Analisa Saham, Saham

Saham AGRO: Mempersiapkan Produk Perbankan Digital

Sumber: BRI Agro

Ajaib.co.id – Sejak pertengahan 2020, saham AGRO menunjukkan kenaikannya. Selain itu, perseroan juga telah mempersiapkan produk perbankan digital.

Sebelum bernama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), perseroan adalah Bank Agroniaga yang berdiri pada 27 September 1989 memulai kegiatan usaha komersial setahun kemudian.

Pada 2011, BRI mengakuisisi Bank Agroniaga. Setahun kemudian, nama bank menjadi Bank Rakyat Indonesia Agroniaga atau BRI Agro. Bank menjalankan kegiatan perbankan yang fokus utama di sektor agribisnis.

Sebelum diakuisisi oleh BRI, bank telah menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 08 Agustus 2003 dengan kode saham AGRO. Data dari laman IDX per 31 Januari 2019, saham AGRO dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. sebanyak 87,98%, Dana Pensiun Perkebunan dengan porsi 6,39%, dan publik sebesar 5,63%.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Dari laman AGRO, berikut ini laporan keuangan perseroan untuk periode kuartal III-2019 dan kuartal III-2020:

Komponen LabaQ3 2019Q3 2020
Pendapatan BungaRp1,51 triliunRp1,47 triliun
Beban BungaRp1 triliunRp1 triliun
Pendapatan Bersih BungaRp510,9 miliarRp463,2 miliar
CKPN-Rp833,7 miliar-Rp1,19 triliun
Laba BersihRp15,2 miliarRp25,4 miliar

Pada kuartal III-2020, perseroan mampu membukukan laba bersih. Meskipun angka cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) mengalami kenaikan (minus). Pada kuartal III-2019, CKPN perseroan datang dari pos kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah. Kuartal III-2020, pos kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah melonjak menjadi -Rp1,18 triliun, surat berharga -Rp1,2 miliar, dan lainnya -Rp61 juta.

RasioQ3 2019Q3 2020
ROA0,14%0,20%
ROE0,46%0,82%
NIM3,06%2,39%
LDR93,33%86,56%
BOPO98,80%97,76%
CAR24,40%22,60%
NPL Gross7,51%7,24%
NPL Net4,86%3,29%

ROA dan ROE AGRO mengalami peningkatan. Karena perseroan mampu menaikkan laba bersih dan menekan BOPO. Meski rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio, CAR) menurun, tetapi kredit macet (non performing loan, NPL) pun turun.

Riwayat Kinerja AGRO

Bagaimana riwayat kinerja AGRO selama lima tahun terakhir? Cek data di bawah ini:

Komponen2015 2016201720182019
Pendapatan BungaRp786,7 miliarRp965 miliarRp1,25 triliunRp1,66 triliunRp2,05 triliun
Beban BungaRp430,9 miliarRp543,4 miliarRp748,9 miliarRp987,7 miliarRp1,36 triliun
Laba BersihRp80,4 miliarRp103 miliarRp140,4 miliarRp204 miliarRp51 miliar
Dana Pihak KetigaRp6,86 triliunRp9,2 triliunRp12,4 triliunRp18,06 triliunRp21,14 triliun
KreditRp6,04 triliunRp8,17 triliunRp10,98 triliunRp15,67 triliunRp19,36 triliun
Total AsetRp8,3 triliunRp11,3 triliunRp16,3 triliunRp23,3 triliunRp27 triliun

Kinerja BRI Agroniaga memperlihatkan pertumbuhannya dalam lima tahun ini. Meski demikian laba bersih periode 2019 menurun 75% dibanding 2018. Namun hal itu diimbangi dengan naiknya pendapatan bunga dari Rp1,66 triliun menjadi Rp2,05 triliun.

Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Sejak tercatat di BEI, emiten AGRO baru memberikan lima kali dividen kepada pemegang sahamnya. Dividen pertama terjadi pada 2013 atau setelah 10 tahun melantai di bursa, perseroan membagikan dividen Rp1,38 per saham. Dividen terakhir senilai Rp40,8 untuk tahun buku 2018.

TahunDividen per Saham
2013Rp1,38
2014Rp0,82
2015Rp1,36
2017Rp2,98
2018Rp40,8

Prospek Bisnis AGRO

Bisnis perbankan memiliki peluang besar di dunia digital saat ini. Peluang tersebut dilirik oleh pemilik saham AGRO. BRI Agroniaga siap melebarkan sayap dengan produk perbankan digital.

Sejak tahun lalu, perseroan mempersiapkan transformasi bank digital, CNBCIndonesia.com (22/02/2021). Namun perubahan ke ranah digital akan dilakukan bertahap hingga 2023. Hal tersebut untuk memperluas basis bisnis perseroan.

Direktur Operasional dan Keuangan BRI Agroniaga Arif Wicaksana menjelaskan perseroan tetap fokus pada bisnis agri. Namun layanan digital akan dikembangkan. Untuk itu, perseroan tengah menyiapkan infrastruktur, sumber daya manusia, target pasar, hingga produk perbankan digital yang akan ditawarkan kepada nasabah.

Tahun ini, perseroan siap menggelontorkan belanja modal untuk kebutuhan informasi dan teknologi senilai Rp3,5 triliun. Perseroan juga menyiapkan dana sekitar Rp5 triliun untuk aksi korporasi strategis serta akuisisi perusahaan baru.

Sebelumnya, BRI Agroniaga menjalin kerjasama dengan Tanihub untuk program Indonesia Tani, Kontan.co.id (06/01/2021). Tujuan program tersebut untuk mempermudah akses pembiayaan bagi petani, akses penjualan produksi dan pertanian, serta memperbaiki rantai pasokan pada industri pertanian dengan pendekatan digital.

Kesimpulan

Dalam kinerja perusahaan, AGRO memiliki kondisi keuangan yang baik. Hanya saja kinerja 2020 mengalami penurunan, akibat dampak pandemi COVID-19.

Meski demikian industri perbankan memiliki masa depan yang panjang dan mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi. Seperti adaptasi sistem manual ke digital. Data dari IDX per Januari 2019, PER dan PBV saham AGRO masing-masing 32,16 kali dan 1,63 kali.

Untuk perbandingan, BBRI memiliki PER dan PBV masing-masing 14,53 kali dan 2,54 kali. Hal tersebut menunjukkan bahwa PER BBRI lebih murah daripada AGRO, tetapi PBV AGRO lebih mahal dibanding BBRI.

Namun investor jangan hanya berpaku pada PER dan PBV saja. Karena untuk emiten dengan harga saham yang cenderung, PER dan PBV bukan indikator satu-satunya yang menyatakan saham murah atau mahal. Investor juga wajib mengetahui pendapatan, laba bersih, dividen, hingga aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten.

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait