Investasi

ROI: Rumus dan Cara Perhitungannya untuk Calon Investor

ROI: Rumus dan Cara Perhitungannya untuk Calon Investor

Ajaib.co.id – Sebagai calon investor, kamu wajib tahu perhitungan ROI rumus. ROI atau Return on Investment adalah istilah yang akan kamu sering kamu temui ketika sudah masuk ke dunia investasi. Pengertian yang paling mudahnya ROI merupakan rasio tingkat pengembalian dana yang kamu alokasikan pada suatu investasi. ROI merupakan singkatan dari Return of Investment.

Pengertian ROI

Mungkin ROI istilahnya tidak sepopuler laba dan rugi, padahal perhitungannya tetap harus ada. Perhitungan ROI tetap dibutuhkan karena beberapa alasan. Yang membutuhkan tidak hanya pihak perusahaan, tapi calon investor sepertimu juga sebaiknya mengetahui tentang ROI ini.

ROI menurut istilah KBBI adalah tingkat pengembalian dana investasi yang diberikan pada nasabah atau seseorang yang menanamkan modalnya. Sedangkan, dalam istilah bisnis, ROI sering digunakan untuk mengidentiifikasi adanya potensi rasio keuangan atau rasio profitabilitas yang diperoleh selama melakukan investasi. Namun, bagi eksekutif maupun manajer ROI adalah sebuah proyek maupun usaha karena ROI akan menunjukkan seberapa sukses usaha yang dijalankan tersebut.

Dari berbagai pengertian di atas, ROI digunakan untuk mengukur pengalokasian dana tentunya karena ingin mendapatkan keuntungan. Namun, bukan berarti kamu mendapatkan keuntungan, lalu semuanya selesai. Ada baiknya kamu mengetahui berapa persen keuntungan yang didapatkan dari sebuah aktivitas bisnis perusahaan yang kamu tanamkan modalnya.

Semakin besar persentase keuntungan yang kamu raih, kamu pun jadi tahu bahwa modal yang kamu tanamkan pada suatu perusahaan itu dikelola dengan baik atau tepat pada sasaran.

Selain itu ROI yang menunjukkan angka melebihi modal awal membuktikan bahwa proyek yang dijalankan suatu perusahaan berjalan dengan sukses. Jadi, ROI rumus juga harus diketahui oleh pemegang proyek atau pemilik perusahaan.

Cara Menghitung ROI Rumus

Dengan melakukan perhitungan ROI, maka kamu bisa melihat rasio keuntungan yang didapat oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu dari aktivitas bisnis yang dilakukannya. Rumus ROI sebenarnya cukup sederhana. Kita bisa menghitungnya dengan rumus seperti ini:

ROI = [(Total penjualan bersih – investasi) : investasi] x 100%

Jangan lupa dikalikan 100% karena ROI ini biasanya memang dalam bentuk persentase. Semakin besar persentasenya, berarti semakin besar laba atau keuntungan yang didapatkan bisnis atau perusahaan dari investasi. Formula jelasnya dapat kamu lihat di bawah ini.

Sekarang coba kita perhatikan contoh kasus sebagai berikut. Ini adalah perhitungan secara sederhananya. Kamu melakukan investasi sebesar Rp20.000.000 ke sebuah usaha. Lalu, usaha itu ternyata menghasilkan penjualan sebesar Rp25.000.000. Maka rumus ROI-nya adalah sebagai berikut

ROI = [(25.000.000 – 20.000.000) : 20.000.000] x 100%

ROI = 5.000.000/20.000.000 x 100%

ROI = 25%

Jadi, total rasio ROI-nya adalah 25%

Dengan perhitungan rumus di atas, diketahui bahwa tingkat ROI yang kamu dapatkan adalah 52% yang artinya bernilai positif.

ROI yang bernilai positif menandakan bahwa total biaya investasi dapat dikembalikan. Sedangkan, jika ROI bernilai negatif, artinya pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutup biaya investasi yang dikeluarkan.

Hal-hal yang Mempengaruhi Besarnya ROI

ROI rumus dipengaruhi oleh beberapa faktor, tapi yang perlu diingat adalah pengusaha sebaiknya sudah menentukan ROI sebelum proyek dimulai.

Penentuan ROI ini bisa menjadi target yang membuat pengusaha jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan sekian, maka usaha yang harus dilakukan sebesar apa, semuanya ditargetkan sejak awal.

Target bisa saja melenceng dari awal. Akan sangat bagus jika target ROI lebih besar dari yang sudah ditentukan sebelumnya. Ketika besar ROI tidak ada sama sekali alias berlaku minus, barulah pengusaha melakukan evaluasi secara terperinci mengapa usaha mereka kali ini tidak mencapai target.

Perusahaan yang sudah mendapatkan modal diharuskan langsung menggunakan modal tersebut untuk aktivitas bisnisnya. Hal itu akan memberikan stimulus perputaran aktiva yang lebih cepat. Jika perusahaan bisa menggunakan dana yang diterima secara tepat dan cepat, perusahaan bisa menerima return dalam waktu yang diinginkan.

Lalu, hal yang mempengaruhi ROI rumus adalah profit margin yang dihitung dari jumlah total penjualan produk bisnis secara keseluruhan dikurangi dengan seluruh biaya operasional yang digunakan untuk berjalannya proyek. Dengan mengetahui profit margin, kamu bisa menghitung persentase ROI secara pasti.

Manfaat Mengetahui Persentase ROI

ROI rumus bukan sekadar rumus yang berisi angka-angka tak bermakna. Maknanya justru akan sangat berpengaruh bagi jalannya proyek ke depan.

Bagi pengusaha, mengetahui besarnya ROI dapat membuatnya meyakinkan investor untuk menambah modal di proyeknya. Proyek itu akan menjadi lebih besar, dan keuntungan yang didapat lebih melimpah jika investor memutuskan untuk menambah modal karena melihat potensi dari proyek perusahaannya.

Selain itu pengusaha bisa menilai kinerjanya sendiri. Keberhasilan suatu perusahaan bukan hanya mendapatkan berbagai macam penghargaan yang berkaitan dengan bisnis di luar sana, tapi juga didapat dari laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan sebagai bentuk pertanggung jawaban.

Dari sana pemilik perusahaan bisa tahu seberapa efisien perusahaannya dalam menggunakan modal. Dia juga bisa mengevaluasi bagian mana yang bisa dipangkas untuk mengurangi modal yang terbuang sia-sia.

Semuanya diperhitungkan dari ROI. Jadi, perusahaan pun wajib mencantumkan ROI pada laporan keuangannya. Bagi kamu yang ingin menjadi investor di sebuah perusahaan, jangan ragu untuk menanyakan target ROI yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Dari sana kamu bisa mengira-ngira berapa modal yang akan diberikan kepada perusahaan tersebut, berapa saham yang layak kamu beli untuk kepentinganmu dan mereka.

Dengan mengetahui ROI yang pernah didapatkan perusahaan itu sebelumnya, kamu juga akan mendapatkan gambaran bahwa perusahaan ini punya proyek yang bagus dan manajemen keuangan yang baik sehingga bisa kamu pertimbangkan untuk membeli sahamnya.

Konsep dan Langkah Utama Pengukuran ROI

Sebelum menggunakan rumus ROI, di bawah ini adalah beberapa konsep dan langkah yang harus kamu lakukan, agar perhitungan dan analisisnya lebih jelas dan tepat.

1. Pelajari rumus yang digunakan perusahaan

Untuk memulai konsep dan langah-langkah pengukuran rumus roi, ada beberapa angka yang dibutuhkan untuk memulai perhitungan, yaitu:

  • Harga Pokok Penjualan (HPP): Biaya untuk menghasilkan produk atau jasa secara fisik.
  • Investasi Pemasaran
  • Pendapatan

Setiap perusahaan pasti memiliki cara yang berbeda untuk menghitung angka-angka di atas. Untuk itu kamu perlu memastikan rumus seperti apa yang digunakan perusahaan.

2. Tetapkan ambang atau sasaran ROI

Menurut Corporate Finance Institute, sebelum menggunakan rumus ROI, kamu juga perlu menentukan terlebih dulu sasaran ROI untuk seluruh anggaran dan masing-masing tujuan. Sehingga, kamu dapat mengontrol anggaran jumlah investasi secara lebih kuat.

Jika kemungkinan investasi yang kamu ikuti tidak berjalan dengan baik, lebih baik kamu berhenti berinvestasi di sana dan simpan uang investasi lain.

3. Tetapkan marketing budget dengan tepat

Selanjutnya adalah dengan menetapkan marketing budget atau anggaran pemasaran. Jika sudah memiliki sasaran ROI dan target pendapatan/laba tahunan, kamu dapat menghitung jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk pemasaran. Dengan begitu, kamu dan perusahaan akan lebih yakin untuk mengeluarkan jumlah uang yang tepat untuk memenuhi tujuan bisnis.

4. Hitung ROI menggunakan rumus yang tersedia

Langkah terakhir adalah menghitung ROI dengan rumus yang sudah dijelaskan di atas, kamu perlu melacak dan kemudian tingkatkan hasil yang telah didapat. Apakah sudah sesuai dengan sasaran atau masih belum.

Seperti itulah gambaran sederhana untuk menghitung ROI. Walaupun ROI hanya dihitung oleh pengusaha, tapi sebaiknya investor juga mengetahui bagaimana cara kerja ROI ini agar bisa mendapatkan gambaran seberapa besar perusahaan membutuhkan modalnya.

Banyak penilaian yang harus investor lakukan agar modal yang ia miliki itu digunakan oleh perusahaan yang tepat. Tentunya kamu tidak ingin modal yang diberikan pada perusahaan tidak menghasilkan apa-apa atau mengalami kerugian. Semua itu agar perusahaan dan investor sama-sama mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

Jika kamu ingin berinvestasi dengan modal yang lebih minim, kamu bisa memulainya di Ajaib. Ajaib menyediakan produk-produk reksa dana menarik yang bisa mendatangkan keuntungan padamu. Jangan ragu untuk menghubungi kami.

Artikel Terkait