Saham

Beli Saham Sebelum Stock Split Apakah Menguntungkan?

beli saham sebelum stock split

Ajaib.co.idStock split adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh perusahaan untuk memecah nilai nominal harga saham yang dikeluarkannya. Hal ini terjadi ketika harga saham itu begitu tinggi sehingga untuk mendapatkan lebih banyak investor untuk memilikinya, dilakukanlah stock split. Lalu, sebaiknya kita beli saham sebelum stock split atau setelahnya?

Sebelum membicarakan tentang itu sebaiknya kamu mengerti terlebih dahulu tentang stock split.

Pengertian Tentang Stock Split Secara Sederhana

Stock split adalah hal lumrah yang sering terjadi di dunia pasar modal karena merupakan salah satu strategi untuk mendatangkan para investor dan trader. Ada juga alasan-alasan lain yang mempengaruhi mengapa sebuah saham nilainya harus segera dipecah. Lalu, sebenarnya bagaimana cara kerja stock split itu? Kamu bisa mengetahui praktiknya secara sederhana dengan contoh berikut ini.

Misalnya, kamu ingin berbelanja di pasar dengan membawa uang Rp50.000. Namun, ketika akan berbelanja pedagang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kembalian yang cukup.

Akhirnya kamu mendatangi pedagang lain untuk menukar uang dengan pecahan Rp10.000. Sekarang kamu memiliki uang Rp10.000 sebanyak 5 lembar. Lembar uangmu jadi tambah banyak, tapi jumlahnya tetap sama Rp50.000. Kamu pun jadi lebih leluasa berbelanja.

Ilustrasi di atas sama halnya dengan stock split. Harga saham yang mengalami stock split akan jauh lebih murah, tapi jumlah lembar sahamnya jadi jauh lebih banyak karena adanya pemecahan nilai.

Perusahaan yang Melakukan Stock Split Biasanya Akan Menarik Perhatian

Harga saham yang tinggi biasanya menandakan bahwa saham tersebut diminati oleh banyak investor. Itu artinya permintaan pada saham tersebut sangat tinggi. Selain itu memiliki saham mereka menjadi jaminan kepada investor untuk mendapatkan dividen yang diimpikan karena biasanya emiten dengan harga saham yang tinggi punya kinerja yang bagus di berbagai aspek

Namun, harga saham yang tinggi tidak selalu bagus karena bisa juga terlalu mahal bagi para investor. Hanya beberapa kalangan tertentu yang membelinya, dan hal itu ditakutkan membuat saham tersebut jadi sepi peminat. Sementara itu tidak mungkin juga menunggu sampai harga sahamnya anjlok karena malah akan membuat kinerja perusahaan memburuk.

Untuk itulah perusahaan melakukan stock split agar harga saham dapat lebih banyak diincar oleh investor. Hal ini biasanya memang berhasil. Saham yang melakukan stock split akan lebih menarik perhatian investor. Mereka akan berbondong-bondong membeli saham tersebut setelah stock split. Hal ini umumnya terjadi di hari pertama.

Beli saham sebelum stock split bisa saja dilakukan, tapi rasanya momennya kurang tepat karena akan lebih menguntungkan apabila kamu membelinya ketika harganya benar-benar turun. Jika kamu beli saham sebelum stock split, kamu hanya bisa mampu membeli beberapa lembar saham. Lain halnya ketika kamu membeli saham setelah stock split. Jumlah lembar saham yang kamu beli pun akan jauh lebih banyak.

Stock Split Harus Disetujui oleh Para Pemegang Saham

Sebelum akan melakukan stock split¸ emiten biasanya mengadakan rapat umum pemegang saham terlebih dahulu untuk merealisasikan rencana mereka ini. Melakukan stock split memang harus ada persetujuan dulu dari para pemegang saham itu. Mereka juga akan membahas berapa rasio yang diberlakukan pada harga saham.

Rasio ini adalah berapa perbandingan yang menjadi patokan harga saham dipecah, misalnya rasionya adalah 1:5 dengan harga saham awal Rp40.000. Rencana harga saham setelah stock split didapatkan sebanyak Rp.8.000. Ketika semua rencana itu sudah disepakati, barulah perusahaan akan mengumumkan rencana stock split itu.

Rencana stock split biasanya akan diumumkan agar diketahui oleh para investor. Saat ini memecah nilai saham adalah hal lumrah yang dilakukan ketika harga saham terlalu tinggi. Hal tersebut tidak hanya untuk menarik perhatian investor, tapi juga bisa mendatangkan lebih banyak modal untuk perusahaan. Modal tersebut bisa digunakan untuk keperluan perusahaan lain, seperti ekspansi yang lebih besar.

Perusahaan di Indonesia yang cukup sering melakukan stock split adalah Unilever dengan kode saham UNVR.

Stock Split Bisa Jadi Disarankan oleh Bursa Efek Indonesia

Dengan harga saham yang begitu tinggi, tidak membuat semua perusahaan langsung merencanakan stock split. Ada juga kasus stock split yang disarankan oleh Bursa Efek Indonesia. Agar suatu saham tetap likuid, Bursa Efek Indonesia biasanya akan menyarankan perusahan-perusahaan dengan harga saham terlalu tinggi memecah nilai harga sahamnya.

Hal yang bisa diambil contoh adalah ketika PT Multi Bintang Indonesia (MLBI) harganya mencapai Rp1.000.000 per lembarnya. Harga yang cukup fantastis karena sepertinya hanya perusahaan ini yang punya harga saham begitu tinggi.

Akhirnya Bursa Efek Indonesia memberikan peringatan kepada PT Multi Bintang Indonesia untuk melakukan stock split sesegera mungkin. Kalau dipikir-pikir harga saham perusahaan kebanyakan berkisar dinilai ribuan. Bisa dipastikan harga saham yang mencapai jutaan itu sepi peminat, jadi harus dipecah.

Jika ada perusahaan yang tidak mau melakukan stock split, Bursa Efek Indonesia punya aturan yang sangat tegas tentang ini. Ancamannya adalah perusahaan dengan harga saham itu akan di-delisting atau dikeluarkan dari daftar emiten di pasar modal Indonesia.

Setelah harga saham yang mengalami stock split mengalami penurunan, biasanya memang cukup banyak investor yang berbondong-bondong untuk membelinya. Beli saham sebelum stock split tidak berpengaruh apa-apa pada investor karena itu investor harus bisa membaca momen dengan baik.

Seperti itulah penjelasan tentang stock split dan kapan sebaiknya kamu membeli saham tersebut.

Jika kamu tertarik untuk memiliki saham di reksadana, kamu bisa memilih produk-produk reksa dana yang sudah disediakan oleh Ajaib. Jangan ragu menghubungi kamu untuk keterangan lebih lengkap.

Bacaan menarik lainnya:

Jogiyanto, H. (2015). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Jakarta: Rajawali Pers.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait