Saham

Begini Cara Menggambar Garis Tren yang Benar

analisis teknikal dan fundamental saham

Ajaib.co.id – Menggambar Garis tren merupakan salah satu kegiatan yang umum dalam analisis teknikal. JIka digambar dengan baik, maka bisa sangat berguna untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal. Sayangnya banyak trader tidak menggambarnya dengan benar. Sebagian lainnya memaksakan garis pada market dan bukan sebaliknya.

Begini tampilan garis tren:

Garis uptrend digambar dengan menandai lembah-lembah yang meninggi sebagai landasan Support. Sedangkan garis downtrend ditandai dengan puncak-puncak yang merendah sebagai batasan Resistance.

Cara Menggambar Garis Tren Dengan Benar

Untuk menggambar garis tren dengan baik, yang harus kamu lakukan yang pertama adalah menentukan puncak-puncak dan lembah-lembah.

Setelah itu hubungkan dua lembah dengan sebuah garis, jika kamu melihat sebuah Uptrend. Jika kamu melihat sebuah Downtrend maka kamu perlu menghubungkan minimal dua puncak dengan sebuah garis.

Penarikan garis harus didasari Price Action. Jika kamu melihat Puncak yang Meninggi (Higher High/HH) dan Lembah yang Meninggi (Higher Low/HL) maka itu adalah Uptrend.

Menggambar garis Uptrend semestinya di lembah-lembahnya, dan bukan sebaliknya.

Kita mengantisipasi perubahan arah tren maka garis tren naik digambar setelah ada dua lembah atau lebih yang meninggi. Garis Uptrend tersebut akan berfungsi sebagai garis Support.

Begitupun dengan garis tren turun/downtrend, harus digambar mengikuti kaidah Price Action. Kita mengetahui bahwa Downtrend adalah Puncak yang Merendah (Lower High/LH) dan Lembah yang Merendah (Lower Low/LL).

Garis Downtrend harus digambar di puncak-puncak yang merendah. Dengan begitu garis tersebut akan berfungsi sebagai Resistance. Garis ini akan mengantisipasi perubahan arah tren jika kandil-kandil memutuskan untuk berbalik arah menjadi Uptrend.

Tidak hanya naik dan turun, kamu juga bisa menandai gerakan Sideways. Sideways adalah saat harga naik dan turun secara mendatar dibatasi oleh Support dan Resistance horizontal.

Kondisi sideways biasa disebut juga dengan pola bujur sangkar. Disebut demikian karena kita bisa meletakkan sebuah kotak yang membatasi kenaikan dan penurunannya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggambar garis tren:

  • Sebuah garis tren harus dibentuk oleh setidaknya dua lembah dan puncak.
  • Semakin curam garisnya, semakin mudah untuk ditembus dan berubah arah.
  • Semakin sering harga memantul dan menguji Support atau Resistance yang dibentuk oleh garis tren maka garis tren semakin kuat.
  • Jangan pernah memaksakan sebuah garis untuk pas.

Setelah selesai menggambar garis tren, kamu dapat menggunakannya untuk trading baik saham, forex mau pun lainnya.

Garis Tren dan Kegunaannya

Garis tren yang valid akan berfungsi sebagai Support atau Resistance. Garis tren dapat membantu kita menentukan arah tren, memberikan sinyal untuk membeli, dan sampai kapan kita akan mengendarai tren tersebut. Lihat di bawah ini;

Dengan memasang garis tren kita bisa memantau apakah kita masih bisa mengendarai tren atau berhenti dan keluar posisi.

Dari kiri ke kanan kita bisa melihat ada sebuah Uptrend dengan lembah-lembah yang meninggi yang ditandai dengan garis Uptrend. Di ujung tren, ternyata ada kandil bearish panjang yang break Support ke bawah. Ini menandai bahwa tren naik sudah selesai. Setelah itu tentu kita bisa keluar posisi secara manual.

Selanjutnya puncak-puncak yang merendah terbentuk, itu adalah tanda dari Downtrend. Kita bisa menarik garis tren di puncak-puncak tersebut untuk menandai tren turun.

Harga terus turun hingga ke Support horizontal yang sudah ada sebelumnya. Di sana harga memutuskan untuk mengakhiri Downtrend dengan break ke atas. Ternyata break tren sebelumnya tidak serta-merta dilanjutkan dengan Uptrend. Harga ternyata menguji Support hingga dua kali Bounce/memantul dan membentuk Double Bottom. Lembah-lembah yang memberikan sinyal Double Bottom ditandai dengan angka 1 dan 2.

Grafik di atas hanyalah contoh kecil dari harga yang Bounce/Memantuk dan Break/Menembus. Mengetahui apakah Bounce atau Break yang terjadi adalah valid pastinya akan sangat membantumu.

Bounce pada Grafik

Sesuai dengan namanya, metode trading ini adalah dengan bersabar menunggu harga memantul di Support atau Resistance. Bahasan tentang bounce atau break pastinya akan sangat berhubungan dengan Price Action. Jadi ingat-ingat lagi ya materi kita yang sebelum-sebelumnya.

Secara umum Bounce atau pantulan harga adalah seperti di bawah ini;

Jika kamu sedang mengincar saham tertentu, dan saat ini sedang turun, kamu bisa pantau di Support.

Sederhananya kamu bisa masuk posisi beli saat harga memantul di Support. Dan kamu bisa mengakhiri posisi kamu saat harga Bounce di Resistance. Kedua cara itu adalah cara yang agresif dan lebih banyak risikonya, namun lebih menguntungkan.

Cara yang agresif menawarkan peluang untuk langsung Buy saat harga bounce di Support.

Namun langsung membeli setelah memantul sebaiknya tidak dilakukan karena ditakutkan harga akan melakukan yang seperti di bawah ini;

Ada pun cara masuk yang lebih konservatif yang lebih sedikit risikonya, yaitu dengan menunggu pullback setelah Bounce. Ini akan mengingatkanmu tentang materi Price Action yang lalu.

Intinya adalah saat Bounce kita menanti Higher High dan Higher Low yang memastikan Uptrend memang benar terbentuk. Dan membeli setelah harga membentuk Pullback akan memberikan konfirmasi yang valid.

Break pada Grafik

Kita juga bisa memanfaatkan garis tren untuk melihat apakah harga break/menembus dan kemudian membentuk tren yang berbeda.

Break pada garis Resistance yang dibentuk dari gais tren menandakan perubahan arah tren. Tunggu hingga muncul konfirmasi sebelum masuk posisi. Konfirmasi maksudnya adalah tanda dari Higher High yang mencirikan Uptrend.

Sangat tidak disarankan untuk langsung membeli saham begitu harga break/menembus Resistance. Misalnya seperti di bawah ini;

Langsung buy saat harga break di Resistance sering digambarkan dengan ilustrasi Menangkap Pisau Jatuh. Pentingnya melihat konfirmasi Uptrend etelah break akan sangat membantu kamu trading dengan nyaman, dengan lebih sedikit risiko.

Artikel Terkait