Saham

Fluktuatif Dalam Investasi Saham dan Cara Menyikapinya

Ajaib.co.id – Fluktuasi sendiri bisa diartikan dengan labil atau berubah-ubah. Ya, nilai saham bisa berubah nilainya. Kadang kala naik, kadang kala turun. Kadang kala naiknya cepat, kadang kala naiknya lambat. Kadangkala turunnya cepat, kadang kala turunnya lambat. Sedangkan fluktuatif adalah kondisi yang bersifat fluktuasi. Jika memang seperti itu, lalu bagaimana sebaiknya Anda menyikapinya? 

Fluktuasi Saham tidak bisa dipungkiri mengganggu ketenangan para investor dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih lagi jika Anda adalah investor pemula. Mendapati portofolio yang kompak berwarna merah adalah mimpi yang sangat buruk. 

Tetapi ada hal penting yang harus selalu Anda ingat. Dengan memilih saham sebagai instrumen investasi, pasti Anda sudah memikirkan dampak keputusan yang sudah Anda pilih. Artinya Anda pastinya sudah sangat paham seberapa fluktuatif investasi saham. 

Nah, dari pada Anda pusing memikirkannya, kenapa tidak mencari solusinya saja. Dengan demikian Anda akan lebih bijak dalam menghadapi fluktuasi saham yang terkadang bisa membuat tiba-tiba sangat bahagia dan selang beberapa menit berubah menjadi stres. 

Penyebab Harga Saham Fluktuatif

Naik turunnya harga saham tentunya bukan tanpa sebab. Banyak investor yang sukses berinvestasi pada portofolio saham. Namun tidak sedikit juga yang menderita kerugian. Umumnya sewaktu melakukan jual beli saham mereka kurang memperhatikan faktor penyebab naik turunnya harga saham. 

Pada hakikatnya harga saham bersifat fluktuasi. Artinya harga saham bisa naik dan bisa juga turun. Sebenarnya sama halnya dengan harga barang atau berbagai komoditas di pasar. Namun bagi sebagian investor, pergerakkan harga saham yang naik turun seperti ini justru merupakan seni dalam berdagang. 

Kenapa? Karena di sanalah terdapat potensi capital gain atau keuntungan dari jual beli saham. Sebab jika pasar statis justru kurang menarik minat para investor. Khususnya para investor jangka pendek atau trader

Semua investor pasti akan sangat senang jika melihat pergerakan saham yang sudah dibelinya menunjukkan tren naik. Biasanya ditunjukkan dengan warna hijau. Sebaliknya, jika sahamnya berwarna merah berarti harga saham turun. 

Dalam kategori ekonomi, naik turunnya saham merupakan hal yang sangat lumrah. Kondisi ini disebabkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Artinya jika permintaan tinggi maka harga pun akan naik. Sebaliknya, jika penawaran tinggi, harga secara otomatis akan turun. 

Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, sebenarnya ada beberapa faktor yang mampu mempengaruhi naik turunnya harga saham suatu perusahaan. Faktor tersebut bisa diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang timbul dari dalam perusahaan. Sementara itu faktor eksternal adalah faktor yang bersumber dari luar perusahaan. 

Namun terlepas dari itu semua, sebenarnya ada hal yang justru sangat fundamental untuk diketahui. Apalagi jika bukan cara untuk menghadapinya. Sebab tahu faktor penyebab saham bergerak fluktuatif tidaklah cukup selama Anda tidak tahu bagaimana cara menyikapinya. 

Cara Menghadapi Fluktuasi Saham

Keadaan seperti ini tidak jarang membuat sebagian investor merasa trauma sehingga tidak berani lagi melakukan investasi di pasar saham. Namun cobalah untuk tidak berpikir depresif di tengah terpaan tidak berujung seperti ini. Lebih baik menerima fakta jika bidang ini memang tidak ada yang pasti. 

Mungkin saja saat ini portofolio Anda berwarna merah. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa hari ke depan Anda mendapati portofolio berubah warna menjadi hijau. Nah, untuk menghadapi saham yang bersifat fluktuasi, cobalah beberapa tips berikut ini: 

Investasi di Valuasi Lebih Murah

Untuk investor domestik, pada saat ada penurunan nilai pada saham, cobalah untuk menambah investasi pada valuasi yang lebih murah. Alasannya adalah tindakan seperti ini berpotensi besar untuk meningkatkan imbal hasil Anda kedepannya.  

Sebab pada saat indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan, maka yang akan turun pertama kali adalah saham-saham yang memiliki fundamental buruk. Atau saham-saham yang fundamentalnya bagus namun valuasinya mahal. 

Sementara itu untuk saham yang valuasinya murah, meskipun akan ikut terseret arus penurunan, cenderung lebih mampu mempertahankan posisinya. Atau seringkali justru mengalami kenaikan harga. 

Cuci Gudang di Periode Bullish 

Pada saat Anda memasuki periode bullish, yang bisa dilihat dari rata-rata PER-nya yang cukup tinggi (yakni 19 atau 20 kali), disarankan sedikit demi sedikit mulai mengurangi portofolio saham. Ada baiknya untuk mulai mengumpulkan cash

Sementara itu ketika IHSG mulai memperlihatkan penurunan (biasanya lebih besar dari 2 per harinya), itu merupakan pertanda jika periode bullish sudah hampir menemukan titik akhir. 

Pada momen inilah dikatakan sebagai momen paling tepat untuk melakukan penjualan beberapa portofolio saham Anda. Sebelum Anda memasuki periode bearish. Hal penting yang harus selalu diingat adalah seluruh momen tadi biasanya terjadi dalam jangka waktu minimal satu bulan.  

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan periode-periode tersebut juga akan terjadi selama dua sampai dengan lima bulan. Namun sebelum Anda mempraktikkan tips yang satu ini, ingat jika tips ini hanya berlaku untuk kejadian koreksi musiman biasa. Artinya tidak ada penyebab fundamental dibaliknya.

Selalu Persiapkan Kas

Investor pemula umumnya cenderung tamak dan terbutakan. Kemudian dengan sangat ceroboh memasukkan semua dananya untuk investasi saham. Padahal hal seperti ini ada baiknya tidak dilakukan. 

Alasannya adalah selain Anda memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi sesegera mungkin, ketika pasar saham mengalami penurunan, Anda hanya bisa meringis karena harta kekayaan Anda juga ikut turun.

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur basah mengalokasikan semua hartanya untuk investasi saham? Untuk Anda yang masuk dalam kategori ini, ada satu tips yang bisa Anda praktikkan. Dalam situasi ini coba usahakan untuk membatasi kerugian dengan cara stop loss

Maksudnya adalah miliki uang untuk membeli saham di harga yang jauh lebih rendah. Sementara itu ketika harganya terus menurun dan diperkirakan sampai menyentuh bottom, barulah lakukan buyback

Dari ulasan singkat di atas ada hal paling penting yang harus selalu Anda ingat. Investasi saham termasuk jenis investasi yang memiliki risiko yang cukup besar. Sehingga Anda harus siap menghadapi semua kemungkinan risiko yang akan terjadi. Pasalnya investasi jenis ini bergerak fluktuatif. 

Kamu juga bisa menggunakan platform investasi saham Ajaib yang telah digunakan lebih dari 1 juta pengguna di Indonesia. Ajaib memiliki fitur bermanfaat untuk investor pemula seperti fitur Ajaib Alert untuk mengetahui kapan waktu terbaik membeli dan menjual saham, fitur Competitive Ranking untuk mengetahui kondisi fundamental perusahaan dengan industri sejenis, dan News Highlight berupa rangkuman saham-saham disorot media ternama. Yuk, mulai berinvestasi saham bersama Ajaib!

Artikel Terkait