Reksa Dana

Perbedaan Reksa Dana Pasar Uang dan Pendapatan Tetap

Ajaib.co.id – Dalam dunia investasi, instrumen reksa dana bisa jadi menarik bagi mereka yang memiliki profil risiko kecil, menengah dan tinggi. Pada dasarnya, instrumen investasi ini bekerja dengan cara menghimpun dana dari masyarakat yang lalu akan dikelola oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Produk reksa dana dibagi menjadi lima bagian yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran dan reksa dana indeks.

Namun, pada kesempatan ini akan dibahas mengenai dua produk reksa dana yang mengandung risiko rendah, yakni reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Reksa Dana Pasar Uang

Ini adalah produk investasi di mana manajer investasi akan mengalokasikan dana dengan mayoritas komposisi pada penempatan dana di deposito perbankan, sertifikat bank Indonesia dan obligasi yang memiliki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Karena risikonya yang rendah, imbal hasil yang ditawarkan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Namun, pertumbuhan aset dalam produk ini biasanya relatif stabil dan tidak bergerak fluktuatif.

Karenanya, produk ini cocok untuk dijadikan sebagai salah satu penempatan dana darurat dengan tujuan investasi jangka pendek yang diperlukan dalam waktu genting. Reksa dana ini juga likuid dan mudah dicairkan umumnya dalam tempo waktu 2 hari kerja bursa melalui instruksi.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Berbeda dengan produk sebelumnya, reksa dana pendapatan tetap adalah produk investasi di mana manajer investasi akan menempatkan dana mayoritas pada instrumen obligasi dan sebagian kecil di instrumen pasar uang.

Jika imbal hasil yang diberikan produk sebelumnya cenderung stabil, maka berbeda dengan reksa dana pendapatan tetap yang bisa jadi bergerak fluktuatif terbatas meskipun tidak terlalu volatil seperti halnya reksa dana saham.

Dengan begitu, reksa dana pendapatan tetap menjadi cocok bagi mereka dengan profil risiko menengah dengan tujuan investasi yang juga memiliki jangka waktu menengah yakni 3 sampai 5 tahun. Sama seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap juga likuid dengan proses penarikan rata-rata 2 hari setelah instruksi penarikan.

Performa Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Mengutip dari keterangan yang disajikan oleh Infovesta, salah satu pusat informasi reksa dana, seluruh reksa dana mencetak kinerja imbal hasil yang positif pada minggu ketiga bulan lalu.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,25 persen sementara kinerja reksa dana pasar uang naik sebesar 0,09 persen selama sepekan. Adapun, obligasi pemerintah dan obligasi korporasi mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen dan 0,15 persen.

Baru-baru ini, Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang kini berada di level 4 persen.

Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), ekonomi dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan negatif -4,9 persen. Sedangkan, Indonesia diproyeksikan akan terkontraksi sebesar -0,3%.

Investor asing pun masih berhati-hati dan masuk ke pasar obligasi di Indonesia yang didukung dengan angka Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia selama satu minggu lalu mengalami kenaikan tipis sebesar 1,08 persen menjadi 127,41.

Sedangkan, angka kepemilikan asing di SBN (surat berharga negara) secara month to date hingga 15 Juli 2020 hanya mengalami kenaikan tipis sebesar Rp1,84 triliun. Angka tersebut jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang mencatatkan kenaikan kepemilikan asing sebesar Rp11,89 triliun.

Mengingat instrumen reksa dana berbasis saham yang masih perlu pengawasan lebih lanjut karena volatilitasnya yang tinggi, reksa dana pendapatan dianggap masih menjadi alternatif investasi menarik bagi investor karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana berbasis pasar uang di tengah tren penurunan suku bunga.

Perbedaan Performa Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Meskipun secara month to month, kinerja reksa dana pasar uang dan reksa dana sangat terpaut angka yang cukup jauh. Namun, jika menilik dari data kinerja reksa dana berdasarkan pergerakan sepanjang tahun berjalan atau year to date, perbedaannya tidaklah terlalu signifikan.

Sejak perdagangan awal tahun, reksa dana pasar uang bergerak relatif stabil dengan kenaikan sebesar 2,54 persen sedangkan reksa dana pendapatan tetap mengungguli dengan pertumbuhan 2,74 persen atau hanya terpaut 0,2 persen saja.

Mengutip dari sumber Bisnis.com, Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengungkap bahwa obligasi korporasi menjadi pilihan manajer investasi karena imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan Surat Utang Negara (SUN).

Sejalan dengan penurunan suku bunga acuan yang berbuntut pada turunnya suku bunga deposito, reksa dana bakal menjadi opsi bagi para investor untuk melabuhkan dana investasinya.

“Produk reksa dana yang bisa mirip dengan deposito salah satunya reksa dana pendapatan tetap, selain reksa dana pasar uang. Jadi reksa dana kita selalu berharap punya kontribusi yang terus meningkat di pasar obligasi korporasi ini,” ujarnya.

Berikut daftar produk reksa dana pasar uang dengan pertumbuhan paling tinggi secara MoM 17 Juli 2020:

1.    PNM Dana Likuid 0,88 persen

2.    Mega Dana Kas – 0,62 persen

3.    Mega Dana Kas Syariah – 0,62 persen

4.    Sucorinvest Sharia Money Market Fund – 0,55 persen

5.    PNM Pasar Uang Syariah – 0,54 persen

Berikut daftar produk reksa dana pendapatan tetap dengan pertumbuhan paling tinggi secara MoM 17 Juli 2020:

1.    Mandiri Investasi Obligasi Nasional – 4,22 persen

2.    Foster Fixed Income – 2,99 persen

3.    Syailendra Strategic Income Fund – 2,44 persen

4.    Bahana Prime Income Fund – 2,30 persen

5.    Mega Dana Pendapatan Tetap – 2,17 persen

*tidak termasuk reksa dana dengan asset under management (AUM) kurang dari Rp10 miliar.

Nah, bicara tentang reksa dana, Ajaib juga menawarkan layanan investasi reksa dana yang bisa diakses secara online melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play Store dan Apple Store yang aman dan terjangkau.

Bermitra dengan 23 manajer investasi terbaik, Ajaib juga sudah mengantongi izin perantara pedagang efek dan izin agen penjual efek reksa dana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sumber: BI Pangkas Suku Bunga, Bagaimana Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap? dan Ini Daftar Reksa Dana dengan Return Paling Tinggi 1 Bulan, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait