Saham

Strategi Menyusun Portofolio Saham Demi Profit Maksimal

Strategi Menyusun Portofolio Saham Demi Profit Maksimal

Ajaib.co.id – Memiliki portofolio saham sudah seharusnya dilakukan oleh kamu yang ingin menjadi investor, apalagi jika kamu menjalankan kegiatan investasi secara individual. Kamu harus banyak belajar dan banyak melakukan strategi jitu agar investasimu menghasilkan profit yang maksimal.

Portofolio saham di sini maksudnya adalah susunan saham yang kamu miliki. Ketika berinvestasi kamu diperbolehkan memiliki beberapa saham yang berbeda.

Warren Buffet juga melakukan strategi ini. Ia tidak hanya memiliki saham Coca-Cola, tapi banyak perusahaan lain yang sahamnya ia miliki. Bahkan, hampir semua saham itu menghasilkan untuknya, jadi wajar saja ia menjadi salah satu orang paling kaya di dunia.

Tapi tentunya kamu tidak boleh asal dalam memilih saham. Di sinilah strategi membangun portofolio saham yang baik perlu kamu ketahui. Kamu pasti inginnya selain menguntungkan, saham-saham yang kamu miliki itu memiliki risiko yang kecil sehingga kamu pun bisa tertidur dengan nyenyak.

Langkah-Langkah Menyusun Portofolio

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menyusun portofolio saham yang bagus adalah sebagai berikut:

1. Menentukan tujuan dan jangka waktu

Investasi akan lebih ideal jika memiliki tujuan yang pasti. Tujuannya tentu berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan kepentingan. Bisa saja uang hasil investasimu digunakan untuk membangun rumah, membangun bisnis di masa depan, lalu digunakan untuk jalan-jalan. Semua hal itu ada di tanganmu.

Kamu dapat memilih investasi jangka panjang dan pendek. Jangka pendek biasanya lebih dikenal dengan istilah trading. Keuntungan trading mungkin jauh lebih sedikit ketimbang investasi jangka panjang, tapi jika kamu ingin punya target dan tujuan yang lebih cepat, trading cocok untuk kamu jalankan.

Jadi, lagi-lagi ini sesuai dengan kepentingan. Isi portofolio saham milikmu akan dipengaruhi oleh pemilihan jangka waktu ini.

2. Menentukan profil investor seperti apakah kamu

Ada investor yang kalem, dan lebih memilih mencari aman. Biasanya investor tipe ini tidak berani mengambil risiko lebih jauh lagi. Dan ini sangatlah wajar karena memang sesuai dengan karakter orangnya.

Ada lagi investor yang sangat bersemangat dan tidak ragu menggelontorkan modal yang besar untuk meraih keuntungan setinggi-tingginya.

Memang pada dasarnya semakin banyak yang kamu modalkan, semakin banyak pula keuntungan yang akan didapatkan. Namun, investor seperti ini harus siap rugi karena risiko yang diambilnya memang tinggi. Pada dasarnya mereka yang punya sifat seperti ini, memang sudah siap uangnya hilang.

Profil investor ini juga bisa memengaruhi isi portofolio saham milikmu. Untuk tipe konservatif mungkin kamu akan lebih memilih saham-saham yang harganya terlihat stabil. Dan untuk tipe investor yang agresif akan memilih saham-saham yang harga diawal mungkin rendah, tapi mereka percaya suatu saat harganya bisa naik dan mendatangkan profit berlipat pada mereka.

3. Menyesuaikan dengan modal yang dimiliki

Sekarang siapa saja bisa melakukan investasi dari modal yang paling minim sekalipun. Dari modal yang minim kamu tetap bisa menghasilkan keuntungan. Jika kamu punya modal yang cukup besar, kamu bisa saja menghabiskan modal itu untuk berinvestasi.

Namun, yang lebih aman tentunya mengalokasikan modal dengan hati-hati. Untuk diawal sebaiknya kamu melakukannya perlahan terlebih dahulu untuk beradaptasi. Jadi, semuanya bisa disesuaikan dengan modal dengan melihat langkah nomor satu dan dua.

Jika kamu adalah seorang trader akan lebih baik modal yang kamu gunakan untuk transaksi hanya sekitar 30% dari modal secara keseluruhan. Trading cukup berisiko tinggi karena harga saham yang setiap harinya naik-turun secara signifikan. Untuk itu kamu perlu bermain cantik di sini.

4. Menyeimbangkan risiko dan return

Banyak yang tidak menyadari bahwa penyeimbangan antara risiko dan return ini perlu dilakukan. Terutama untuk kamu yang punya saham lebih dari satu jenis.

Akan sangat bagus apabila kamu memilih saham yang nilai harganya stabil digabungkan dengan saham yang bisa kamu lihat potensi harganya akan naik di masa depan. Contohnya seperti value stock dan juga growth stock.

Mengapa kamu harus memiliki keduanya? Agar portofoliomu seimbang. Jadi, misalnya saham satunya mengalami kerugian, akan ditutupi dengan keuntungan yang didapatkan saham lain.

Penyeimbangan ini harus dipantau agar kamu tidak terlena dengan yang didapatkan. Akan cukup berbahaya jika kamu mengalami kerugian terus yang lebih besar dibandingkan keuntungan yang didapatkan.

5. Lakukan diversifikasi investasi

Agar portofolio saham terlihat lebih baik lagi, tidak ada salahnya melakukan diversifikasi investasi. Ada investasi properti yang bisa kamu jalankan karena dapat mendatangkan penghasilan pasif padamu, ada investasi emas yang bisa membantumu ketika ekonomi negara sedang tidak stabil karena biasanya harga emas akan cenderung naik, ada obligasi yang bunganya jauh lebih tinggi dibandingkan deposito.

Bermacam-macam investasi tersebut bisa kamu andalkan sembari menjalankan investasi saham. Tujuan dilakukannya diversifikasi adalah untuk mengurangi risiko yang ada di hadapanmu. Ini strategi yang bisa kamu lakukan, selain pilihan-pilihan di atas.

Jika kamu berhasil menerapkan langkah-langkah di atas, portofolio sahammu pun akan terlihat menjanjikan dan rapi. Di sinilah maksud dari portofolio saham yang tidak boleh asal-asalan karena semua harus diperhitungkan secara saksama. Untuk membangun portofolio yang rapi memang membutuhkan waktu, dan modal yang cukup, kamu bisa melakukannya secara perlahan dengan terus memantau apa saja yang terjadi di pasar. Intinya jangan sampai kecolongan agar risiko dan return posisinya bisa selalu seimbang.

Ajaib menyediakan investasi reksa dana dan trading saham terpercaya yang bisa kamu jalankan sesuai dengan pilihanmu. Jangan ragu menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Terkait