Mengenal Nilai Intrinsik Saham dan Cara Menghitungnya

nilai intrinsik saham
nilai intrinsik saham

Ajaib.co.id – Nilai intrinsik saham merupakan suatu perkiraan atau estimasi nilai saham berdasarkan risiko dan pengembalian yang valid. Secara garis besar, nilai intrinsik adalah nilai yang dapat berdiri sendiri. Nilai intrinsik uang merupakan nilai yang terkandung di dalam uang, seperti nominal hingga bahan pembuatannya.

Nilai tersebut tentunya berbeda-beda, tergantung dari masing-masing uang yang masih berlaku.

Nilai intrinsik saham digunakan untuk mengukur nilai asli dari sebuah investasi yang ada. Maka dari itu, kamu harus mengetahui dasar-dasar investasi terlebih dahulu.

Selain itu, nilai ini dihitung dengan penggunaan berbagai metode analisis fundamental. Metode yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham adalah menjumlahkan seluruh laba dari aset perusahaan.

Penjelasan Nilai Intrinsik Saham

Seperti yang kita ketahui, harga saham selalu diumumkan kepada publik selama setiap hari. Namun, nilai intrinsik saham didasarkan pada analisis yang berbeda.

Nilai intrinsik mengalami kenaikan karena perusahaan telah menginvestasikan labanya, kemudian memperoleh keuntungan.

Harga saham cenderung fluktuatif (naik-turun) seiring dengan perkiraan nilai intrinsiknya. Kamu juga harus memperhatikan, bahwa meningkatkan nilai intrinsik saham akan menaikkan harga rata-rata untuk jangka panjang.

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Saat ini, sudah banyak cara yang bisa digunakan untuk menghitung perkiraan harga wajar dari saham. Hal tersebut sangat penting, karena dapat menjadi pedoman ketika ingin membeli saham.

Jika harga saham sudah melebihi batas wajar, maka sebaiknya menghindari hal tersebut. Sebab, saham itu akan naik lebih sedikit dibanding saham yang harga wajarnya masih kurang.

Berikut ini adalah beberapa metode atau cara yang bisa kamu gunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham:

Metode Komparasi

Membandingkan rasio P/E atau PBV dari suatu saham dengan saham perusahaan lain di industri terkait. Metode ini menjelaskan, bahwa perkembangan perusahaan dalam suatu industri adalah sama.

Misalnya, industri perbankan rata-rata P/E adalah 13, maka saham bank yang P/E nya di bawah 13 adalah saham murah. Dengan catatan, pertumbuhan laba perusahaan ini mirip dengan rata-rata industri.

Discounted Dividend Model

Metode ini berfungsi untuk menghitung nilai sekarang ini dari dividen yang diterima di masa mendatang.

Asumsi yang digunakan oleh metode ini adalah perusahaan selalu membagikan dividennya dari tahun ke tahun. Berikut ini adalah rumus perhitungannya:

Value of Stock = Dividend per Share (Discount Rate – Dividend Growth Rate)

Dividend per Share: dividen per saham.

Discount Rate: pengembalian yang diinginkan.

Dividend Growth Rate: pertumbuhan dividen.

Discounted Cash Flow Model

Metode ini berfungsi untuk menghitung nilai saat ini serta arus kas yang termasuk ke dalam dividen masa mendatang.

Memahami Konsep Margin of Safety dalam Investasi

Margin of Safety merupakan selisih di antara nilai intrinsik saham dan harga jual saat ini. Analisis dari margin ini sangatlah penting, karena dapat mengetahui untung dan rugi dari investasi.

Jika kamu ingin menentukan Margin of Safety, sebaiknya memahami dulu perbedaan dari nilai intrinsik saham (value) dan harga jualnya (price).

Dalam investasi, semakin tinggi Margin of Safety, maka semakin rendah pula risiko yang kamu dapatkan saat berinvestasi saham di perusahaan terkait. Sebaliknya, jika Margin of Safety rendah, maka semakin tinggi pula risikonya.

Nilai dari Margin of Safety ditentukan berdasarkan kondisi dari saham itu sendiri. Jadi, tidak ada patokan nominal nilainya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, besar atau kecilnya Margin of Safety memiliki risiko tersendiri. Misalnya, nilai margin yang terlalu kecil kemungkinan akan ada risiko harga menurun.

Metode ini mewajibkan kamu untuk menetapkan nilai intrinsik saham dari suatu perusahaan. Saat kamu mengetahui harga tersebut, maka dapat menganalisa apakah harga itu ada di bawah atau di atas harga pasar.

Pengertian Valuasi Saham

Penilaian atas nilai intrinsik saham dinamakan dengan valuasi saham. Valuasi ini dilakukan dengan dua cara, yakni valuasi absolut dan valuasi relatif.

Dalam valuasi saham, investor sebetulnya harus cukup menguasai valuasi relatif. Sebab, valuasi relatif antara seseorang dan orang lainnya pasti akan selalu sama. Berikut ini adalah penjelasannya:

Valuasi Relatif Saham

Agar dapat melakukan valuasi relatif saham, kamu bisa mengumpulkan beberapa emiten pada sektor yang sama. Kemudian, buat tabel yang berisi data harga terakhir, jumlah saham yang beredar, laba saat tahun terakhir, hingga ekuitasnya.

Selanjutnya, kamu bisa melakukan kalkulasi Price per Earning Ratio (PER) dan Price per Book Value Ratio (PBV).

Price per Earning Ratio

PER merupakan cara atau metode yang berfungsi untuk membandingkan harga saham saat ini dengan laba yang dihasilkan oleh perusahaan.

Caranya, kamu harus menentukan Earning per Share/EPS dengan metode perhitungan:

EPS: Laba Bersih/Perkiraan Tahun Berjalan atau Jumlah Saham yang Telah Beredar

Setelah itu, kamu bisa menetukan posisi harga saham apakah sudah termasuk mahal atau murah dengan rasio EPS:

PER: Harga per Lembar Saham atau EPS

PER di atas merupakan cara untuk melihat kepastian harga saham dari laba perusahaan. Misalnya, PER tiga kali adalah jika kamu berinvestasi sekarang ini, maka modalnya akan balik dalam waktu tiga tahun ke depan. Semakin kecil PER nya, maka semakin baik.

Metode PER juga memiliki kelemahan, yaitu hanya bisa melihat laba saat ini.

Price per Book Value Ratio

Metode PBV merupakan cara untuk membandingkan harga saham saat ini dengan nilai buku perusahaan. Caranya, kamu harus mengetahui Nilai Buku per Lembar Saham (BVPS) melalui cara:

BVPS: Total Equity atau Total Outstanding Shares

Setelah mendapatkan BVPS, kamu bisa mencari PBV melalui cara:

PBV: Harga per Lembar Saham (BVPS)

Setelah mengetahui cara di atas, pastikan emiten yang diinginkan memang layak dibeli sebelum menerapkan valuasi saham.

Kamu bisa melihat laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, apakah sesuai dengan modal yang dikeluarkan dan konsisten.

Itulah tadi penjelasan mengenai nilai intrinsik saham dan cara perhitungannya. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui nilai wajar saham secara benar.

Bacaan menarik lainnya:

Halim, A. (2005). Analisis Investasi. Jakarta: Alfabeta


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait