Analisis Saham, Saham

Buy on Weakness: Strategi Beli Saham di Harga Rendah

Ilustrasi buy on weakness

Ajaib.co.id – Sering kali kita menjumpai pergerakan harga sebuah saham di bursa yang sedang mengalami koreksi dan harganya sudah turun sangat dalam lalu kita ingin membelinya. Kondisi yang demikian dapat menjadi peluang bagi seorang trader dalam memaksimalkan profit dengan membeli sahamnya di harga bawah atau buy on weakness (BoW).

Strategi buy on weakness sering digunakan untuk membeli sebuah saham di harga rendah lalu menjualnya saat terjadi pembalikan arah harga sehingga potensi profit menjadi maksimal.

Penerapan Buy On Weakness dalam Investasi Saham

Strategi Buy on weakness berfokus pada saham yang mengalami penurunan harga yang cenderung berlebih. Buy on weakness merupakan counter trend alias strategi melawan pergerakan trend sebelumnya cenderung mengalami penurunan.

Trader beranggapan bahwa ketika sebuah saham sedang mengalami penurunan maka secara harga maupun valuasi nya berada di posisi yang rendah, kondisi tersebut tentunya akan memancing banyak investor melakukan pembelian saham tersebut.

Untuk mengukur saham yang sedang downtrend sudah berada pada posisi terendahnya atau tidak, kita harus mengetahui posisi garis support atau area beli di mana harga cenderung tertahan untuk turun lebih dalam.

Baca juga: Support dan Resistance yang Sering Digunakan Saat Trading

Menentukan Garis Support untuk Mencari Titik Rendah Saham

Perdagangan saham di pasar modal sebetulnya merupakan “pertempuran” antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Tarik menarik yang terjadi antara investor yang melakukan jual beli inilah yang secara psikologis membentuk garis penahan harga (support) ketika harga turun maupun garis penahan harga naik (resistance).

Cara menentukan garis support yang termudah adalah menarik garis. Dengan cara ini, kamu dapat memprediksi kedalaman sebuah harga sebuah saham.

Berikut langkah-langkah menentukan garis support:

  • Bukalah grafik saham dan lihatlah pergerakan harga saham pada suatu waktu tertentu (6,9,12 bulan);
  • Cari titik terendah dari pergerakan harga tersebut.
  • Tarik garis horizontal pada titik terendah yang sering tersentuh.
tradingview AMRT

Garis Support tidak melulu harus menggunakan garis mendatar, bisa juga garis miring yang diagonal membentuk garis trendline (downward).

Beberapa langkah dalam mencari garis support secara dinamis:

  • Buka grafik lalu cari titik-titik terendah.
  • Hubungkan 2 titik terendah tersebut.
  • Perpanjang garis tersebut.
tradingview BBCA

Artikel Terkait