Saham

Faktor Penyebab Harga Saham Turun, Investor Wajib Tahu

Ajaib.co.id – Selain keuntungan yang didapat, tidak dipungkiri bahwa investasi saham juga mempunyai risiko mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab harga saham turun.

Harga saham dipengaruhi oleh perkembangan internal dan eksternal. Kondisi internal berasal dari kondisi fundamental perusahaan itu sendiri. Sedangkan kondisi eksternal dapat dipengaruhi oleh perkembangan industri, perekonomian suatu negara, kebijakan pemerintah, hingga kondisi global.

Umumnya, faktor-faktor berikut ini yang menjadi penyebab harga saham turun.

Fundamental Lemah

Faktor fundamental perusahaan dan bisnis yang lemah, seperti pendapatan dan margin keuntungan yang jatuh, biasanya menjadi penyebab harga saham turun.

Pendapatan yang menurun dapat disebabkan beberapa faktor, seperti kehilangan pelanggan utama karena pesaing, produk usang dan masalah saluran distribusi.

Margin keuntungan menurun karena penurunan pendapatan, kenaikan biaya atau kombinasi keduanya. Jatuhnya pendapatan dan margin juga menyebabkan masalah arus kas, yang mungkin menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan perusahaan itu untuk membiayai pertumbuhan dan membayar utang.

Volatilitas Pasar

Volatilitas pasar saham sering menjadi penyebab harga saham turun, bahkan untuk perusahaan dengan fundamental bisnis yang kuat sekalipun. Penurunan pasar bisa disebabkan oleh beberapa alasan: perubahan ekonomi, aksi ambil untung setelah aksi unjuk rasa yang kuat, dan peristiwa geopolitik.

Sebagai contoh, pasar menganggap prospek kenaikan suku bunga perbankan negatif karena suku bunga yang lebih tinggi dapat menyebabkan biaya operasi yang lebih tinggi, margin yang lebih rendah, dan kelemahan ekonomi secara keseluruhan.

Seluruh sektor industri mungkin mengalami penurunan harga saham, bahkan jika hanya satu perusahaan di sektor ini yang mengisyaratkan melemahnya fundamental. Sebagai contoh, investor mungkin akan meninggalkan semua saham teknologi jika perusahaan teknologi besar melaporkan laba yang lebih rendah dari perkiraan.

Demikian pula, kelemahan ekonomi di Amerika, Asia atau Eropa dapat memengaruhi harga saham di mana-mana, seperti halnya perselisihan sipil dan insiden teroris di wilayah-wilayah yang memiliki kepentingan ekonomi global, seperti Timur Tengah.

Restrukturisasi

Tindakan restrukturisasi perusahaan dapat menekan harga saham. Sebagai contoh, harga saham perusahaan yang terlibat dalam akuisisi atau merger besar bisa turun karena kekhawatiran investor terhadap dilusi saham dan kesulitan dalam mengintegrasikan budaya kedua perusahaan.

Harga saham juga bisa turun jika merger yang dikabarkan atau diumumkan tidak terjadi karena perusahaan gagal mendapatkan persetujuan pemegang saham atau peraturan.

Perusahaan yang mengurangi operasi, memberhentikan karyawan, dan menjual aset juga dapat menyebabkan harga saham menderita, setidaknya dalam jangka pendek, karena kelemahan keuangan yang dirasakan dan ketidakpastian operasional. Pergantian manajemen senior dan opini analis negatif juga dapat menjadi penyebab harga saham turun.

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan Pemerintah juga dapat memengaruhi harga saham meskipun kebijakan itu masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Banyak contoh dari kebijakan Pemerintah yang menimbulkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman Modal Asing (PMA), dan lain sebagainya.

Pemain saham tipe trader biasanya sangat peka terhadap isu sensitif seperti ini, untuk mengambil keuntungan dengan melakukan spekulasi dalam aksi ambil untung trading harian.

Rumor dan Sentimen Pasar

Pasar saham ini sangat rawan akan info-info manipulatif atau manipulasi pasar, berita ataupun rumor. Sekadar isu saja yang entah darimana sumbernya bisa saja berpengaruh terhadap kenaikan atau penurunan harga saham. Misalnya, seorang CEO atau direksi perusahaan tertentu membuat pernyataan yang negatif. Secara otomatis, harga saham perusahaan yang bersangkutan akan dapat terkoreksi negatif secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, para analis sering kali menjadikan faktor ini menjadi pertimbangan tertentu sebelum memutuskan untuk membeli saham atau menjual saham tersebut.

Mungkin untuk kasus ini tidak mudah diketahui para investor pemula saat mereka tidak jeli dalam memerhatikan informasi internal yang berasal dari perusahaan.

Bermain saham di pasar modal adalah hal yang praktis dan dapat dilakukan semua orang, bahkan bagi investor saham pemula sekalipun. Kamu hanya perlu membuka rekening sekuritas di bank tertentu, kemudian memasukkan modal sesuai dengan anggaran yang kamu milki.

Tapi tidak selamanya saham yang kamu beli menguntungkan, kamu juga harus tahu ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab harga saham naik ataupun turun. Kamu harus belajar tentang faktor-faktor tesbut untuk mengurangi risiko kerugian lebih kecil.

Artikel Terkait