Dividen Saham MERK Menurun Tahun Lalu, Apa Penyebabnya?

Dividen Saham MERK Menurun Tahun Lalu, Apa Penyebabnya?
Dividen Saham MERK Menurun Tahun Lalu, Apa Penyebabnya?

Saham MERK milik PT Merck TBK yang bergerak di bidang obat-obatan sempat mencuri headline berita finansial pada Desember 2018 setelah memutuskan untuk menurunkan dividen mereka.

Selain kepekaan terhadap dinamika pasar, kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan waktu tepat untuk menjual saham, besaran dividen juga adalah faktor penting yang membedakan saham satu dengan yang lainnya.

Lalu, apa saja faktor yang membuat sebuah perusahaan menurunkan besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham menjadi lebih kecil daripada yang dicanangkan? 

Pengertian Dividen

Dividen adalah sejumlah keuntungan yang sebuah perusahaan bayarkan di akhir tahun untuk para pemegang saham. Biasanya, besaran dividen memengaruhi berapa banyak investor yang membeli saham untuk tahun depan dan kinerja saham secara keseluruhan.

Penyebab dividen menurun

Apa yang terjadi dengan saham MERK yang menurunkan dividen tentunya merupakan hal yang merugikan bagi investor. Namun fenomena ini sebenarnya dipengaruhi beberapa hal, termasuk investasi ulang keuntungan, untuk pengurangan utang dan pendapatan yang menurun.

Investasi ulang keuntungan

Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk melakukan investasi ulang terhadap keuntungan yang mereka dapatkan untuk mengembangkan produk atau aset bisnis utama. Dalam kasusu ini, walaupun perusahaan berhasil mempertahankan keuntungan mereka, perilaku ini tidak menggambarkan bahwa perusahaan tengah mengalami gangguan kesehatan finansial. Justru, investasi ulang ini mungkin akan meningkatkan dividen di masa depan.

Pengurangan utang

Perusahaan juga mungkin mengurangi dividen untuk mengatasi utang.

Contohnya, jika perusahaan Merck TBK mesti membayar utang sebelum akhir tahun. Tahun 2017 lalu, PT Merk TBK membayar dividen Rp2.500 per lembar saham. Namun, di tahun 2018, mereka mengambil keuntungan dan mengurangi dividen hingga hanya Rp1.500 per lembar saham karena memerlukan untuk membayar utang. Ini membuat pengurangan dividen jangka pendek justru bisa meningkatkan dividen di masa depan.

Performa pendapatan yang buruk

Pendapatan yang buruk juga bisa mengurangi dividen. Contohnya, perusahaan XYZ dilaporkan mengalami kerugian karena keadaaan ekonomi saat itu. Pada tahun 2018, perusahaan XYZ membayar Rp2.000 per lembar saham. Dalam kasus ini, perusahaan memutuskan untuk menghilangkan dividen karena tidak ada keuntungan yang bisa dibagikan kepada para pemegang saham.

Apa yang dilakukan oleh saham MERK, dalam ini pengurangan dividen, pada tahun lalu bukanlah fenomena yang aneh, namun dividen yang menurun bisa menjadi indikasi performa perusahaan di masa depan, sehingga menentukan juga berapa banyak investor yang akan berinvestasi pada tahun depan.

Sekali lagi, dividen mungkin  bukan menjadi faktor utama apakah sebuah saham layak beli atau tidak, karena saham yang stabil justru lebih menguntungkan bagi investor. Namun, besaran dividen bisa menjadi faktor penentu untuk berapa banyak investor yang akan berinvestasi, yang dalam jangka panjang bisa meningkatkan citra perusahaan di mata investor lainnya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait