Analisa Saham, Saham

Bedah Saham ENRG: Berhasil Mencatatkan Keuntungan di 2020

Ajaib.co.id – Siapa yang tidak kenal Group Bakrie, grup usaha yang menjadi pengendali beberapa emiten yang terdaftar di BEI. Tahun 2007 disebut-sebut sebagai puncak kejayaan bisnis Group Bakrie di pasar modal dan dikenal dengan nama Brothers 7 (B7). Salah satu saham yang merupakan anggota dari B7 adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Perusahaan dengan kode saham ENRG ini bergerak di bidang minyak dan gas bumi, mulai dari eksplorasi, pengembangan hingga produksi.

Melalui anak perusahaannya PT EMP Tonga, PT EMP Energi, EMP Energy Ltd, dan EMP Holdings Singapore Pte Ltd.,  ENRG memiliki area operasi di sejumlah blok minyak dan gas di Indonesia dan Mozambik, meliputi Blok Bentu PSC, Blok Kangean PSC, Blok Korinci PSC, Blok Offshore North West Java, Blok Malacca Strait, Blok Bentui, Blok Korinci Baru, Blok Buzi, Blok Sungai Gelam, Blok Gebang hingga Blok PSC Tonga.

Perusahan milik Aburizal Bakrie tersebut berdiri sejak 2001 dan tercatat di BEI pada tahun 2004 pada Papan Pengembangan di harga IPO Rp160. Kini, bersama saham-saham B7 lainnya, saham ENRG menjadi penghuni ‘saham gocap’. Jumlah saham beredar mili ENRG mencapai 10 miliar lembar saham dengan kepemilikan terbesar dipegang publik sebanyak 60,2%, kemudian PT Valbury Sekuritas Indonesia dengan 13,5%, 9,6% milik Greenwich International Ltd., 8,6% UBS AG SG S/A Reignwood Inter Investment, dan kepemilikan PT Eternal Capital sebesar 7,8%.

Meskipun masuk sebagai jajaran saham gocap yang dikenal memiliki tingkat likuiditas yang rendah sehingga banyak investor jangka panjang yang menghindarinya. Bagaimana dengan fundamental saham ENRG. Mari kita bedah bersama-sama.

Kinerja Keuangan 

Emiten yang merupakan anak perusahaan dari PT Bakrie & Brothers ini tercatat membukukan kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang 9M2020, terlebih di tengah pandemi COVID-19, di mana hampir semua perusahaan dari berbagai sektor mengalami penurunan kinerja. Saham ENRG tercatat menghasilkan laba bersih sebesar US$42,03 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$11,88 juta atau meroket 253%. 

Kenaikan laba bersih ini beriringan dengan naiknya penjualan bersih sepanjang 9 bulan 2020 yang ikut naik sebesar 24% dari US$191,99 juta menjadi US$239 juta. Penjualan saham ENRG masih didominasi gas bumi sebesar US$218 juta diikuti penjualan minyak mentah sebesar US$41,34 juta.

Beban pokok penjualan perusahaan sampai dengan Q3 2020 juga ikut naik menjadi ke level US$135,78 juta, yang sebelumnya sebelumnya berada di angka US$116,52 juta. Naiknya beban pokok penjualan memicu kenaikan laba bruto menjadi sebesar US$103,44 juta dari periode sebelumnya US$75,46 juta.

Cemerlangnya kinerja saham ENRG sepanjang 9 bulan 2020 berdampak pada pos keuangannya. ENRG mencatatkan kenaikan aset sebesar 18% dari periode sebelumnya di US$752 juta menjadi US$889 juta. Ekuitas perusahaan pun juga ikut naik sangat signifikan dari US$93 juta ke US$202 juta. Sementara, pada pos liabilitas ENRG tercatat naik tipis 4% dari US$686 juta ke US$658 juta secara yoy.

Komponen LabaSeptember 2019 ($ Juta)September 2020($ Juta)
Pendapatan 191239
Laba Bersih11,0942,03
Beban Penjualan116135
Aset752889
Ekuitas93202
Liabilitas686658

Kinerja perusahaan yang baik ditambah posisi keuangan yang stabil merupakan indikator perusahaan yang sehat. Namun, masih ada beberapa indikator yang perlu menjadi pertimbangan investor untuk memutuskan berinvestasi di saham ENRG. Selanjutnya, kita akan mengamati rasio-rasio keuangan umum saham energi tersebut. 

RasioSeptember 2019September 2020
ROA5,61%1,69%
ROE8,96%2,81%
NPM6,19%17,58%
GPM39,31%43,21%
OPM33%38%
DER7.033.39

Sepanjang 9 bulan 2020, tampak saham ENRG mampu menghasilkan keuntungan terhadap pendapatan, tampak pada rasio profitabilitasnya yang tinggi jika dibandingkan beberapa perusahaan di industri yang sama. ROA dan ROE ENRG yang naiknya paling signifikan, bahkan lebih dari 200%, sementara rasio margin yang berfungsi mengukur kemampuan perusahaan mengubah penjualan menjadi keuntungan juga ikut naik. Dari ketiga rasio margin yang naik, NPM ENRG yang paling terlihat menonjol karena naik sekitar 13%. 

dI balik tingginya rasio profitabilitas saham ENRG, ternyata terdapat angka DER yang cukup tinggi. Pada 9M2019 tercatat DER perusahaan berada di angka 7 kali atau kurang lebih 700%-an. Angka ini melebihi angka ideal DER perusahaan sehat yaitu di <2.Namun di 9M2020, ENRG berhasil memangkas DER yang sangat tinggi tersebut sebesar 365% menjadi 3.39 kali.

Di bagian selanjutnya, kita akan melihat pertumbuhan kinerja keuangan saham ENRG selama 4 tahun terakhir. 

Riwayat Kinerja

KomponenCAGR 2017-2020
Laba Bersih-1,.4%
Pendapatan-0.2%
Total Aset0.03%

Tingkat pertumbuhan dalam 4 tahun terakhir mencerminkan pertumbuhan ENRG yang lambat. Dari semua pos, pertumbuhannya rata-rata di bawah 1%, bahkan laba pertumbuhan laba bersihnya -1,4% selama periode 2017 – 2020. Angka pertumbuhan yang lambat ini bisa menjadi pertimbangan investor untuk sebelum memutuskan membeli saham ENRG.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Jika ditanya saham apa yang paling dibenci investor fundamentalis jangka panjang, maka jawabannya adalah saham yang tidak pernah membagikan dividen setidaknya 3 tahun terakhir. Ini artinya, saham ENRG masuk ke jajaran saham tersebut, pasalnya sejak tercatat melantai di bursa tahun 2004 hingga sekarang tidak pernah membagikan dividen. Meskipun kinerjanya di tahun ini cemerlang, investor kurang tertarik dengan emiten yang tidak pernah membagikan dividen.

Prospek Bisnis ENRG

4 tahun terakhir terakhir adalah tahun penuh tantangan dalam industri minyak dan gas. Meskipun begitu, masih ada prospek di masa depan bagi bisnis ENRG. Dalam beberapa dekade ke depan, minyak dan gas masih menjadi kebutuhan dasar dan harganya masih diprediksi stabil dibandingkan batu bara dan CPO.

Selain peluang di global, peluang di Indonesia juga masih terbuka lebar. ENRG masih akan menjadi pemasok kebutuhan minyak dan gas di Indonesia Timur, mengingat masih tingginya kebutuhan domestik  Tata niaga gas di Indonesia juga bisa menjadi peluang karena cukup berbeda dibandingkan negara lain. ENRG bisa menjual gas di harga yang tidak berhubungan langsung dengan harga gas global, sehingga peluang penjualan gas menjadi salah satu harapan bagi bisnis ENRG.

Perusahaan juga tengah bersiap mengumpulkan dana tambahan dari aksi korporasi right issue senilai Rp1,82 triliun yang nantinya akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan. US$43,4 juta akan digunakan untuk mengakuisisi 25% kepemilikan EMP. Inc dari Kinross International Group Ltd. Setelah transaksi ini, ENRG akan meningkatkan kepemilikannya di Blok Kangean PSC yang sebelumnya 50% menjadi 75%. Sepanjang 2020, Kangean berkontribusi sebesar 48% terhadap total produksi minyak dan gas ENRG. Produksi rata-rata di Kangean mencapai 185 juta standar kaki kubik per hari.

Kedua, US$43,9 juta akan digunakan untuk membayar utang ke kreditur guna mengurangi beban bunga, memperkuat likuiditas, dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Terakhir, dana right issue US$42,25 juta akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja aset-aset perusahaan yang sudah beroperasi, termasuk termasuk pengembangan aset migas di Blok Buzi, Mozambik. Sejauh ini, blok tersebut telah menunjukkan perkembangan yang menarik, ENRG juga telah mengebor dua sumur yang rencananya selesai pada semester II 2021 dan diharapkan bisa beroperasi di tahun 2024.

Kesimpulan

Data RTI per 19 Februari mencatat nilai PER ENRG berada di angka 1.40 kali, sementara PBV nya 0.26 kali. Ini mengindikasikan harga saham ENRG dihargai sangat murah, Perusahaan ini juga mencetak kinerja yang cukup memuaskan sepanjang 9M2020. Jika kinerja saham ENRG bisa melanjutkan kinerja positifnya, ini bisa menjadi sentimen positif untuk harga sahamnya. Jika kamu adalah long term investor yang tertarik saham siklikal, kondisi keuangannya belum stabil tapi punya peluang pertumbuhan, maka ENRG bisa menjadi pertimbangan.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait