Analisa Saham

Panen Kontrak Baru, Saham APEX Siap Diburu

Ajaib.co.id – PT Apexindo Pratama Duta Tbk didirikan pada Tanggal 20 Juni 1984. Emiten ini mulai melantai di bursa saham Tanggal 10 Juli 2002 dengan kode saham APEX. Sektor usahanya dibidang pertambangan dengan kegiatan usaha meliputi jasa drilling atau pengeboran baik di darat maupun di lepas pantai, serta jasa-jasa lainnya yang terkait.

PT Apexindo Pratama Duta Tbk merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang bergerak pada bidang pengeboran lepas pantai serta pengeboran darat untuk industri minyak, gas, panas bumi, dan coal bed methane. Perusahaan ini telah bekerja untuk berbagai perusahaan energi terkemuka antara lain Pertamina, Chevron, Santos, dan VICO Indonesia.

Komitmen perusahaan untuk menyediakan kualitas layanan tanpa kompromi membuat banyak klien puas dan bekerja sama dalam jangka panjang.

Kinerja PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) cukup konsisten selama beberapa dekade. Sertifikat mutu telah dikantongi dan berbagai penghargaan telah diraih. Tidak heran jika kepercayaan klien pun terbangun sehingga bisnis perusahaan ini semakin berkembang dengan banyaknya kontrak kerja sama baru.

Bisa dibilang, Tahun 2021 ini APEX panen kontrak kerja baru dengan nilai yang cukup besar. Hal ini membangun optimisme perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan Tahun 2021. Melihat prospek bisnisnya yang cerah, apakah saham APEX cukup menarik untuk dikoleksi? Mari kita bedah saham APEX.

APEX Raup Laba di Kuartal Pertama Tahun 2021

Dikutip dari Bisnis.com, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang bisa diatribusikan pada entitas induk sebesar USD1 juta pada kuartal pertama Tahun 2021. Padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya, emiten ini menanggung kerugian senilai USD7,12 juta.

Tahun 2021 ini APEX optimistis dapat meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung dengan berhasilnya perusahaan memenangkan sejumlah tender yang pengerjaannya dimulai Tahun 2021 ini.

Setidaknya ada tiga kontrak baru yang diperoleh APEX. Perusahaan mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dari Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore, dan Pertamina Hulu Energy Anggursi.

Yang terbaru, APEX berhasil memenangkan tender pengadaan barang dan jasa senilai Rp1,22 triliun dari Pertamina Hulu Mahakam. Tender ini untuk pengerjaan pengeboran laut di wilayah lepas pantai Mahakam, Kalimantan Timur.

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menargetkan dapat mengutilisasi seluruh rig offshore secara penuh pada tahun ini. Target ini dapat terwujud dengan dukungan pemerintah untuk memastikan realisasi semua program pengeboran yang dijadwalkan tahun ini.

APEX Berhasil Meningkatkan Kinerja Keuangan dalam Tiga Tahun Terakhir

Pada Tahun 2017 dan 2018, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membukukan kerugian. Namun kinerja keuangan mulai meningkat pada tahun berikutnya. Di Tahun 2020, walaupun pendapatan menurun, perusahaan mendapatkan pendapatan operasi yang cukup besar sehingga berhasil membukukan laba.

APEX berhasil melewati masa krisis ekonomi saat pandemi tanpa harus menanggung kerugian seperti banyak perusahaan lainnya. Hal ini karena emiten ini berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan dan melakukan efisiensi dalam setiap lini perusahaan. Sehingga kinerja keuangan secara keseluruhan lebih baik dibandingkan tahun 2017 dan 2018.

Rasio keuangan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) termasuk baik dibandingkan emiten lain di sektor industri yang sama. Nilai Gross Profit Margin(GPM) APEX sebesar 44,9% masuk sepuluh besar yang terbaik di perusahaan sektor pertambangan.

Berikut data rasio lainnya dari Tahun buku 2020.

Analisa Saham APEX dan Prospek Bisnis Jangka Panjang

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) telah membuktikan puluhan tahun kualitas dari pelayanan yang ditawarkan. Hal ini membangun kepercayaan dari pihak-pihak yang pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan ini. Sehingga APEX bisa mendapatkan kontrak-kontrak baru ke depannya dan prospek bisnisnya terbilang baik.

Saat ini APEX telah memulai spud in untuk sumur Barakuda-1X milik PT Pertamina Hulu Energi Anggursi di laut Jawa. Perseroan memastikan seluruh rig dalam kondisi yang baik dan siap bekerja optimal. Tambahan pekerjaan yang diterima akan berdampak positif terhadap tingkat utilisasi serta meningkatkan pendapatan perseroan.

Meskipun menampakkan kinerja keuangan yang baik, APEX jarang membagikan dividen kepada para investor. Terakhir kali emiten ini membagikan dividen kepada para investor adalah pada Tahun 2007 sebesar Rp57 per lembar saham.

Harga saham APEX pernah sampai angka di atas Rp4.000 per lembar saham pada Tahun 2012. Namun ketika terjadi krisis ekonomi akibat pandemi, harga saham APEX sempat menyentuh 89 rupiah per lembar sahamnya pada Bulan Mei 2020. Saat ini, harga saham APEX di kisaran 800-1000 per lembar saham.

Dengan banyaknya sentimen positif, saham APEX melambung sampai 80% selama Bulan Mei 2021. Kapitalisasi pasar mencapai lebih dari 2 triliun dan PER sebanyak 38,63 kali. Tak dapat dipungkiri bahwa saham ini sedang diminati oleh para investor.

Harga saham APEX belum terlalu mahal, walaupun sudah tidak murah lagi. Price to Book Value(PBV) saham APEX sebesar 1,23 masih tergolong standar dibandingkan emiten lain di sektor yang sama, Nilai earning per share (EPS) juga cukup baik yakni sebesar 21,98.

Jika mengamati fundamental perusahaan dan pergerakan harga saham APEX, dapat disimpulkan bahwa saham ini layak dikoleksi. Lakukan analisis mendalam dan pelajari sentimen yang terjadi yang dapat memengaruhi fluktuasi harga saham APEX. Lakukan transaksi pembelian pada momen yang tepat.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait