Saham

Harga Saham BEKS Makin Berdarah di Tengah Gejolak Pasar

harga saham beks

Ajaib.co.id Saham BEKS merupakan salah satu saham yang sering luput dari pandangan banyak investor. Tidak banyak yang menaruh perhatian terhadap harga saham BEKS. Terlebih di tengah isu virus Corona ini. Harga saham BEKS sepertinya makin  jarang diperhatikan karena sebelumnya harga saham BEKS ini memang termurah di Indonesia, yaitu hanya Rp50.

Sejarah Saham BEKS

Bila dirunut, awalnya BEKS merupakan milik dari Bank Pundhi. Setelah diakuisisi melalui PT Banten Global Development pada 2016, BEKS sekarang ini adalah Bank Pembangunan Daerah Banten. Ketika dipegang oleh Bank Pundhi, memang tidak banyak investor yang tertarik dengan saham ini karena histori keuangannya terus menerus merugi dari beberapa tahun terakhir.

Setelah dipegang oleh pemerintah Banten, sebenarnya saham ini memiliki secercah harapan cerah. Banyak spekulan yang memprediksi jika saham BEKS adalah salah satu yang paling potensial untuk menjadi saham turnaround. Sayangnya, sampai hari ini, harga saham BEKS masih juga hanya Rp50.

Setiap Tahun Mengalami Kerugian

Spekulasi hanya menjadi spekulasi tanpa hasil yang menyenangkan. Nyatanya kerugian bersih yang dicatat oleh saham BEKS milik Bank Banten itu terus melonjak tiap tahunnya. Pada tahun 2017, kerugian saham BEKS mencapai Rp76,28 miliar. Selang setahun setelahnya, di tahun 2018, tercatat saham BEKS mengalami rugi bersih hingga Rp100 miliar.

Mengapa Kerugian bersih ini bisa terjadi? Hal yang paling berkontribusi banyak adalah masifnya kredit macet yang tidak dapat terselesaikan dengan baik. Alasannya, bisa jadi Bank Banten tidak dapat bersaing dengan bank-bank lain yang juga memiliki fokus pada produk serupa. Karenanya, tanpa inovasi, bank Banten diprediksi akan terus menerus merugi.

Konstannya kerugian yang dibuat oleh bank Banten membuat banyak investor takut dan ragu untuk membeli saham BEKS. Logikanya sederhana, bila keuangannya merugi terus-menerus, bagaimana keuntungan bisa dikantungi oleh investor?

Sejatinya, investor-investor yang menanam modal pastinya ingin mendapatkan keuntungan berlipat dari apa yang ia tanam. Sementara, Bank Banten baru bisa melakukan pembagian keuntungan terhadap para pemegang saham jika laba bersih bisa mereka raih.

Oleh karenanya, untuk investor pemula yang masih belajar saham, jangan cepat tergiur dengan harga saham yang murah seperti harga saham BEKS ini. Pasalnya, meskipun harga saham ini menggiurkan, belum tentu harga saham ini bisa naik dan mendatangkan keuntungan.

Adakah Secercah Harapan untuk Saham BEKS?

Meskipun memiliki histori yang tidak baik, bukan berarti saham BEKS tidak bisa membaik. Apalagi, Bank Banten diketahui akan melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). HMETD atau rights issue ini tentunya memungkinkan saham BEKS menjadi saham turnaround. Perlu dicatat, rencana ini bisa berjalan setelah Bank Banten menerima suntikan dana dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Provisinsi Banten sekitar Rp300 miliar.

Pertaruhan Nasib Saham BEKS pada Rights issue

Berdasarkan data yang didapatkan KataData, di akhir Januari 2020, Bank Banten memang telah menyiapkan rights issue atau Hak Memesan Efek Terlabih Dahulu (HMETD).

Meskipun di tengah isu Corona, Fahmi Bagus Mahesa Selaku Direktur Utama Bank Banten menuturkan jika Rights issue akan tetap dilaksanakan pada akhir bulan Maret 2020. Dijelaskan juga, Bank Banten yang menyerahkan persyaratan registrasi yang dibutuhkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dari Prospektus yang diterbikan, nampaknya PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) memiliki rencana untuk menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 400 miliar saham seri-C. Walaupun sebelumnya masih belum diungkapkan, tetapi menurut KataData yang menghubungi langsung Fahmi Bagus Mahesa mengatakan jika nominal saham tersebut akan senilai Rp3 per saham.

Menurut laporan CNBC Indonesia, aktivitas yang dilakukan oleh Bank Banten ini menjadi salah satu  rights issue atau HMETD dengan jumlah saham terbanyak yang diterbitkan. Sejalan dengan itu, rights issue ini juga menjadi salah satu rights issue terendah yang pernah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Setelah aktivitas ini, tentunya porsi kepemilikan saham PT Bank banten Global Development tidak berubah, yakni sekitar 51% dengan publik sekitar 49%. Meskipun begitu, pastinya akan ada yang berubah di dalam komposisi jenis saham.

Rincinannya, Bank Banten Memegang saham Seri B sebesar 7,05% dan saham Seri C 43,96%. Sedangkan, investor publik memegang saham seri A sebanyak 2,23% dengan saham seri B senilai 4,45% dan seri C sebesar 42,23%. Bila berjalan lancar, setidaknya Bank Banten bisa mendapat suntikan dana hingga Rp1,2 triliun.

Jika memang ingin menghadirkan sesuatu yang bersifat inovatif dan memperbaiki saluran kredit, maka dana inilah jawaban dari Bank Banten. Apabila semua bisa berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin saham ini benar-benar menjadi saham turnaround. Jadi, apa kamu akan menaruh harapan di saham BEKS?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.\

Artikel Terkait