Analisa Saham, Saham

Harga Saham ASSA Menguat Sejak Desember 2020, Ada Apa?

Sumber: ASSA

Ajaib.co.idHarga saham ASSA pada April 2020 mulai merosot. Hal tersebut dikarenakan pandemi COVID-19 yang membuat perlambatan ekonomi. Namun Desember 2020, harga saham ASSA kembali menguat didukung dengan kinerja keuangan yang tak terdampak pandemi.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) merupakan perusahaan layanan transportasi yang didirikan pada 2003. ASSA adalah salah satu perusahaan dari Triputra Group. Perusahaan memberikan layanan berupa penyewaan kendaraan untuk korporasi, logistik, layanan juru mudi, hingga penjualan mobil bekas.

Awal berdiri, perusahaan memiliki 819 kendaraan di bawah nama Adira Rent. Per 31 Desember 2019, ASSA mengelola lebih dari 25.964 kendaraan dan 3.946 pengemudi dengan pelanggan lebih dari 1.500 perusahaan di Indonesia. Selain itu, ASSA juga memiliki lebih dari 982 bengkel perbaikan resmi yang didukung layanan 24 jam dari ASSA Solution Center.

Pada November 2012, perseroan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan kode saham ASSA, perseroan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering, IPO) sebanyak 1.360 juta lembar.

Adapun pemegang saham per 31 Desember 2020 adalah PT. Adi Dinamika Investindo dengan porsi kepemilikan 25.08 %, PT. Daya Adicipta Mustika memiliki 19.17 %, Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati memegang 10 %, dan masyarakat dengan 45,82%.

ASSA Mendirikan Perusahaan Reparasi Alat Komunikasi

ASSA melalui anak usahanya, PT Tri Adi Bersama, bekerja sama dengan PT Semangat Bambu Runcing dan FS Electronic Technology Co Limited (non-afiliasi) mendirikan perusahaan patungan, PT Krida Gawai Abadi, Kontan.co.id (30/03/2021).

PT Krida Gawai Abadi adalah perusahaan di bidang jasa reparasi peralatan komunikasi yang didirikan pada 25 Maret lalu. Modal dasar perusahaan ini senilai Rp10 miliar dengan modal disetor Rp2,5 miliar. Sedangkan modal dari PT Tri Adi Bersama sebesar Rp1,7 miliar, yang berasal dari dana internal.

Sekretaris Perusahaan ASSA Hindra Tanujaya mengatakan tujuan perusahaan tersebut PT Tri Adi Bersama ingin mengembangkan kegiatan usaha di luar dari jasa pos komersial. Manajemen berharap PT Krida Gawai Abadi memberikan kontribusi positif bagi ASSA dan mampu bersaing dengan perusahaan lain yang memiliki bidang usaha sama.

Pendapatan ASSA Periode 2020 Tumbuh 30,12%

Sepanjang 2020, ASSA membukukan pendapatan sebesar Rp3,03 triliun atau tumbuh 30,12% secara tahunan dibandingkan 2019 yakni Rp2,32 triliun. Pendapatan tersebut didukung lini bisnis perseroan, bisnis rental tumbuh 1,17%, lini bisnis lelang naik 21,75%, dan bisnis logistik melejit 22,81%.

Kontribusi pendapatan bersumber dari jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar Rp1,26 triliun, jasa pengiriman Rp794,72 miliar, penjualan kendaraan bekas Rp380,56 miliar, jasa sewa juru mudi Rp284,45 miliar, jasa lelang Rp177,74 miliar, dan jasa logistik Rp139,72 miliar.

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto menyatakan jasa pengiriman Anteraja dapat berkontribusi sebesar 24,71% terhadap total pendapatan perseroan. Padahal Anteraja baru beroperasi kurang dari dua tahun. Tahun sebelumnya, jasa pengiriman tersebut hanya menyumbangkan ke total pendapatan sebesar 3,45%.

Meski demikian beban pokok pendapatan justru meroket 41,35% menjadi Rp2,24 triliun dan laba kotor Rp790,11 miliar atau membaik 6,12% yoy. Laba bersih perseroan pun turun menjadi Rp63,89 miliar yoy, tahun sebelumnya Rp91,61 miliar.

Sedangkan untuk total liabilitas sebesar Rp3,73 triliun atau naik sedikit yoy dari Rp3,51 triliun. Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp1,43 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp2,29 triliun. Total aset naik 6,63% menjadi Rp5,17 triliun yoy, tahun sebelumnya Rp4,84 triliun.

Kinerja ASSA

Berdasarkan laman perseroan, assa.id, kinerja ASSA selama lima tahun ini cukup bagus. Sejak 2016 hingga 2020, perseroan selalu membukukan pendapatan yang nilai selalu menanjak. Meskipun hasil laba bersih masih naik turun.

Laporan Laba Rugi20202019201820172016
Pendapatan UsahaRp3,03 triliunRp2,32 triliunRp1,86 triliunRp1,68 triliunRp1,57 triliun
Laba KotorRp790,11 miliarRp738,82 miliarRp598,70 miliarRp516,84 miliarRp456,07 miliar
Laba BersihRp63,89 miliarRp91,61 miliarRp142,24 miliarRp103,30 miliarRp62,15 miliar

Penurunan laba bersih periode 2020 karena beban pokok pendapatan melonjak dari Rp1,58 triliun (2019) menjadi Rp2,24 triliun. Beban umum dan administrasi juga meningkat dari 401,98 miliar (2019) menjadi Rp475,17 miliar.

Sedangkan penurunan 2019 disebabkan perseroan yang baru saja investasi pada lini bisnis jasa pengiriman, Anteraja, dan mengakuisisi balai perusahaan lelang Jepang, PT JBA (PT JBA Indonesia).

Hal tersebut juga bisa terlihat dari rasio NPM yang mengalami penurunan. Namun ROA dan ROE menunjukan sedikit meningkat, karena ada peningkatan pada aset dan ekuitas. Data lengkap mengenai rasio dapat dilihat di laman Ajaib.

Rasio 20202019
ROA0,63%0,40%
ROE2,67%1,77%
NPM2,87%4,74%
CR43,68%52,61%
DER291%295%

Prospek Bisnis ASSA

Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia membuat banyak pelaku bisnis melakukan penyesuaian atau perubahan. ASSA pun demikian.

Bisnis ASSA sedang bertransformasi ke arah sharing economy dan tech-based business, Liputan6.com (19/04/2021). Sebut saja ShareCar sebagai aplikasi sewa mobil mandiri, lelang secara daring di JBA, Caroline sebagai marketplace jual beli mobil, pengembangan inisiatif e-fullfilment atau sharing warehouse melalui Titipaja, serta Bisnisaja sebagai aplikasi yang melayani korporasi.

Ramadan dan Idul Fitri merupakan momen di mana kegiatan logistik meningkat. Manajemen ASSA memproyeksikan adanya penambahan volume pengiriman paket pada Anteraja.

Prodjo Sunarjanto memperkirakan kenaikan segmen logistik sekitar 30%. Meskipun perseroan tak memiliki target khusus. Namun Anteraja siap menghadapi lonjakan volume karena telah didukung sistem teknologi dan kurir yang berjumlah lebih dari 7.500 orang.

Layakkah Saham ASSA Dikoleksi?

Jika dilihat harga saham ASSA pada 21 April 2020, Rp330, dan setahun kemudian menjadi Rp2.180, berarti dalam setahun harga saham telah naik lebih dari 500%. Harga saham mulai naik pada Desember 2020.

Dengan PER 24,76 kali dan PBV 1,68 kali, saham ASSA kayak dikoleksi. Pasalnya kinerja keuangan ASSA pun cukup bagus. Perseroan selalu membukukan pendapatan yang semakin menguat, tetapi liabilitasnya tinggi. Sehingga membuat laba bersih tertekan.

Secara industri, bisnis transportasi belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Walaupun perseroan tidak terdampak pandemi secara langsung. Karena segmen sewa kendaraan ke korporasi bukan transportasi publik. 

Sebaiknya, cek secara teliti mengenai kinerja perseroan jika investor ingin membeli saham ASSA. Semua laporan kinerja perseroan dapat dilihat di laman ASSA, BEI, maupun Ajaib.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait