Investor Saham Pemula, Saham

Trader Vs Investor Saham, Mana yang Sesuai Buat Kamu?

Trader Vs Investor Saham, Mana yang Sesuai Buat Kamu?

Ajaib.co.id – Trader vs investor saham, keduanya memiliki kesamaan dalam hal mencari keuntungan. Tetapi prakteknya memiliki perbedaan yang menentukan pada hasil kedepannya.

Perbedaan paling mencolok terletak pada jangka waktunya. Durasi ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelakunya untuk memperoleh keuntungan. Tentunya, pelakunya wajib membuat rencana dari bekalan analisa yang dilakukan untuk meraihnya.

Pada kesempatan kali ini, Ajaib akan berbagi informasi mengenai prinsip dari keduanya. Kemudian, seperti apa strateginya serta mana yang terbaik untuk kamu? Jadi, mari simak informasinya di bawah ini.

Investasi Saham

Investor saham ialah pelaku yang mencari keuntungan dari emiten dengan cara membeli saham dan menjualnya di kemudian hari. Penjualan produk saham ini diharapkan bisa memberi keuntungan maksimal. Untuk meraihnya, pelakunya perlu membuat strategi yang terencana agar tidak kehilangan profit.

1. Prinsip Investasi Saham

Secara umum, investasi saham merupakan pengumpulan sesuatu menjadi sebuah aset. Aset ini disimpan sesuai waktu yang ditentukan. Kemudian, aset tersebut akan dijual kembali pada waktu yang dijadwalkan dengan harapan bisa meraih keuntungan.

Sederhananya, kamu sebagai investor hanya akan menggunakan prinsip buy and hold. Jenis saham yang potensial akan berkembang atau meningkat nilainya akan dibeli sesuai modal yang dimiliki. Setelah itu disimpan dalam jangka waktu pendek atau panjang. Minimal disimpan sekitar 1 tahunan.

Setelah mencapai waktunya, investor akan mulai melepas sahamnya di pasaran. Terkadang, ada juga yang melepasnya lebih awal dengan catatan bahwa emiten yang dimilikinya sudah mencapai target. Begitupun sebaliknya jika emitennya mulai memburuk, atau diluar dari ekspektasi dan prediksi dari awal.

2. Strategi Investasi Saham

Dalam kegiatan investasi saham, tentunya pelakunya wajib memiliki keterampilan dalam menganalisa. Analisa ini sangat penting untuk dijadikan pengambilan keputusan akhir. Yaitu apakah akan melakukan pembelian saham atau tidak.

Investor tidak akan main-main dalam memutuskannya. Hanya beberapa jenis saham yang dipkamung mampu menunjang kesehatan keuangan perusahaan yang akan dipilih. Dalam hal ini, keuntungan dari saham adalah tujuan utama.

Contoh saham yang dibeli oleh investor adalah properti. Properti menjadi salah satu investasi saham yang memberikan hasil cukup bagus. Secara, kenaikan harga dari properti jauh lebih cepat. Hanya saja, pemilihannya harus tepat sehingga kenaikan harga yang diharapkan bisa sesuai targetnya.

Trader

Pada prinsipnya, trader vs investor saham memiliki kemiripan. Yakni sama-sama melakukan pembelian saham, kemudian melepasnya ketika keuntungan mulai didapatkan. Hanya saja, perbedaannya terletak pada jangka waktunya.

Investasi saham sudah dijelaskan sebelumnya. Prinsipnya ialah membeli saham dan diakumulasikan dalam bentuk aset. Aset ini disimpan beberapa tahun, sampai akhirnya dilepas sesuai kondisinya.

Sementara trading ini lebih erat dengan perdagangan saham. Trader menggunakan prinsip buy and sell. Keduanya sama-sama bisa menghasilkan keuntungan.

Dengan menyediakan modal cukup, trader akan mulai mencoba melakukan buy dari pergerakan saham. Misalnya saat saham turun, trader akan membelinya dalam jumlah sebesar-besarnya untuk disimpan.

Sebaliknya bila saham mulai naik, trader akan mulai menjualnya di pasaran. Hasil penjualan inilah yang kemudian menghasilkan keuntungan yang begitu besar.

Intinya, trader akan selalu mencermati kondisi pasar. Kondisi pasar di suatu negara akan berubah-ubah. Ini menghasilkan pergerakan nilai dari sebuah saham yang ada di pasaran.

Masalahnya, perubahannya begitu cepat. Misalnya jika trader membuka posisi pembelian saham dan saham ternyata mengalami kenaikan grafik, trader akan mengantongi banyak sekali saham. Sebaliknya jika membuka posisi buy tapi sahamnya turun, modal yang dimiliki akan terkuras habis.

Dan pergerakan seperti ini bisa terjadi dalam hitungan menit. Trader bisa mengantongi keuntungan maupun kerugian dalam jumlah besar dalam hitungan menit. Untuk itulah, kecermatan dalam menganalisa pasar serta kemampuan mengendalikan emosi harus dimiliki agar kegiatan trading bisa menghasilkan.

Mana yang Terbaik untuk Dipilih?

Faktanya, trader vs investor saham sama baiknya. Keduanya sama-sama membuka jalan untuk memperoleh keuntungan. Hanya saja, menganalisa dan memprediksi pasar harusnya dilakukan sebaik mungkin untuk meminimalkan kerugian.

Mengenai mana yang perlu dipilih, ini bergantung pada tujuan kamu. Jika kamu menginginkan hasil yang lebih cepat, trading menjadi pilihan yang sangat bijak.

Kamu tidak perlu menunggu waktu sampai 1 tahun atau lebih untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Cukup sediakan modal yang cukup, lalu gunakan untuk trading di platform trading yang tersedia.

Mengenai keuntungannya, kamu bisa mendapatkan keuntungan sangat besar melebihi investasi saham. Dan waktunya lebih singkat. Tidak memerlukan waktu berbulan-bulan dengan catatan kamu mampu menganalisa pasar dan tepat melakukan transaksi.

Sementara bagi kamu yang memiliki kecenderungan untuk menyimpan saham dengan harapan valuenya meningkat di tahun depan, maka investasi saham adalah pilihan yang lebih baik. kamu tidak perlu melakukan transaksi berkali-kali untuk melakukan pembelian ataupun penjualan saham.

Kamu hanya perlu membeli saham sesuai jumlah modal yang dimiliki. Setelah saham terakumulasi, simpan sampai beberapa tahun. Yakni sesuai dengan jangka waktunya semisal 1, 3 atau 5 tahunan.

Ketika mencapai waktunya, kamu tinggal melepaskan saham tersebut pada pihak lainnya. Jika nilai saham kamu meningkat, potensi keuntungan akan didapatkan. Semakin baik nilainya, semakin besar keuntungannya.

Yang perlu diingat ialah kamu perlu menentukan jenis saham yang memang memiliki value terus meningkat di tiap tahunnya. Harapannya ialah aset yang didiamkan tidak mengalami penurunan harga. Terkecuali mengalami kendala seperti krisis atau terjadi bencana yang menyebabkan aset menurun harganya.

Bagi yang berminat untuk mulai menjadi investor saham, kamu bisa memulainya melalui Ajaib. Sebab kini Ajaib sudah menyediakan fitur trading atau jual beli saham. Untuk memulainya, silahkan kamu ikuti langkah-langkah yang ada di dalam link ini.

Selain investasi saham, di Ajaib kamu juga bisa memilih investasi reksa dana dengan return dan risiko yang lebih kecil. Ini sangat cocok bagi kamu yang ingin belajar investasi dan baru mulai terjun ke dunia investasi. Di mana reksa dana tidak berisiko tinggi dan kamu pun akan dibantu oleh manajer investasi dalam mengelola dana di dalam Ajaib.

Demikianlah yang bisa disampaikan tentang trader vs investor saham. Masing-masing menawarkan kelebihan dalam memperoleh keuntungan. Hanya saja, prinsip dan waktunya saja yang berbeda.

Artikel Terkait