Analisis Saham, Saham

Kinerja Bisnis Mulai Membaik, Saham KAYU Menarik Dilirik

Sumber: Darmi Bersaudara

Ajaib.co.id – PT Darmi Bersaudara Tbk (kode saham KAYU) adalah perusahaan yang telah berdiri pada tanggal 03 Juni 2010. Perusahaan kemudian memulai beroperasi secara komersial pada tahun 2010.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan tercatat ruang lingkup kegiatan emiten saham KAYU yakni, bergerak dalam bidang perdagangan, pengangkutan, pembangunan, jasa, pertanian, perbengkelan, dan percetakan. Perseroan saat ini menjalankan kegiatan bisnis dalam bidang perdagangan melalui produk utamanya berupa produk kayu olahan.

Perusahaan pun menyewa 2 (dua) pabrik yang memproduksi kayu olahan di Gresik. KAYU telah mengekspor produknya ke berbagai negara di wilayah India, Nepal, Tiongkok, Australia, dan beberapa negara di Eropa.

Kemudian, pada tanggal 25 Juni 2019, KAYU mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan tersebut untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PT Darmi Bersaudara TBK (KAYU) kepada masyarakat sebanyak 150.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp150,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 Juli 2019.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham KAYU.

Bisnis KAYU di Q3 2020 Tunjukkan Perbaikan

Tak dapat dipungkiri, merebaknya virus COVID-19 di 2020 telah menekan kinerja PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU). Pandemi sudah berimbas terhadap bisnis KAYU yang menyusut. Salah satu penyebabnya, India yang merupakan negara tujuan ekspor utama perusahaan KAYU ini menerapkan lockdown pada Maret 2020. Dampaknya KAYU tidak dapat melakukan ekspor ke India.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga semester pertama tahun 2020, perusahaan tersebut mencatatkan penjualan sebesar Rp29,3 miliar. Namun, harus menelan rugi bersih sebesar Rp628,8 juta. 

Kerugian yang harus ditanggung perusahaan ini disebabkan oleh biaya-biaya yang terus berjalan atau terus dikeluarkan. Sementara penjualan mengalami penurunan drastis sehingga perseroan mulai mengalami kesulitan likuiditas pada periode triwulan II 2020.

Kemudian pada kuartal III/2020, perusahaan terlihat mengalami perbaikan kinerja bisnis. KAYU berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp49,9 miliar. Perolehan ini mengalami kenaikan sebesar 81,7% dari periode yang sama tahun 2019 di mana penjualan sebesar Rp27,5 miliar. 

Perusahaan juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,9 juta. Capaian ini memang merupakan laba yang kecil. Karena terhitung mengalami penurunan yang drastis dibandingkan dengan laba kuartal III/2019 yang mencapai Rp3,1 miliar. Anjloknya laba perusahaan di tahun 2020 lantaran perusahaan harus menelan beban dan biaya operasional yang tinggi dan terus berjalan. 

Bisnis MPPA Meningkat Sejak IPO di 2019

Sebelum kondisi pandemi COVID-19 merebak, kinerja PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) terus mengalami pertumbuhan sejak IPO pada tahun 2019. Terlihat pendapatan bersih dan laba tahun berjalan di 2019 tumbuh naik Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam jutaan rupiah).

Data tersebut hanya tersedia sejak 2018, karena perseroan baru melakukan IPO pada 2019.

Laporan Laba Rugi20192018
Penjualan bersih43.73937.623
Laba kotor6.5496.395
Laba tahun berjalan3.2991.853

Dari data tersebut, secara penjualan KAYU mengalami kenaikan pada 2019. Begitupun perolehan laba tahun berjalan perusahaan. 

Pada 2015 – 2018 Perseroan adalah salah satu eksportir kayu olahan dengan fokus pemasaran Asia Selatan, khususnya India dan Nepal. Kemudian, pada 2019, Perseroan menjajaki penjualan produk utama ke pasar Korea Selatan dan Australia dengan menawarkan produk kayu olahan Anti Slip (varian lantai kayu).

Pada 2019, perusahaan terhitung mengalami peningkatan secara kinerja bisnis. Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan pada 2019 mencapai 16%. Dari Rp37,6 miliar pada 2018 menjadi Rp43,7 miliar pada 2019. Selain itu, dari segi perolehan laba juga mengalami peningkatan sebesar 78%. Dari laba Rp1,8 miliar pada 2018 menjadi Rp3,2 miliar pada 2019.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis KAYU saat ini sedang sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA3,31%
ROE4,48%
NPM8,00%
CR3,68x
DER0,35x

Bagaimana Prospek Bisnis KAYU Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) mengutarakan optimismenya kalau prospek bisnis penjualan atau trading kayu log dan produk kayu di tahun 2021 ini akan membaik. Optimisme bisnis ini sejalan dengan pasar ekspornya yakni India yang sudah mulai membaik. 

Dengan begitu, perusahaan mengharapkan permintaan pasar akan produk-produk kayu milik perusahaan juga akan menguat di tahun ini

Pada tahun ini upaya dan rencana bisnis KAYU untuk memulihkan penjualan ke pasar ekspor yakni, India dan Nepal serta memperluas jaringan pemasaran perseroan. 

Menurutnya, perseroan masih tetap berfokus pada pasar di India dan Nepal. Sehingga memang belum mau mencoba masuk ke negara lain karena adanya risiko bisnis yang lebih besar di masa pandemi COVID-19 seperti ini.

Hingga saat ini porsi penjualan ekspor dan domestik dari produk KAYU masing-masing sebesar 90% dan 10%. Untuk penjualan domestik berupa penjualan produk sisa pengolahan.  Pada tahun lalu penyusutan pasar India dinilai perusahaan tidak begitu berdampak signifikan terhadap penjualan Darmi Bersaudara. 

Perseroan kembali optimis target penjualan tahun ini  bisa mengalami kenaikan hingga 100% yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut manajemen hal ini akan bisa lebih mudah tercapai apabila kondisi ekonomi India dan dunia membaik. Apalagi jika perseroan berhasil melakukan rights issue untuk menambah modal kerja.

Dilihat dari kinerja bisnis perusahaan yang membaik. Serta pemulihan ekonomi yang mulai terjadi. Investor bisa menjadikan alternatif emiten ini untuk dikoleksi sahamnya. Namun, dengan catatan tetap memantau pergerakan saham dan peluang bisnis perusahaan.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait