Analisa Saham

Lepas Suspensi, Bagaimana Analisis & Prospek Saham ARTI?

Ajaib.co.id – PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) awalnya bernama PT Arona Bina sejati yang merupakan perusahaan industri manufaktur wooden modern yang memproduksi perabot dan kelengkapan rumah tangga. Perusahaan ini didirikan pada Tanggal 31 Maret 1993.

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) mulai melantai di bursa saham pada Tanggal 30 April 2003 dengan harga saham sebesar Rp500 per lembar saham saat IPO. Saat ini, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) begerak pada sektor industri pertambangan dengan kegiatan utama meliputi investasi di bidang energi seperti minyak dan gas.

Selain itu, perusahaan ini juga melakukan kegiatan usaha di bidang real estateyang meliputi pengembangan, penyewaan, dan pengelolaan properti.

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) memiliki beberapa anak perusahaan antara lain PT Lekom Maras yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan properti, PT Bangadua Petroleum yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas, serta PT Ratu Prabu Tiga yang bergerak di bidang pengembangan, penyewaan, dan pengelolaan properti.

Saham ARTI sempat mengalami suspensi dan kondisi ekuitasnya negatif. Sebenarnya bagaimana kinerja keuangan PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) dalam tiga tahun terakhir? Masih cerahkah prospek bisnisnya? Masihkah saham ARTI layak dikoleksi?

Pendapatan Semakin Anjlok, Nilai Ekuitas ARTI Masih Minus

Pendapatan bersih PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) mengalami penurunan sebesar 78,94% (yoy) pada kuartal tiga Tahun 2020. ARTI hanya dapat mengumpulkan pendapatan bersih sebesar Rp30,05 miliar hingga kuarta tiga Tahun 2020.

Padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya, ARTI masih dapat mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp142,69 miliar.

Pendapatan bersih yang diperoleh ARTI sebagian besar berasal dari jasa konsultan perminyakan dan tenaga ahli yaitu sebesar Rp25,69 miliar. Selain itu, ARTI juga mengumpulkan pendapatan dari penyewaan rig dan peralatan minyak sebesar Rp3,6 miliar serta jasa perminyakan lainnya sebesar Rp753,2 juta. ARTI juga memperoleh pendapatan dari penyewaan bangunan dan jasa terkait senilai Rp309 ribu.

ARTI sempat membukukan laba bersih pada kuartal pertama Tahun 2020, namun prestasi tersebut tidak dapat dipertahankan pada kuartal berikutnya. Per kuartal ketiga Tahun 2020, ARTI masih membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp5,74 miliar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Sampai dengan akhir kuartal ketiga Tahun 2020, nilai ekuitas PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) masih minus sebesar Rp105,41 miliar. Total aset yang dimiliki ARTI hingga kuartal ketiga Tahun 2020 adalah sebesar Rp0,92 triliun.

Kinerja Keuangan Menurun Sejak Sebelum Krisis Ekonomi

Selama pandemi di Tahun 2020, banyak perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan. Operasional perusahaan mengalami hambatan karena lesunya perekonomian karena adanya pembatasan aktivitas untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19.

Apakah kinerja keuangan ARTI mengalami penurunan akibat pandemi? PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) memang sempat membukukan laba bersih untuk Tahun 2017 dan 2018. Namun, total pendapatan perseroan merosot tajam pada Tahun 2019 sehingga harus menanggung rugi bersih. Sehingga sebelum pandemi pun kinerja keuangan ARTI sudah mengalami penurunan.

Berikut data keuangan PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) untuk Tahun 2017, 2018, dan 2019.

Jika dilihat dari beberapa rasio keuangannya yang bernilai negatif, kondisi bisnis ARTI memang sedang tidak sehat. Nilai Gross Profit Margin (GPM) ARTI sebesar -64,66% merupakan yang terburuk dibandingkan 52 emiten pada sektor yang sama.

Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Bagaimana Prospek Bisnis ARTI ke Depannya? Masihkah Saham ARTI Layak Dikoleksi?

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) bergerak pada industri pertambangan dengan komoditas utama minyak dan gas. Seperti diketahui, harga komoditas tersebut bersifat fluktuatif dan mengikuti harga pasar dunia.

Berbagai sentimen dapat memengaruhi naik dan turunnya harga minyak dan gas. Ini artinya pendapatan perusahaan sedikit banyak akan tergantung dengan harga komoditas di pasar internasional.

Kabar baiknya, pendapatan utama ARTI bukan hanya dari penjualan minyak dan gas, melainkan dari jasa konsultan dan tenaga ahli. ARTI juga melakukan diversifikasi bisnis ke bidang properti. Sehingga prospek bisnis ARTI secara keseluruhan masih cukup baik.

Selama saham ARTI diperdagangkan di bursa, emiten ini belum pernah membagikan dividen kepada investor. Ini menjadi pertimbangan tersendiri karena bisa jadi perusahaan memang tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba yang cukup untuk dibagikan sebagai dividen.

Jika dilihat dari data terakhir terakhir, laporan keuangan PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) menunjukkan ekuitas negatif. Rasio keuangan perusahaan juga banyak yang menunjukkan angka negatif. Sehingga kita perlu waspada jika ingin investasi pada perusahaan ini.

Saham ARTI sudah parkir di harga gocap alias lima puluh rupiah per lembar saham sejak empat tahun lalu, yaitu sejak Tahun 2017. Tidak ada yang mengetahui kapan saham ini akan bangkit kembali.

Meskipun harga saham ARTI sangat murah dengan nilai price to book value (PBV) saham ARTI hanya 0,24, kamu perlu berhati-hati jika ingin mengoleksi saham ini. Apalagi volume transaksi saham ini sangat rendah bahkan nol transaksi. Dikhawatirkan nanti kamu bisa masuk, tetapi tidak bisa keluar.

Kamu bisa mengamati dan melakukan riset terlebih dahulu jika ingin mengoleksi saham ARTI. Pelajari juga berbagai sentimen yang memengaruhi pergerakan harga saham ini. Tunggu momen yang tepat agar kamu dapat memanfaatkan peluang dari saham ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait