Saham

Alasan Saham INTP dari Indocement Menjadi Pilihan Investasi

intp saham

Ajaib.co.id – Sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu jadi pilihan banyak investor pemula. Salah satunya saham INTP dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang merupakan salah satu anggota indeks saham Kompas100. Masifnya proyek pembangunan di negeri ini tentu saja jadi peluang besar keuntungan sahamnya.

Di dalam dunia investasi saham, seorang investor dapat memilih saham dari berbagai perusahaan yang ada di bursa saham, selaku perusahaan penerbit. Ada berbagai bidang yang menjadi fokus suatu perusahaan dalam berbisnis dan sahamnya dijual di bursa saham.

Jenis bidang suatu perusahaan ini biasanya mempengaruhi pergerakan harga saham yang dimiliki. Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan bidang yang digeluti oleh suatu perusahaan yang sahamnya akan dipilih. Beberapa bidang yang jadi favorit misalnya saja perbankan, pembangunan dan pertambangan.

Menelisik Performa Saham INTP di Pasar Modal Indonesia

Salah satu jenis bidang perusahaan yang bisa dipilih untuk dibeli sahamnya yaitu industri penghasil bahan baku seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Perusahaan yang bergerak di bidang produsen bahan baku semen ini memiliki nilai saham sebesar Rp1,84 triliun dengan jumlah saham sebanyak 3.681.231.699 unit berdasarkan data yang dikeluarkan PT Raya Saham Registra selaku Biro Administrasi Efek Perseroan.

Kepemilikan sebesar 51 persen dari total nilai saham ini ada pada Birchwood Omnia Ltd yang merupakan anak perusahaan semen terbesar di dunia Heidelberg Cement Group. Sementara 49 persen dari saham Indocement dimiliki oleh beberapa perusahaan lain. Nah, dengan jumlah total nilai saham yang dimiliki oleh Indocement sebagai perusahaan yang memproduksi semen, bagaimana pergerakan saham mereka di bursa saham?

Rekam Jejak Saham INTP Sejak Tahun-Tahun Lalu

Harga saham INTP pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 8 Mei 2020 tercatat ada di angka Rp10.600 per lembar saham. Emiten saham ini tak lepas dari fluktuasi yang wajar terjadi di pasar modal. Meski demikian, agaknya tahun ini merupakan masa yang kurang baik bagi kinera sahamnya maupun perusahaan.

Dikutip dari Kontan.co.id jakarta, harga saham Indocement ini sudah turun lebih dari 39,29% sejak awal tahun. Emiten ini memang mengalami tahun yang kurang baik. Awalnya, harga saham ini tertekan dengan adanya banjir yang melanda ibu kota dan berbagai kota besar yang awalnya menjadi lokasi dari banyak proyek pembangunan.

Kemudian, prospek bisnis perusahaan ini kembali suram di tengah maraknya tekanan sektor semen mulai dari sebaran virus corona, hingga persaingan pasar dan ancaman lesunya permintaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa berbagai proyek pembangunan harus dibatalkan karena dananya dialokasikan untuk biaya penanganan Corona.

Selain itu, perekonomia yang sedang lesu juga membuat masyarakat tak leluasa lagi melakukan proyek pembanguan maupun renovasi yang biasanya membutuhkan bahan baku semen. Padahal biasanya jelang Lebaran, masyarakat banyak yang merenovasi rumah dan membutuhkan pasokan semen. Tak heran volume penjualan dari perusahaan ini diprediksi akan turun jauh dibandingkan sebelumnya.

Bahkan para ahli menilai pertumbuhan industri semen tahun ini cenderung akan flat di angka 1% hingga 2%. Meski demikian, saham INTP masih menjadi rekomendasi untuk dibeli oleh para investor saham. Namun target harga saham dipangkas dari sebelumnya Rp 21.000 per saham menjadi Rp 13.900 per saham.

Sejumlah perusahaan sekuritas sudah memasukkan saham INTP sebagai saham pilihan dengan proyeksi akan menguatnya kinerja IHSG. Terlebih lagi, adanya sentimen positif bahwa perusahaan ini melakukan sejumlah efisiensi dari segi operasional.

Dikutip dari Bisnis.com, Untuk diketahui, Indocement mencatatkan penjualan sebanyak 3,9 juta ton sepanjang kuartal I/2020. Angka tersebut terkontraksi 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun kuartal berikutnya diprediksi akan lebih buruk lagi karena terdampak pandemi Corona.

Karena itu, perseroan telah melakukan revisi target pertumbuhan penjualan menjadi hanya 1% sampai 2%. Sebelumnya, sejalan dengan proyeksi Asosiasi Semen Indonesia (ASI) target pertumbuhan penjualan adalah 3% sampai 4%. Untuk merepon hal ini, perusahaan kemudian melakukan sejumlah efisiensi.

Beberapa kebijakan yang diambil seperti pengoperasian hanya pabrik yang dianggap paling efisien. Perusahaan juga terpaksa melakukan pengurangan gaji untuk beberapa bulan ke depan. Indocement juga berupa memaksimalkan penjualan ke pasar baru baik di sektor dalam maupun luar negeri.

Seperti yang kita ketahui jika dunia tengah dilanda pandemik termasuk di Indonesia sehingga menyebabkan hampir semua perusahaan mengalami penurunan harga saham. Akan tetapi, nilai INTP saham jika dibandingkan tahun lalu di 2019, cukup jauh.

Jika ditarik ke belakang pada kuartal II tahun 2019, sebenarnya performa INTP saham belum begitu memuaskan. Apalagi di periode yang sama, di tahun 2018, INTP sangat baik pergerakan harga sahamnya. Menurunnya penjualan semen INTP dengan volume sebesar 6,9 juta ton disebabkan oleh beberapa hal.

Menurut salah satu analis Ciptadana Sekuritas Asia, kondisi negara yang kurang mendukung permintaan semen yaitu setelah libur lebaran dan berlangsungnya pemilu di awal tahun menjadi salah satu penyebab. Oleh karena itu, jika INTP saham mengalami penurunan adalah hal yang wajar. Hal ini karena setelah isu politik yang semakin memanas selesai, maka permintaan semen akan kembali meningkat.

Pada kuartal III tahun 2019, harga saham Indocement kembali memperlihatkan hal positif. Di mana proses produksi menjadi pendukung untuk kembali bersinar. Hal ini karena pendapatan Indocement naik sebesar 5,3 persen YoY. Selain itu, average selling price juga meningkat sebesar 8,1 persen YoY dan secara YTD menumbuhkan angka sebesar 11 persen.

Namun, penjualan untuk pasar domestik masih dianggap melemah karena kebutuhan akan konsumsi semen masih di angka 40 mn ton. Sementara industri semen sudah menghasilkan produksi dengan kapasitas menyentuh angka 114,8 mn ton. Walaupun begitu, mereka beranggapan jika akhir tahun merupakan waktu yang tepat bagi INTP untuk membukukan pendapatan secara besar.

Hal ini didukung dengan penjualan di area Jawa Barat yang naik 9 persen, di mana sebelumnya pulau Jawa mengalami penurunan sebesar 1 persen. Hal ini jelas memberi dampak pada rasa optimis INTP untuk bisa meningkat, sejalan dengan INTP saham yang harganya juga bisa kembali meningkat.

Sempat Meroket, Para Investor Langsung Menjual Saham INTP

Pada bulan April tahun 2018, INTP saham mengalami koreksi sebesar 2,25 persen menjadi Rp18.425 per saham. Saham yang terus terkoreksi ini dapat terputus di akhir perdagangan. Di mana sebelumnya, angka Rp16.000 per saham menjadi Rp18.425 naik sebesar 18 persen.

Selain itu, saham INTP yang terus menguat belum bisa diklarifikasi penyebabnya. Hal ini jelas dimanfaatkan oleh beberapa investor untuk membeli sejumlah saham INTP yang tengah mengalami koreksi dan menjualnya ketika harga saham sudah berhenti di angka tertentu.

Tidak ada sentimen khusus dalam mendukung penguatan INTP saham. Aksi beli terus dilakukan oleh para investor karena koreksi yang menguat begitu besar. Para investor yang membeli INTP tidak hanya datang dari domestik saja, namun investor asing turut menyumbang aksi ini. Total penghitungan dalam satu minggu terakhir, maka beli bersih oleh investor asing mencapai angka Rp73,52 miliar.

Jika ditarik ke bulan November 2017 dan dilanjutkan ke Maret 2018 saat penutupan perdaganganya, INTP saham telah mengalami koreksi sebesar 32,5 persen. Jika dibandingkan dengan kompetitornya pada periode tersebut seperti PT Semen Indonesia Tbk hanya mengalami peningkatan tipis sebesar 0,49%. Lalu ada PT Semen Baturaja Tbk menguat di angka 35,8 persen.

Situasi ini tentu dianggap tidak sejalan dengan fundamental perusahaan Indocement sendiri. Di mana harga saham INTP telah jauh melebihi target, baik median atau rata-rata. Padahal, jika dilihat dari sisi keuangan perusahaan, kinerja INTP bisa dikatakan mengecewakan sepanjang 2017.

Hal ini dapat dilihat dari laba bersih perusahaan yang anjlok hingga 52 persen menjadi Rp1,86 triliun. Padahal sebelumnya di angka Rp3,87 triliun di tahun 2016 dari pendapatan yang juga turun sebesar 6,05 persen menjadi Rp14,43 triliun.

Jika dibandingkan dengan INTP saham di tahun 2020, nilai saham saat ini jelas jauh berbeda. Ditambah dengan situasi pandemi yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia juga memperlambat pertumbuhan harga saham hingga beberapa bulan ke depan sampai situasi kembali normal.

Nah, beberapa hal yang terjadi pada INTP saham tersebut merupakan bagian dari risiko-risiko yang dapat terjadi ketika kamu berinvestasi saham. Nilai saham yang dapat melambung tinggi, bisa dengan mudah jatuh yang disebabkan oleh beberapa hal. Oleh karena itu, bagi kamu yang tertarik berinvestasi namun takut dengan risiko tersebut, kamu bisa memilih instrumen investasi yang risikonya rendah seperti reksa dana.

Apalagi kini investasi reksa dana dapat dilakukan secara online melalui smartphone yaitu dengan aplikasi Ajaib. Ajaib hadir untuk membantu kamu dalam berinvestasi khususnya reksa dana. Dengan menggunakan Ajaib, kamu dapat menemukan jenis reksa dana yang cocok dan sesuai kebutuhan untuk merencanakan keuangan kamu di masa mendatang.

Ditambah, investasi reksa dana tentunya memberikan keuntungan yang besar dengan risiko rendah. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dana yang sudah didepositkan akan hilang karena pergerakan nilai reksa dana mengalami penurunan. Menggunakan reksa dana sebagai produk investasi adalah pilihan yang tepat. Yuk, download aplikasi Ajaib di smartphone kamu dan temukan kemudahan dalam berinvestasi sekarang.

Bacaan menarik lainnya:

Halim, A. (2005). Analisis Investasi. Jakarta: Alfabeta


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait