Jual 5 Jalan Tol, Bagaimana Prospek Saham Waskita?

saham-waskita
saham-waskita
Highway bridges

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) bakal melakukan divestasi (pengurangan aset) lima jalan tol di semester II 2019. Rencana divestasi kelima tol tersebut sudah masuk dalam tahap uji tuntas atau due dilligence, sedangkan dua tol lainnya masih dalam tahap mengantongi izin pemegang saham. Lalu, apa kabar dengan saham Waskita?

Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan mengatakan, rencana tersebut sudah dibesut sejak dua tahun lalu, namun baru dilakukan sekarang ini. Ada dua investor yang berminat untuk mengakuisisi kelima tol tersebut.

Hingga saat ini, Waskita Karya belum menyebutkan lima tol yang bakal dilepas dalam waktu dekat ini. Tetapi, kesembilan jalan tol yang telah mengantongi izin untuk didivestasi adalah Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pasuruan-Probolinggo, Tol Semarang-Banten, Tol Solo-Ngawi, Tol Ngawi-Kertosono, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), dan dua jalan tol lainnya berada di Sumatera.

Para investor di pasar bursa pun ikut memberikan respons yang berpengaruh terhadap pergerakan saham Waskita. Pada 20 Agustus 2019 lalu, saham Waskita naik hingga ke level Rp1.865 per saham, di mana pada penutupan perdagangan, harga saham WSKT berada di posisi Rp1.845 per saham.

Hingga Juni 2019, realisasi kontrak baru Waskita Beton hanya mencapai Rp3,29 triliun atau 31,7% dari targetnya sebesar Rp10,35 triliun. Harga saham WIKA pada perdagangan Senin (2/9/2019) lalu, mengalami penurunan 9,5% ke level Rp2.000.

Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya dan Fauzan Djamal melihat, penurunan harga merupakan peluang yang baik untuk mengumpulkan saham emiten konstruksi BUMN tersebut.

WIKA sendiri berencana untuk menjual 6.018.500 saham treasuri. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 0,07% dari saham yang beredar. Saham treasuri dibeli pada 2013 dengan biaya Rp1.700 per saham.

Menurut OJK, sebuah perusahaan diizinkan untuk menyimpan saham treasuri selama enam tahun. Maka dari itu, WIKA harus menjual saham treasuri pada 2019.

Hingga Agustus 2019, WIKA telah memperoleh kontrak baru sekitar Rp 19 triliun hingga Rp 20 triliun, mencapai sekitar 31,5% dari target tahun 2019 sebesar Rp 61,74 triliun.

RHB Sekuritas menargetkan saham Waskita mencapai Rp 2.900. dengan proyeksi price earning ratio (PER) sebesar 13,5 kali pada 2019 ini dan 12,4 kali pada 2020 mendatang.

PT Waskita Toll Road masih membutuhkan tambahan modal hingga akhir 2019 untuk membiayai sejumlah proyek jalan tol dan operasional anak usaha.

Pada Agustus 2019, Waskita mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 1,19 triliun dari Waskita Karya. Penambahan modal tersebut meningkatkan porsi kepemilikan Waskita Karya dari yang semula 79,88 persen menjadi 80,56 persen. Porsi tersebut setara 12,83 juta lembar saham WTR senilai Rp 12,83 triliun.

Saat ini, WTR memiliki konsesi di jalan tol di 18 ruas dengan porsi kepemilikan bervariasi. Panjang keseluruhan dari konsesi yang dimiliki mencapai 1.015 kilometer. Dari jumlah tersebut, per Juni 2019, jalan tol sepanjang 529 kilometer atau separuh dari portofolio WTR yang beroperasi.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait