Saham

Ketahui Peluang Untung Trading Saham Dengan Elliot Wave

langkah-langkah membeli saham
Stock Market Graphs

Ajaib.co.id – Buat kamu sobat Ajaib yang sudah membaca materi tentang Fibonacci dan Price Action di artikel sebelumnya, kini kita bisa lanjut mempelajari Elliott Wave. Dengan mempelajari Elliot Wave kamu akan dapat mengetahui kapan tren akan berakhir.

Masih ingat tentang pelajaran kemarin? Tiga level terpenting dalam Fibonacci Retracement adalah 38.2, 50 dan 61.8. Lalu apa yang terjadi jika Pullback/koreksi harga terjadi di level 78.6 atau lebih rendah lagi?

Lihat grafik di atas; Jika harga turun ke 78.6 atau lebih rendah lagi maka artinya terdapat penjualan dengan nilai yang besar. Dengan demikian kita sebaiknya tidak membeli jika pullback terjadi di level tersebut karena berikutnya seringkali terjadi ketidakpastian arah.

Jika harga kembali naik dari retracement 78.6 maka maksimal kita bisa berhara bahwa harga akan kembali ke High sebelumnya. Namun karena ketidakpastiannya, tidak jarang juga menghasilkan kerugian yang tidak kita inginkan.

Lihatlah, di atas adalah kelanjutan dari grafik sebelumnya. Selanjutnya ternyata harga masih naik namun tidak mencapai high sebelumnya, dilanjutkan dengan hempasan hingga ke dasar.

Sepintas melihat keadaan di atas, menganalisis grafik seperti terlihat mustahil. Namun hal ini dibantah oleh seorang akuntan jenius di tahun 1920 yang bernama Ralph Elliott.  Beliau saat itu melakukan analisis data saham 75 tahun terakhir, pasar saham yang nampaknya kacau ternyata tidak begitu!

Beliau mengumpulkan cukup banyak bukti berdasarkan analisisnya dan cukup percaya diri membagikannya kepada dunia di usia 66 tahun. Teorinya dibukukan dengan judul Prinsip Gelombang Elliott. Teori Elliott mengatakan bahwa pasar saham diperdagangkan dalam siklus yang berulang.

Elliott menjelaskan bahwa harga swing ke bawah dan ke atas pada harga disebabkan oleh psikologi kolektif para pemegang saham. Ia percaya bahwa, jika kamu dapat mengidentifikasi pola berulang pada harga maka kamu bisa memprediksi kemana harga akan bergerak berikutnya. Dan inilah yang membuat Teori Elliott Wave disukai oleh para trader saham.

Elliott Wave memang tercipta setelah diujicobakan pada berbagai saham, oleh karenanya prinsip ini memang paling pas untuk memprediksi tren saham. Meski demikian tak menutup kemungkinan untuk digunakan di instrumen investasi lainnya seperti Forex, CFD dan Indeks.

Teori ini disebut juga denga Teori Gelombang Elliott atau yang sering disebut juga dengan Elliott Wave.

Teori ini memberikan gambaran di manakah tren kiranya akan berakhir dan berbalik arah. Tren ini juga memberitahu apakah sebuah tren masih akan berlanjut atau sudah selesai. Dengan kata lain Elliott Wave memberikan sistem yang memungkinkan para trader masuk di titik paling menguntungkan. Terdengar luar biasa bukan? Hal ini akan sangat berguna untuk para trader yang merasa ‘ketinggalan kereta’. Seringkali kita tertarik untuk membeli dan ternyata sudah tertinggal, kita bertanya-tanya apakah harga saat ini sudah terlalu tinggi atau masih ada peluang untuk masuk. Kita berusaha mencoba menebak di manakah harga dasar yang kiranya masih bisa untuk dimasuki

Mengenai harga dasar, tidak bermaksud mengacu pada level Rp50. Namun lebih kepada dasar pada titik setimbangnya. Misalnya Gudang Garam Tbk (GGRM) akan sulit rasanya membayangkan saham super ini untuk berada di level Rp50 per lembar saham. Namun apabila GGRM bisa mencapai misalnya Rp15.000 saja per lembarnya maka itu sudah termasuk Weak atau Bottom. Banyak investor yang mengatakan siap ‘tampung’ jika GGRM turun ke Rp15000 atau lebih bawah lagi. Harga Bottom atau Weak itulah yang coba untuk kita cari dalam Elliott Wave.

Selain berguna untuk menentukan titik masuk, Elliott Wave juga memungkinkan kita untuk mengidentifikasi harga pucuk. Harga pucuk adalah istilah di kalangan investor untuk ujung tren saat harga sedang tinggi-tingginya. Jika kita bisa melihat harga pucuk lebih dini tentu akan berguna sehingga kita bisa menjual saham kita di harga tinggi sebelum akhirnya jatuh.

Membaca Elliott Wave

Elliott Wave dijelskan bahwa hanya berlaku dalam kondisi normal. Kondisi normal adalah kinerja harga saham dipengaruhi kinerja laba-ruginya saja. Elliott mengutarakan bahwa dalam kondisi normal harga bergerak dalam gelombang yang terdiri dari lima gelombang impuls dan tiga gelombang korektif.

Pada umumnya Elliott Wave tampil dalam pola seperti di bawah ini;

Secara umum Elliott Wave terdiri dari 5 Wave impuls yang ditandai dengan angka 1 sampai 5, dan 3 Wave korektif yang ditandai dengan huruf a,b dan c. Pada pola Elliott Wave di atas Wave 1, 3 dan 5 disebut dengan motif yang menggambarkan tren secara umum. Sedangkan Wave 2 dan 4 adalah pullback, dan bukannya koreksi.

Elliott Wave juga berlaku pada kondisi market yang sedang bearish.

Dengan mengidentifikasi Elliott Wave pada market yang sednag Bearish kita dapat memperkirakan di mana titik ekstrem Wave 5 terletak.

Ini adalah contoh dari keuntungan mengidentifikasi Elliott Wave;

Jika kita mengetahui bahwa kita sedang berada di Wave ke-5, kita bisa mulai ancang-ancang keluar posisi. Setelahnya Wave 5 rupanya koreksi terjadi, tren turun telah terindikasi melalui puncak yang merendah yang ditunjukkan oleh Wave b. Di Wave b semestinya kita bisa keluar dan terhindar dari kerugian.

Elliott Wave juga dapat memberikan keuntungan. Saat kita melihat HH dan HL di Wave 1 dan 2, kita bisa berharap bahwa masih ada Wave 3 dan 5 yang bisa kita ‘kendarai’. Sehingga kita bisa melihat peluang lebih awal jika kita sudah mengidentifikasi Elliott Wave lebih awal.

Pertama-tama mari kita liat pola gelombang impuls yang tediri dari 5 Wave.

Berikut adalah deskripsi singkat mengenai apa yang terjadi di tiap Wave;

Wave 1

Ini adalah awal dari tren, baik tren naik mau pun tren turun. Tren ini akan sulit dikenali sebelum pullback yang disebut Wave 2 muncul dan mengonfirmasi price action (adanya HH-HL atau LH-LL).

Biasanya Wave 1 terjadi sebagai akibat dari adanya transaksi beli oleh sebagian kelompok yang merasa harga sahamnya terlalu rendah. Mereka merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk membeli. Hal ini memicu kenaikan harga sebagai awal tren.

Wave 2

Di titik ini ada cukup banyak trader jangka sangat pendek yang merasa bahwa ini adalah saat yang tepat untuk melepas sahamnya dan meraih keuntungan kecil. Pengambilan keuntungan ini menyebabkan harga turun. Penurunan ini dilihat oleh banyak orang sebagai peluang untuk masuk.

Wave 3

Di fase ini saham yang tengah naik ini telah menyedot banyak perhatian dan semakin hari semakin banyak orang-orang yang melakukan transaksi buy. Pada Wave 3 biasanya ada rekomendasi-rekomendasi broker yang meramaikan lini masa kita. Belum lagi para analis fundamental semi trader juga ikut-ikutan mempromosikan “pegangannya”.

Wave 3 biasanya berukuran paling besar dari semua Wave. Kamu akan bisa mengenali Wave 3 jika kamu melihat Wave ini lebih tinggi dari puncak pada Wave 1.

Wave 4

Di Wave ini kamu akan melihat ada satu atau dua broker dengan volume penjualan yang besar. Istilahnya terdapat distribusi dari sebagian trader dengan jumlah “barang” yang banyak. Sayangnya sebagian trader lainnya melihat ini sebagai peluang untuk Buy On Weakness.

Wave 5

Di sini biasanya euforia terbentuk. Para trader yang masuk di Wave 4 menggerakkan saham sehingga harganya naik lebih tinggi dari sebelumnya. Biasanya ini adalah titik di mana mayoritas investor dan trader sepakat bahwa harga sudah terlalu tinggi/overpriced.

Ralph Elliott melihat bahwa ini adalah saat di mana tren berakhir. Mengapa demikian?

Jikakamu Sobat Ajaib yang menyukai trading, kamu sangat disarankan memasang Fibonacci retracement di setiap Wave 1, 3 dan 5. Dengan demikian kamu akan dapat mengenali kapan tren mulai berakhir.

Masih ingat dengan pelajaran Fib Retrace 78.6 di atas?

Jika harga pullback di Fibonacci Retracement 78.6 atau lebih bawah lagi, maka kamu sangat tidak disarankan untuk Buy. Kamu akan mendapati pullback yang melebihi 78.6 atau lebih bawah lagi di pucuk Wave 5.

Nah, ketika kamu memasang Fibonacci Retracement di Wave 5 maka umumnya kamu akan mendapat pullback seperti di atas. Pullback tersebut akan mengawali koreksi tren. Diberi warna merah karena berbeda dengan pullback yang dilabeli angka 2 dan 4. Pullback merah ini turun jauh ke bawah melebihi Retracement 78.6 dan ini adalah pertanda yang kurang baik. Kamu bisa melepas sahammu di sini.

Berikutnya pullback merah ini akan mengawali 3 Wave koreksi atas tren yang dibentuk Wave 1 sampai 5. Berikut tampilannya;

Pullback merah ternyata dilanjutkan dengan puncak yang merendah yang merupakan ciri dari tren turun. Kita tidak mau berada dalam tren turun karena itu artinya kerugian untuk kita.

Lima Wave impuls kemudian dilanjutkan dengan tiga Wave korektif yang ditandai dengan huruf a, b dan c (lihat pola di atas).

Variasi pada Pola Elliot Wave

Wave 3 pada impuls tidak selalu merupakan yang terpanjang. Salah satu dari Wave 1, 3 atau 5 bisa saja menjadi yang terpanjang. Sering juga Wave kelima lebih panjang dari Wave datu dan tiga. Ringkasnya, akan selalu ada Wave yang lebih panjang dari dua Wave yang lain.

Mengenai pola korektif abc, ada tiga variasi yang mesti kamu kenali; 

Formasi Zig-Zag

Formasi zig-zag adalah pola koreksi yang curam dan Wave b biasanya paling pendek daripada Wave a dan c. Pola ini bisa terbentuk dua hingga tiga kali terhubung bersama dalam sebuah koreksi.

Formasi Mendatar

Formasi mendatar adalah Wave korektif sideways. Pada umumnya besar dari setiap Wave di sini sama besar. Terkadang Wave b bisa naik melebihi Wave a.

Formasi Segitiga

Formasi Segitiga adalah pola korektif yang terhubung bersama oleh garis tren yang saling menyempit. Pada pola korektif ini, terdapat lima Wave. Ini sudah dijelaskan sebelumnya di artikel pola-pola saham yang paling menguntungkan.

Time Frame

Pola Elliott Wave hanya bisa berhasil jika ada banyak orang yang melihatnya dan ikut berpartisipasi masuk posisi. Ole karenanya pertama-tama kita harus mencoba mengidentifikasi Elliott Wave pada time frame Bulanan atau yang biasa disingkat dengan MN.

Lalu pindah ke time frame Mingguan, lalu 1D atau harian.

Ingat bahwa Elliott Wave di timeframe yang lebih besar terdiri dari gelombang-gelombang dari timeframe yang lebih kecil.

Perhatian

Elliott Wave tidak selalu ada di setiap saham, terutama saham-saham yang penuh dengan kejutan aksi korporat. Saham-saham yang kinerja harganya dipengaruhi selain oleh laporan keuangannya cenderung sulit diprediksi.

Oleh karenana kita akan cenderung lebih mudah menemukan Elliott Wave pada saham-saham bluechip atau saham-saham yang sudah premium. Kamu pastinya akan lebih baik memahami Elliott Wave jika kamu sudah membaca dan memahami materi tentang Fibonacci dan Price Action.

Artikel Terkait