Saham

Prospek Saham Unilever Indonesia Setelah Stock Split

prospek saham unilever

Ajaib.co.id – Bagi kamu yang masih ragu dengan prospek saham Unilever Indonesia, ada baiknya kamu simak ulasan ini. Pasalnya, paska stock split, prospek saham Unilever memang menghasilkan tanda tanya besar. Untuk lebih lengkapnya, simak penjabaran redaksi Ajaib berikut ini.

Diketahui bahwa PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengawali tahun 2020 dengan melakukan stock split atau memecah nilai nominal sahamnya. Mungkin sampai saat ini masih ada yang ragu prospek saham Unilever di tahun ini, apakah layak atau tidak? Memang setelah melakukan stock split, alih-alih ingin melejit, justru pergerakan harga dan volume perdagangannya masih terombang-ambing alias belum membaik.

Namun, tampaknya efek dari aksi tersebut tidak akan terlalu berdampak besar terhadap harga saham serta volume transaksi per harinya. Dua bulan awal tahun ini volume dagang Unilever Indonesia di pasar saham masih terbilang sepi. Inilah yang jadi penyebab saham UNVR tak begitu alami banyak pergerakan. Terlebih banyak sentimen negatif yang mempengaruhi pergerakan harga saham UNVR.

Menurut beberapa analis sekuritas, saham Unilever juga mengalami tekanan dari situasi makro ekonomi yang tidak mendukung sektor penggunaannya. Ditambah dengan adanya rencana pemerintah untuk menaikkan sejumlah tarif di tahun ini, seperti tarif tol, gas elpiji, dan iuran BPJS yang bahkan sudah dinaikkan sejak 1 Januari 2020. Dengan kondisi seperti ini membuat masyarakat terbebani sehingga mempengaruhi kemampuan belanja.

Dampak dari Komoditas

Selain tekanan dari faktor makro ekonomi, kenaikan harga komoditas CPO atau minyak kelapa sawit, gandum dan juga gula ikut menekan pergerakan harga Unilever. Apalagi diprediksi tren kenaikan harga CPO masih akan terus melambung, yang tentu akan berdampak cukup sistematik pada kinerja perusahaan konsumsi seperti Unilever Indonesia.

Akan tetapi, salah satu perusahaan besar di Indonesia ini punya kemampuan adaptasi yang baik dan cepat mengatasi tren yang sekarang terjadi. Hal tersebut terbukti dari peluncuran produk baru yang dilakukan Unilever Indonesia terbilang sukses di pasaran dan diterima masyarakat.

Laba Unilever Indonesia Sempat Merosot

Tahun 2019 bisa dikatakan bukan tahun yang baik buat Unilever Indonesia. Sepanjang tahun 2019, Unilever memang berhasil meningkatkan pendapatan mereka sebesar 2,68% dari Rp41,8 triliun di tahun 2018 menjadi Rp42,92 triliun. Namun, laba bersih perusahaan turun sebesar 18,61% yang tadinya Rp9,08 triliun menjadi Rp7,39 triliun.

Kenapa begitu? Karena adanya pengaruh oleh penjualan spreads di tahun 2018, sehingga kinerja pada tahun 2020 ini bisa lebih baik jika mengesampingkan dampak dari penjualan spreads tadi. Meski begitu, saham UNVR sendiri masih cukup menarik untuk dibeli.

Selain itu, beberapa sumber lain mengatakan pasca stock split, Unilever Indonesia dinilai masih menarik karena price earning ratio (PER) jadi sekitar 8 kali. Kemudian, diprediksi sepanjang 2020 ini, laba Unilever bisa bertumbuh sebanyak 3% setelah adanya katalis positif omnibus law.

Sentimen Negatif di Akhir 2019

Pada Desember 2019 silam, sentimen negatif sempat menimpa Univeler Indonesia. Ada kabar yang menyebutkan jika pertumbuhan perusahaan konsumer raksasa ini terkendala lantaran ekonomi yang melambat di Asia Selatan. Tentunya ini memicu tekanan tersendiri bagi Unilver, dimana Asia Selatan merupakan salah satu pasar terbesarnya. Negara-negara yang mengalami perlambatan ekonomi diantaranya adalah Bangladesh, Pakistan, Nepal, dan Sri Lanka.

Tidak hanya di Asia Selatan, hal serupa juga terjadi di Afrika Barat dan Amerika Utara. Hasilnya, saham UNVR yang diperdagangkan di bursa London tercatat alami kerugian sebesar 6%. Secara tidak langsung, sentimen ini berpengaruh terhadap harga saham UNVR di Indonesia dan tidak sedikit yang membuat investor menjual sahamnya ini.

Akan tetapi, pihak Unilever masih merasa optimis dengan adanya pertumbuhan di India tahun ini.

Utang Unilever Alami Kenaikan

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada saham Unilever Indonesia (UNVR), hal-hal yang perlu jadi perhatian investor adalah jumlah utang Unilever yang mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, utang mereka sempat terlihat turun. Namun, kembali naik di tahun 2019, sedangkan nilai ekuitasnya tidak sebanding atau balance dengan utangnya.

Unilever sendiri pernah membukukan rekor tertinggi pada angka Rp50 ribuan sebelum dilakukan stock split. Tetapi jelang stock split tahun kemarin, harga saham UNVR berada di kisaran Rp42 ribuan.

Bagaimana Prospek Saham Unilever

Jika ditelisik berdasarkan analisa teknikal, sejumlah pakar keuangan menilai saham UNVR sekarang ini sedang tidak stabil. Sempat berada di harga Rp8 ribuan per lembarnya, sekarang kembali turun di harga Rp7.325 per lembar. Adapun yang mengatakan kalau saham ini kemungkinan bisa bullish. Lantas, bagaimana prospeknya? Apakah sekarang saat yang tepat untuk beli atau tidak?

Perlu kamu ketahui bahwa setelah stock split, harga saham UNVR semakin murah. Namun, disini yang jadi kunci adalah menentukan pilihan berdasarkan analisis fundamental. Meskipun laba Unilever turun, pastinya tidak akan parah sekali. Belum lagi Unilever Indonesia merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar yakni Rp323 triliun. Jadi, jelas ini bukan perusahaan abal-abal.

Bahkan produk-produknya pun dipakai sehari-hari oleh kita, seperti Kecap Bango, Rexona, Pepsodent, Royco, Rinso, Sunsilk, Clear dan masih banyak lagi. Pada intinya, jika kamu melakukan investasi untuk jangka panjang, saham ini pastinya sangat layak untuk kamu koleksi. Sebab, Unilever ini termasuk saham blue chip yang rajin membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Meskipun tahun 2019 lalu merugi, tapi bisnis mereka tetap tidak redup.

Satu kunci sukses dalam investasi saham yang risikonya tinggi adalah “sabar” dan tidak panik. Akan tetapi alangkah lebih baik jika kamu bisa menganalisanya sendiri sebelum memutuskan untuk membeli.

Bacaan menarik lainnya:

Darmadji, T., & Fakhruddin, H. M. (2011). Pasar Modal Di Indonesia (Edisi 3 ed.). Jakarta: Salemba Empat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang

Artikel Terkait