Analisa Saham, Saham

Mengenal Saham BOLT yang Optimis Memiliki Kinerja Positif

Mengenal Saham BOLT yang Optimis Memiliki Kinerja Positif

Ajaib.co.id – PT Garuda Metalindo Tbk (berkode saham BOLT) telah berdiri sejak tanggal 15 Maret 1982. Pada tahun itu pula, BOLT beroperasi secara komersial.

Jauh sebelumnya, BOLT memproduksi suku cadang untuk becak di Indonesia. Dari sebuah workshop sederhana, BOLT mendiversifikasi usahanya dengan memproduksi komponen suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat.

Kini, bidang usaha BOLT adalah industri alat-alat dan komponen-komponen hampir seluruh jenis kendaraan bermotor. Kegiatan operasional utama BOLT ialah memproduksi alat-alat, komponen-komponen, dan sub komponen, seperti mur dan baut hampir seluruh jenis kendaraan bermotor. Selain memproduksi, BOLT juga menjual  alat-alat, komponen-komponen, dan sub komponen tersebut. Konsumen terbesar BOLT antara lain adalah PT Astra Honda Motor (AHM).

BOLT melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada tanggal 26 Juni 2015. Pada tanggal 7 Juli 2015, saham BOLT tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

BOLT terkena dampak besar dari pandemi Covid-19. Hal ini, misalnya, terlihat pada penjualan BOLT selama Januari–September 2020 yang sebesar Rp574,8 miliar. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp911,5 miliar.

Begitu pula dengan laba bruto BOLT. Pada sembilan bulan pertama 2020, laba bruto BOLT mencapai Rp60,6 miliar. Padahal, pada periode sama tahun 2019, laba bruto BOLT tercatat Rp156,5 miliar.

Dari selisih kurs mata uang asing, BOLT merugi Rp2,1 miliar pada Januari–September 2020. Periode sama tahun sebelumnya, BOLT masih meraup laba sebesar Rp2,3 miliar.

Alhasil, BOLT menderita kerugian sebesar Rp21,6 miliar pada triwulan ke-3 tahun 2020. Padahal, pada triwulan sama tahun 2019, BOLT meraih laba sebesar Rp49,3 miliar.

Komponen Laba September 2019 September 2020
Penjualan dan pendapatan usaha Rp911,5 miliar Rp574,8 miliar
Jumlah laba bruto Rp156,5 miliar Rp60,6 miliar
Beban penjualan (Rp7 miliar) (Rp5,7 miliar)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing Rp2,3 miliar (Rp2,1 miliar)
Jumlah laba (rugi) Rp49,3 miliar (Rp21,6 miliar)

Riwayat Kinerja

Industri otomotif menjadi salah satu industri yang terdampak paling parah akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga berimbas pada pelaku usaha di dalamnya. Tak terkecuali BOLT.

Namun, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, BOLT telah menunjukkan kinerja yang kurang impresif. Pada rentang 2018–2019, penjualan BOLT turun 3,5%. Bahkan, laju penurunan laba bersihnya lebih dalam, yakni 32%.

Berikut ini rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sejumlah komponen kinerja BOLT periode 2018 hingga 2019:

Komponen CAGR 2018-2019
Penjualan -3,5%
Ekuitas 3,1%
Total Aset -3,5%
Laba bersih -32%
Total liabilitas -12%

Tingkat pertumbuhan dalam dua tahun terakhir mencerminkan bisnis BOLT kurang baik. Kemampuan perusahaan dalam bertahan selama pandemi Covid-19 menghadapi tantangan yang besar.

Track Record Pembagian Dividen

BOLT membagi dividen sebesar Rp75 miliar atau Rp32 per saham untuk tahun buku 2017. Jumlah dividen yang dibagi tersebut merupakan 80% dari laba bersih BOLT pada 2017 sebesar Rp92,22 miliar.

Pembagian dividen kala itu patut diapresiasi mengingat terjadi kenaikan bahan baku sejak kuartal II tahun 2017. Pertumbuhan sektor otomotif kala itu juga melambat.

Setahun berselang, BOLT membagikan dividen sebesar Rp28,1 miliar atau Rp12 per saham. Jumlah ini merupakan 37,44% dari laba bersih BOLT tahun 2018.

Sayangnya, pada tahun buku 2019, BOLT memutuskan tidak membagikan dividen karena adanya rencana melakukan pengembangan usaha.

Berikut adalah besaran pembayaran dividen BOLT beberapa tahun terakhir:

Tahun Dividen per Saham Jumlah yang dibayarkan (miliar)
2017 32 75
2018 12 28,13
2019

Bagi suatu emiten, pembayaran dividen yang rutin menjadi nilai tambah tersendiri. Pasalnya, tidak banyak emiten yang mampu membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya secara konsisten.

Prospek Bisnis BOLT

Meski terdampak cukup parah akibat pandemi Covid-19, BOLT optimistis bisa membukukan kinerja yang lebih baik tahun ini dibanding tahun lalu. Untuk tahun ini, BOLT menargetkan pertumbuhan topline sekitar 30% dibanding realisasi tahun 2020. Target lainnya adalah margin laba bersih atau net profit margin (NPM) sekitar 5%–10%.

Optimisme BOLT ini juga didorong dari optimisme pelaku industri otomotif. Tahun ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sendiri menargetkan penjualan mobil dari pabrikan ke diler (wholesales) sebanyak 750 ribu unit atau naik sekitar 40,97% dibanding realisasi nasional tahun lalu.

Terkait investasi, BOLT berencana melakukan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp20 miliar. Belanja modal ini akan digunakan untuk penambahan fasilitas baru.

Fasilitas tersebut rencananya dipergunakan untuk produk baru. Proses produksi produk baru ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin eksisting.

Sampai awal tahun ini, industri otomotif Indonesia perlahan bangkit. Memang, kondisinya belum seperti dalam keadaan normal. Sejumlah insentif dari Pemerintah turut membantu pertumbuhan industri otomotif.

Harga Saham

Pada tanggal 22 Maret 2021, saham BOLT tercatat pada kondisi pembukaan Rp730, penutupan sebelumnya Rp780, penawaran (offer) Rp750, penawaran (bid) Rp0, harga terendah Rp730, harga tertinggi Rp770, volume 36.400 (saham), nilai transaksi Rp26.658.500, frekuensi 57, dan EPS Rp-13. Dengan begitu, rekomendasi saham BOLT adalah jual.

Meski industri otomotif menunjukkan sinyal positif di awal tahun ini, namun beberapa variabel lain masih menjadi tantangan besar bagi pelaku industrinya, termasuk BOLT. Bagi investor yang berorientasi jangka pendek, maka opsi jual saham BOLT adalah opsi yang wajar.

Tertarik berinvestasi saham di industri otomotif ini? Beli sekarang juga saham pertamamu di Ajaib! Mulai dari Rp100 ribu, kamu sudah bisa mulai berinvestasi dengan mudah kapan dan di mana saja. Yuk mulai berinvestasi hari ini di Ajaib!

Artikel Terkait