dari data dana kelolaan reksa dana berbasis indeks yang mengalami peningkatan pada bulan Januari. Data menunjukkan bahwa meskipun asset under management (AUM) reksa dana saham menurun, namun AUM reksa dana indeks meningkat.

Ia berpendapat bahwa reksa dana indeks memang memiliki daya tarik sendiri bagi investor termasuk profil risikonya yang tidak terlalu agresif dan mudah diukur dibandingkan dengan reksa dana saham yang bisa saja mengalami penurunan saat indeks komposit menguat dikarenakan proporsi portofolio sahamnya yang berbeda-beda.

Nah, aplikasi investasi Ajaib juga menawarkan reksa dana berbasis indeks loh. Buruan cek reksa dana dari manajer investasi mana yang sesuai dengan profil risiko kamu. Jangan lupa juga perhitungkan expense ratio dengan menganalisa fund fact sheet untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal, ya.

Artikel Terkait