Saham

Harga Saham dan Nilai Saham, Apa Hubungan dari keduanya?

harga saham dan nilai saham

Ajaib.co.id – Istilah harga saham dan nilai saham pasti sering kamu temukan ketika mencari berita soal pasar modal. Kedua istilah ini biasanya digunakan dalam satu konteks yang sama. Hanya saja, artinya sangat berbeda satu sama lainnya, jadi jangan sampai kamu salah kaprah..

Ketika mencoba berinvestasi saham, ada banyak yang harus dipelajari oleh investor pemula seperti kita. Salah satu yang utama adalah soal analisis saham dan bagaimana memilih saham yang menguntungkan. Namun sebelum kita menguaraikan lebih jauh, kita juga harus memahami berbagai istilah yang kerap digunakan.

Analisis, berita maupun rekomendasi saham kerap menggunakan istilah yang hanya dipahami oleh kalangan investor saham. Beberapa yang kerap dipakai ialah soal harga saham dan nilai saham itu sendiri. Bagi sebagian kalangan, dua istilah ini mungkin terasa kurang lebih sama.

Kedua kosakata ini sebenarnya berbeda namun maknanya saling berkaitan. Bahkan kamu tidak boleh mengesampingkan satu diantara lainnya sebagai bahan pertimbangan saat memutuskan strategi investasimu.

Memahami Perbedaan Harga Saham dan Nilai Saham Agar Bisa Mendapatkan Manfaatnya

Investasi keuangan dalam hal ini perdagangan saham dan forex menempati posisi unggul dalam jumlah pelaku yang artinya banyak sekali orang yang berinvestasi dalam dunia ini. Maka tak heran apabila semakin banyak orang yang tertarik dan mengenal serta ingin terjun langsung dalam berinvestasi saham.

Sebelum benar-benar terjun untuk menanamkan modal dan bermain pada pasar saham, kamu perlu mengetahui apa itu saham, prosedur, pengertian, nilai dan apa sih hubungan harga saham dan nilai saham. Untuk mengetahui hubungan harga saham dan nilai saham. Ada baiknya kamu pelajari dulu definisi dari saham dan seluk beluknya berikut ini.

Definisi Harga Saham

Definisi dari saham sendiri merupakan hak kepemilikan atas aset suatu perusahaan sehingga bagi sebuah perusahaan, harga saham menjadi titik tolak dari nilai perusahaan yang artinya semakin tinggi harga saham maka semakin baik nilai perusahaan tersebut.

Harga saham didasarkan pada arus kas yang diharapkan bukan hanya pada waktu yang sedang berjalan namun juga pada tahun-tahun mendatang yang artinya menuntut kamu untuk melihat aktivitas perusahaan dalam jangka panjang. Naik dan turunnya sebuah harga saham akan terkait erat dengan naik dan turunnya nilai perusahaan di mata pasar secara umum baik itu dalam bisnis makro atau pun mikro.

Secara makro ekonomi negara, harga saham bisa menjadi sebuah indikasi kondisi ekonomi negara yang bersangkutan dan bidang industri yang digeluti. Nilai rata-rata harga saham total suatu negara yang sedang naik bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi suatu negara tersebut sedang menguat.

Di Indonesia kamu bisa melihat nilai rata-rata harga saham total pada Indeks Harga Saham Gabungan atau disingkat menjadi IHSG. Adapun data terbaru soal harga saham bisa kamu dapatkan lewat berita investasi saham terbaru, aplikasi saham atau broker.

Definisi Nilai Saham

Nilai saham sekilas memiliki makna yang sama dengan harga saham. Hanya saja, nilai saham punya aspek yang lebih luas daripada harga saham. Nilai suatu saham adalah nilai intrinsik dari saham tersebut yang bisa berbeda dengan harganya. Apabila harga saham dibentuk dari minat pasar maka nilai saham dibangun berdasarkan persepsi publik atas emiten yang terkait.

Nilai saham sendiri memiliki empat konsep yaitu nilai nominal, nilai buku, nilai pasar, dan nilai intristik. Nilai nominal merupakan nilai dari setiap saham yang berkaitan dengan hukum, nilai buku merupakan nilai saham menurut pembukuan sebuah perusahaan. Nilai pasar adalah harga saham di bursa efek, dan nilai intrinsik merupakan nilai sebenarnya dari saham.

Nilai saham mempunyai sifat yang lebih luas, jika harga saham hanya berkaitan dengan keseimbangan nilai saham di pasar efek maka nilai saham akan berkaitan dengan penilaian publik terhadap perusahaan tersebut seperti citra perusahaan di mata publik, pendapatan perusahaan, keuntungan pemegang saham, citra produk, pelayanan perusahaan, dan aspek pengabdian kepada masyarakat. Semakin sebuah saham dianggap menguntungkan maka akan semakin besar nilai sahamnya.

Nilai saham memiliki tiga aspek yaitu aspek harga dasar, aspek harga sekarang, dan aspek keuntungan. Berikut penjelasannya:

  • Aspek Harga dasar

Harga dasar merupakan harga yang dikenakan pertama kali ketika saham dilepas ke pasar atau dikenal juga dengan IPO. Harga saham dasar biasanya akan cenderung sangat murah karena beberapa investor saham cenderung mengejar perolehan saham pada harga dasar untuk mengais keuntungan yang optimal. Nilai saham sebuah perusahaan akan dianggap optimal apabila saham sebuah perusahaan dengan citra yang baik bisa didapatkan dengan harga yang sangat murah.

  • Aspek Harga Sekarang

Harga sekarang merupakan harga yang dikenakan untuk membeli sebuah saham dari sebuah perusahaan. Harga sekarang cenderung akan terus bergerak dan berubah selain itu tingkat naik dan turunnya cenderung fluktuatif dari waktu ke waktu. Bagi para investor, nilai saham dinyatakan menguntungkan apabila harga sekarang dari selembar saham berada di atas harga perolehannya sehingga para investor dapat meraih untung dari selisih harga jual dari harga beli.

  • Aspek Keuntungan

Setiap saham merupakan sebuah kepemilikan atas aset perusahaan yang berarti dengan mengantungi beberapa lembar saham maka kamu dapat memiliki beberapa bagian atas aset sebuah perusahaan dan karena itu perusahaan berkewajiban membagikan keuntungan perusahaan tersebut pada investor selaku pemilik aset. Besar pembagian keuntungan tentu saja didasarkan pada rapat umum pemegang saham dengan manajemen perusahaan. Nominal keuntungan yang dibagikan itulah yang disebut sebagai nilai saham.

Dalam sebuah saham tentu kamu akan menemukan nilai wajar saham. Nilai wajar saham atau disebut dengan nilai intristik dipahami sebagai nilai saat ini dari aliran kas masuk yang akan diperoleh secara terus menerus selama suatu perusahaan masih beroperasi dan menjalankan kegiatan usaha.

Saham dan aliran kas berkaitan satu sama lain karena aliran kas yang masuk akan merepresentasikan kemampuan perusahaan untuk memperoleh dan menghasilkan pendapatan dari kegiatan usahanya. Ketika besar pendapatan kas yang masuk maka pencapaian titik balik modal akan semakin cepat dan prospek bisnis juga akan semakin bagus.

Nilai wajar saham atau nilai intristik berbeda dengan harga saham. Bagaimana cara mengetahui nilai saham yang sebenarnya? Ada banyak metode yang dapat kamu gunakan untuk melakukan penilaian saham yaitu dengan valuasi saham.

Valuasi saham merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran pada manajemen perusahaan mengenai estimasi nilai saham yang nantinya digunakan sebagai sebuah rujukan dalam mempertimbangkan keputusan yang terkait dalam kebijakan saham dari perusahaan tersebut.

Dalam valuasi saham kamu bisa melihat apakah saham tersebut tergolong overvalued atau undervalued. Jika harga saham tersebut termasuk overvalued maka nilai pasar merupakan harga yang terbentuk dari permintaan dan penawaran saham di pasar modal yang artinya jika kamu berada pada kondisi seperti ini maka keputusan kamu untuk menjual saham dari perusahaan yang terkait merupakan pilihan tepat agar kamu mempunyai peluang untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan saham tersebut.

Namun jika harga saham sedang berada undervalued maka ada baiknya kamu sebagai investor membeli saham tersebut agar berpeluang mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham di masa yang akan datang. Namun, apabila harga sebuah saham sama dengan nilai intristiknya maka saham tersebut sedang berada di titk seimbang, ada baiknya jika kamu dalam kondisi seperti ini kamu menahan diri untuk tidak melakukan transaksi. Biasanya investor menjualnya sampai adanya gejolak pada harga saham tersebut.

Oleh sebab itu, sebagai seorang investor kamu wajib mengetahui nilai intrinsik sebuah perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham yang kamu miliki. Hal ini dimaksudkan agar kamu tidak menderita kerugian ke depannya jika membeli saham dengan harga yang mahal dari nilai yang sebenarnya (nilai intristik). Jika sudah demikian, maka jelas kamu berhak mendapat keuntungan dari saham yang kamu miliki.

Berinvestasi Saham Lewat Reksa Dana

Memahami harga saham dan nilai saham saja tidak menjamin kamu sukses menjadi investor saham. Butuh banyak pemahaman dan wawasan untuk memastikan dana yang kamu tanamkan membuahkan hasil. Karena tingkat kesulitannya yang tinggi itulah maka saham tidak direkomendasikan untuk investor pemula.

Hanya saja, kamu tetap bisa bergabung dengan pasar saham lewat investasi reksa dana. Reksa dana adalah instrumen investasi yang mengalokasikan dana yang berhasil dihimpun ke berbagai instrumen keuangan yang berbeda.

Ketika kamu membeli reksa dana saham, otomatis kamu sudah ikut ambil bagian dalam membeli saham emite tertentu. Namun kamu tak perlu pusing mengaturnya karena semua transaksikmu akan dilakukan oleh manajer investasi yang berpengalaman.

Tak perlu repot mengkalkulasi harga saham dan nilai saham tertentu karena kamu cuma perlu duduk manis menanti uangmu berkembang nilainya. Reksa dana bisa menjadi solusi bagi investor pemula sepertimu yang tak ingin pusing dengan hal teknis pasar saham namun ingin merasakan hasil manisnya.

Bacaan menarik lainnya:

Fahmi, I., & Hadi, Y. L. (2009). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Bandung: Alfabeta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait