Analisa Saham, Saham

Kinerja Cukup Moncer, Saham TECH Masih Dihentikan

Sumber: IDX

Ajaib.co.id – PT Indosterling Technomedia Tbk (kode saham TECH) merupakan perusahaan yang berdiri pada tanggal 19 Januari 2011. Perusahaan ini bersama dengan anak usahanya bergerak dalam bidang Teknologi Informasi. Untuk produk yang dihasilkan oleh TECH berupa Pingpoint.co.id, Duitologi.com, Mancode.id , Karirigogo.com, StockMap, Sterling Alpha, Sentinel, Edufecta, LOKAmedia, dan KAWN.

Perusahaan ini tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TECH dengan menggelar penawaran umum pada Rabu (27/5) 2020. Indosterling menawarkan saham perdana di harga Rp160 per saham Adapun jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 251,30 juta saham. Sehingga Indosterling mengantongi dana initial public offering (IPO) Rp40,21 miliar.

Seperti diketahui, Indosterling Technomedia merupakan perusahaan teknologi informasi yang berada di bawah IndoSterling Group. Perusahaan ini mempunyai enam segmen bisnis, yakni digital publishing, hyperlocal directory, point of sales, financial marketing platform, learning management service, dan IT consulting & development.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek TECH adalah Sinarmas Sekuritas. Sedangkan untuk penjamin emisi efek IPO calon emiten ini adalah Phillip Sekuritas Indonesia dan Semesta Indovest Sekuritas.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham TECH

Baru IPO di 2020, Perdagangan Saham dihentikan BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui sudah menghentikan sementara perdagangan saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) mulai sesi I perdagangan pada 11 Januari 2021.

Penghentian sementara itu seiring peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH). Hingga saat ini masih belum ada transaksi saham pada emiten ini berdasarkan data RTI. 

Sebelumnya, perusahan penyedia solusi teknologi secara business-to-business (B2B) ini, PT tidak ingin menyia-nyiakan dana segar yang diperoleh dari hajatan penawaran umum perdana alias initial public offering.

Direktur Utama PT Indosterling Technomedia Tbk, Billy Andrian mengatakan, saat ini perusahaan telah menggunakan sebagian besar dana hasil IPO sebagai modal kerja perusahaan dan entitas anak usaha. Pihaknya telah menggunakan sekitar 75%-80% dari total dana IPO yang  telah didapatkan.

Dengan rincian, setelah dikurangi biaya emisi, TECH telah mengantongi hasil bersih IPO sekitar Rp35 miliar setelah melantai pada 4 Juni 2020 lalu. 

Sebagian besar dari dana yang diperoleh tersebut telah dialokasikan sebagai modal kerja untuk dua entitas anak usaha.  Dengan rincian, 58% untuk PT Technomedia Sarana Semesta yang bergerak di bidang usaha IT consulting and platform development, dan  20% dana hasil penawaran saham perdana dialokasikan ke PT Technomedia Multi Sejahtera  yang bergerak di bidang penyediaan solusi teknologi yang terintegrasi, khususnya di industri food & beverage.

Sementara itu, sekitar 22% sisanya dialokasikan sebagai modal kerja TECH selaku induk usaha.

Kinerja perusahaan pada 2020 sendiri terdapat peningkatan pendapatan usaha sebesar 9,6%. Dari Rp19,6 miliar pada 2019 menjadi Rp21,5 miliar pada 2020. Sementara itu, untuk perolehan laba bersih perusahaan harus turun tipis menjadi Rp1,6 miliar pada 2020 dari sebelumnya laba yang dikantongi mencapai Rp2,8 miliar pada 2019. 

Bisnis TECH Cuan Terus 2 Tahun Terakhir

Emiten teknologi PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) tidak memiliki laporan keuangan yang lengkap untuk dipublikasikan. Karena baru IPO pada 2020 silam. Namun, berdasarkan data dari laporan keuangan BEI, tercatat selama dua tahun terakhir bisnis perusahaan terus tumbuh dan menghasilkan keuntungan.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam jutaan rupiah).

Laporan Laba Rugi20202019
Penjualan bersih21.55219.652
Laba kotor16.97615.679
Laba neto1.6022.848

Dari data tersebut, secara penjualan TECH memang terus mengalami kenaikan per tahunnya. Sementara untuk perolehan laba perusahaan ada penurunan tipis di 2020.

PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) pada 2019 berhasil mencatatkan kinerja positif yang baik. Dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Adapun sepanjang tahun 2019, TECH dan entitas anak membukukan pendapatan sebesar Rp19,65 miliar. Perolehan ini tumbuh 72% bila dibandingkan dengan pendapatan yang didapatkan pada 2018 sebesar Rp11,42 miliar. Adanya kenaikan ini utamanya disebabkan oleh meningkatnya penjualan platform Edufecta dan Pingpoint.

Perolehan pertumbuhan pendapatan yang kuat tersebut memberikan dampak yang positif bagi profitabilitas. Pada 2019  TECH  mencatatkan laba bersih mencapai Rp 2,85 miliar, angka ini bertumbuh pesat dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp13 miliar pada tahun 2018.

Sementara itu, total aset yang dimiliki TECH sebesar Rp25,9 miliar di akhir tahun 2019, yang lebih tinggi dibandingkan dengan Rp 20,2 miliar di tahun 2018. Adapun dari sisi liabilitas tercatat Rp9,9 miliar di tahun 2019, dibandingkan dengan Rp6,4 miliar di tahun sebelumnya.

Perseroan memang berfokus untuk menyediakan solusi teknologi  business-to-business  secara lengkap. Karena perusahaan memiliki visi menjadi perusahaan penyedia ekosistem digital terbesar di Indonesia.

Saat ini  TECH mempunyai enam entitas anak yang mempunyai kegiatan usaha yang terintegrasi. Di antaranya, portal media kawasan Pingpoint, KarirGogo yang menyajikan informasi karir dan kewirausahaan, kemudian ada Mancode yang menampilkan pembahasan gaya hidup pria, dan Duitologi yang berfokus pada berita keuangan. 

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis TECH saat ini sedang sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2020 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2020
ROA2,4%
ROE3%
NPM7,4%
DER23%

Bagaimana Prospek Bisnis TECH Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Untuk bisnis sektor industri digital masih mempunyai prospek yang baik. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, tercatat perkembangannya memang terbilang cepat. Hal ini tidak terlepas dari peran dan dukungan pemerintah dalam memajukan industri digital di dalam negeri.

Kedepannya, perseroan tetap optimis pertumbuhan industri digital akan terus berlanjut pada periode-periode berikutnya. Apalagi dengan adanya pandemi yang membatasi mobilitas dari banyak masyarakat, banyak kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara offline kini harus dilakukan secara online.

Untuk diketahui, TECH juga mempunyai anak usaha yang bergerak di bidang platform direktori UMKM berbasis lokasi, yaitu LOKA media yang hingga saat ini terdapat lebih dari 300.000  business listing  dan lebih dari 100.000  install.  

TECH pun menyediakan platform Sentinel, Sterling Alpha, dan StockMap. Platform ini diciptakan untuk menjawab kebutuhan penyediaan solusi teknologi di sektor finansial. Dalam memanfaatkan peluang di bidang edukasi yang makin berkembang, Perseroan juga menyediakan platform edukasi untuk perusahaan berskala besar dengan merek dagang Edufecta.

Selain itu, perusahaan ini  juga menyediakan aplikasi kasir online KAWN. Dengan sistem Point of Sale (POS) yang saat ini telah mempunyai lebih dari 5.000 pelanggan yang telah terdaftar. Ada Pula anak perusahaan yang menawarkan jasa-jasa terkait bidang IT consulting &  platform development  di bawah naungan PT Technomedia Sarana Semesta.

Namun, saham emiten berkode TECH ini tengah dihentikan sementara. Sehingga belum ada transaksi saham apapun di Bursa Efek Indonesia.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait