Asuransi & BPJS, Pensiun

Mengenal Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Lebih Dekat

jaminan pensiun

Ajaib.co.id – Kebanyakan orang masih menyamakan program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan dengan Jaminan Hari Tua (JHT). Padahal keduany merupakan dua program yang berbeda untuk tenaga kerja di Indonesia. Bahkan mekanismenya terbilang berbeda meskipun sama-sama memberikan perlindungan sosial bagi pesertanya.

BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan transformasi dari Jamsostek merupakan program perlindungan tenaga kerja yang dihadirkan oleh pemerintah beberapa waktu belakangan. Kepesertaannya bersifat wajib bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia. Meski demikian, program ini memang belum terlalu populer.

Kebanyakan hanya paham soal JHT, itu pun karena saldonya yang bisa segera dicairkan segera setelah kita berhenti bekerja. Padahal ketika terdaftar dalam asuransi sosial maka setidakya gaji yang kira dapat akan mengalami dua jenis potongan. Pertama untuk iuran JHT dan kedua untuk iuran jaminan sosial ini.

Meskipun dari segi bahasa keduanya sama-sama merujuk pada dana yang bisa digunakan masa senja nantinya namun sebenarnya sangat berbeda. Bahkan bisa dikatakan jika kedua program ini berlaku di masa hidup yang berbeda pula. Agar tak salah kaprah, yuk simak lebih jauh soal program ini!

Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, Beda Lho dengan JHT

Jaminan pensiun yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan ternyata merupakan produk yang terbilang baru dari BPJS Ketenagakerjaan. Produk BPJS ini baru dikeluarkan pada tahun 2015 dan yang wajib mengikutinya adalah perusahaan menengah ke atas. Karena itu memang tidak semua tenaga kerja terdaftar dalam program ini.

Penjamin hari tua ini berbeda dengan produk-produk BPJS Ketenagakerjaan lainnya seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Mengacu pada situs resminya, jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Manfaat pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia. Program Jaminan Pensiun diselenggarakan oleh badan penyelenggara jaminan sosial yang dibentuk dengan Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2004). Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2011 di bentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan).

Regulasi ini pula yang mengatur perbedaannya dengan program Jaminan Hari Tua (JHT) yang jauh lebih populer itu. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentaang jaminan pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan:

1. Berbeda dengan Jaminan Hari Tua

Persamaannya adalah sama-sama iuran dibayarkan oleh perusahaan untuk bekal tua karyawannya. Namun kedua jaminan ini sebenarnya punya perbedaan yang nyata. Jaminan Hari Tua bisa diambil kapan saja ketika sudah memasuki masa habis bakti pada perusahaan. Fungsinya seperti dana darurat yang bisa diambil sekaligus.

Namun, jaminan pensiun adalah simpanan yang nantinya akan dibayarkan kembali pada karyawan yang sudah pensiun per bulannya. Fungsinya sama seperti gaji. Jadi, kedua jaminan ini sama pentingnya.

2. Memiliki Manfaat yang Nyata

Manfaat dari jaminan pensiun adalah kamu tidak perlu repot-repot memikirkan hari tuamu yang akan mendapatkan uang setiap bulannya dari jaminan ini. Uang tersebut akan didapatkan sampai yang memiliki jaminan meninggal dunia.

3. Punya Batas Minimal Iuran 15 Tahun

Kamu yang mendaftar untuk ikut dalam program Jaminan Pensiun diberikan kewajiban minimum mengikuti program pembayaran iuran selama 15 tahun. Itu artinya selama bekerja, kamu wajib membayar iuran selama 15 tahun ke depan. Namun tenang saja karena iuran ini sebagian besar akan dibayari oleh perusahaan di mana kamu bekerja.

4. Jaminan Pensiun Bisa Diberikan kepada Ahli Waris

Jika karyawan yang mengikuti jaminan ini meninggal sebelum masa pembayaran minimum 15 tahun, maka uang jaminan pensiun akan tetap dibayarkan kepada istri atau anak yang menjadi ahli. Aturannya sama seperti Jaminan Pensiun pada umumnya, para ahli waris akan mendapatkan uang per bulannya hingga mereka meninggal dunia. Jadi, bisa dikatakan jaminan ini bermanfaat juga untuk mereka yang menjadi ahli waris peserta.

5. Jaminan Pensiun tidak Bisa Diberikan dalam Kondisi Tertentu

Ada orang-orang yang tidak bisa mendapatkan penjaminan ini dikarenakan alasan yang bermacam-macam. Namun, meski begitu uang dari iuran program akan tetap dibayarkan, tapi pembayarannya diakumulasikan dari iuran yang sudah dibayarkan.

Misalnya ketika peserta sudah memasuki masa pensiun, tapi tidak memasuki masa minimum pembayaran selama 15 tahun, maka pembayarakan akan dilakukan secara sekaligus. Lalu mengalami cacat total minimal setelah sebulan menjadi peserta, lalu peserta yang meninggal dunia kurang dari setahun setelah menjadi peserta.

6. Ketika Melakukan Klaim Pastikan Tahu Tentang Jenis Klaimnya.

Ketika karyawan berhak mendapatkan hasil dari Jaminan Pensiun, peserta harus tahu klaim yang akan dilakukannya. Klaim-klaim tersebut adalah Klaim Manfaat Pensiun Hari Tua, ini yang paling umum. Lalu ada Klaim Manfaat Pensiun Karena Cacat. Ada juga Klaim Manfaat Pensiun Bagi Janda/Duda, Klaim Manfaat Pensiun Bagi Orangtua, Klaim Manfaat Pensiun Bagi Anak. 

Manfaat Program Jaminan Pensiun, Bukan Hanya Bagimu tapi Juga Keluarga

Setelah memahami sejumlah perbedaanya itu, kamu seharusnya menyadari bahwa JP punya manfaat yang tak kalah pentingnya. Bahkan bisa dikatakan dalam jangka panjang, manfaatnya jelas jauh lebih banyak. Jika kamu belum terdaftar sebagai pesertanya mungkin saatnya kamu mempertimbangkannya.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut adalah 11 manfaat dari program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan antara lain:

1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia;

2. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%) yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali;

3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta:

meninggal dunia bila masa iuran kurang dari 15 tahun, dimana masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau

meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.

4. Manfaat Pensiun Anak (MPA)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, atau bekerja, atau menikah dengan kondisi peserta antara lain:

meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80% dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau

meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau

Janda/duda yang memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.

5. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)

Manfaat yang diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80%.

6. Manfaat Lumpsum

Peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:

Peserta memasuki Usia Pensiun dan tidak memenuhi masa iur minimum 15 tahun

Mengalami cacat total tetap dan tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta dan minimal density rate 80%.

Peserta meninggal dunia dan tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta dan minimal density rate 80%.

7. Manfaat Pensiun diberikan berupa manfaat pasti yang ditetapkan sebagai berikut:

Untuk 1 (satu) tahun pertama, Manfaat Pensiun dihitung berdasarkan formula Manfaat Pensiun; dan

Untuk setiap 1 (satu) tahun selanjutnya, Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun tahun sebelumnya dikali faktor indeksasi.

8. Formula Manfaat Pensiun adalah 1% (satu persen) dikali Masa iur dibagi 12 (dua belas) bulan dikali rata-rata upah tahunan tertimbang selama Masa Iur dibagi 12 (dua belas).

9. Pembayaran Manfaat Pensiun dibayarkan untuk pertama kali setelah dokumen pendukung secara lengkap dan pembayaran Manfaat Pensiun bulan berikutnya setiap tanggal 1 bulan berjalan dan apabila tanggal 1 jatuh pada hari libur, pembayaran dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.

10. Dalam hal peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yang bersangkutan diperkerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun.

11. Penerima manfaat pensiun adalah peserta atau ahli waris peserta yang berhak menerima manfaat pensiun.

Jadi, sudah tahukah apa manfaat dan karakteristik dari jaminan pensiun bpjs ini. Coba cek lagi kepesertaannmu untuk memastikan apakah kamu sudah terdaftar di dalamnya atau belum.

Artikel Terkait