Dua Perbedaan Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah

Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Syariah

Selintas seperti tiada perbedaan sistem ekonomi konvensional dan syariah. Namun jika dipahami lebih dalam terdapat perbedaan yang signifikan dengan prinsip dasarnya.

Secara umum, sistem ekonomi syariah adalah sistem di mana kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi sumber daya diatur oleh prinsip-prinsip Islam. Prinsip-prinsip ini berasal dari ajaran Al-Quran, sunnah atau tradisi Nabi.

Sistem ekonomi konvensional, di sisi lain, tidak dibimbing oleh prinsip agama atau yang diilhami secara ilahi. Sebaliknya, sistem ini berasal dari teori yang dikembangkan oleh para sarjana Barat seperti Joseph Schumpeter, Max Weber, dan Adam Smith.

Ini merupakan perbedaan mendasar yang mendasar antara kedua sistem yang kemudian memengaruhi cara beroperasi perseorangan atau kelompoknya dan sasaran ekonomi yang dituju.

Secara singkat inilah perbedaan sistem ekonomi konvensional dan syariah.

1. Dasar Filosofi

Islam sebagai agama, mengajarkan cara hidup dan memberikan panduan tentang bagaimana umat Islam melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk transaksi dan kegiatan ekonomi lainnya. Terkait dengan ini adalah cara masyarakat menginterpretasikan dan memecahkan kebutuhan dan masalah ekonomi manusia.

Islam telah menetapkan beberapa standar tentang bagaimana sistem ekonomi harus diorganisir, yang didasarkan pada keadilan dan kesetaraan.

Keadilan tidak dapat dicapai tanpa mempertimbangkan efek dari tindakan atau tindakan tertentu terhadap masyarakat. Karena itu Islam membimbing dan mendorong manusia untuk menjadi tidak egois di mana tujuan hidup tidak hanya tentang keuntungan pribadi.

Ini bertentangan dengan sistem ekonomi konvensional yang memprioritaskan kepentingan pribadi daripada kepentingan publik. Dalam teori “tangan tak terlihat” Adam Smith, asumsinya adalah bahwa ekonomi pasar bebas berfungsi dengan baik ketika semua orang bekerja untuk kepentingannya sendiri.

Dalam sistem ekonomi Islam, pembangunan sosial dan ekonomi seperti dua cabang dari pohon yang sama yang perlu tumbuh setara. Sistem ekonomi Islam berorientasi pada falah manusia (kemenangan) dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam praktiknya. Ini akan mewujudkan kesejahteraan sosial yang mengarah pada keadilan.

Sedangkan dalam teori ekonomi konvensional, pembangunan sosial bersifat sekunder atau kebetulan. Ini dicontohkan oleh deskripsi Adam Smith tentang tangan tak terlihat yang merupakan manfaat sosial yang tidak disengaja dari tindakan individu yang mementingkan diri sendiri.

2. Prinsip-Prinsip Pembiayaan

Ekonomi Islam didasarkan pada wahyu Allah. Seperti Islam pada umumnya, ia memiliki dua sumber absolut, yaitu Quran dan sunnah. Sedangkan ekonomi konvensional tidak memiliki referensi ketika memecahkan masalah ekonomi.

Perbedaan referensi ini dengan ekonomi konvensional mempengaruhi tujuan mereka yang berbeda. Al-Quran adalah referensi utama dalam semua sendi kehidupan umat Islam, termasuk dalam kehidupan bertransaksi atau ekonomi. Apa yang mungkin dan mungkin tidak dilakukan mengacu pada sumber utama ini, ditambah dengan ijtihad para ahli hukum dan ulama.

Dalam sistem ekonomi Islam terdapat sistem keuangan yang memfasilitasi alokasi sumber daya seperti barang fisik dan sumber daya keuangan. Dalam mengalokasikan sumber daya ini, sistem Islam menekankan pada kegiatan yang mendasarinya yang harus nyata dan produktif.

Ini tidak seperti sistem keuangan konvensional di mana harga sumber daya keuangan atau suku bunga adalah fokus dari setiap kegiatan pembiayaan.

Dalam sistem ekonomi dan keuangan Islam, pertumbuhan kekayaan harus disertai dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan produktif. Ini tidak bisa menjadi pertumbuhan kekayaan semata, seperti bagaimana sistem keuangan konvensional sebagian besar didasarkan pada.

Ketika kita berbicara tentang pembiayaan dalam ekonomi Islam, beberapa aturan harus diterapkan sehingga pergantian ekonomi yang terjadi tidak menciptakan tirani dan merugikan pihak lain.

Seperti larangan MAGHRIB (maysir, gharar, dan riba); seharusnya tidak ada aspek spekulasi atau perjudian, ketidakjelasan, dan transaksi riba. Termasuk tidak mengkonsumsi barang-barang dengan sia-sia, seperti dalam QS An Nisa [4]: ​​161 “Dan [untuk] mereka mengambil riba sementara mereka telah dilarang darinya, dan mereka memakan kekayaan rakyat secara tidak adil,” dan dalam Surat Al Baqarah [ 2]: 275 bahwa, “Allah membenarkan pembelian dan penjualan dan melarang riba.”

Demikian secara singkat dua pemaparan mendasar perbedaan ekonomi konvensional dan syariah.

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait