Analisa Saham

Bedah Saham PTSN, Emiten Perakit Semikonduktor

Sumber: PT Sat Nusapersada

Ajaib.co.id – Tidak banyak yang menyadari bahwa kinerja perusahaan perakitan elektronik PT Sat Nusapersada (PTSN) telah menjadi lebih baik. Pada tahun 2020, PTSN membukukan marjin laba kotor lebih dari 13%, dan ini adalah pertama kalinya terjadi sejak IPO di bursa tahun 2007. Mungkin kamu melihat bahwa total pendapatan menurun namun secara kualitas laba membaik. Mari kita bedah saham PTSN untuk mengetahui potensinya.

Profil Emiten

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) merupakan perusahaan perakitan elektronik yang berdiam di Batam. Sejak 1 Desember 2018 emiten saham PTSN dan Pegatron Corporation, yang merupakan salah satu perusahaan perakitan elektronik terbesar di dunia yang berbasis di Tiongkok, resmi menandatangani perjanjian kerja sama.

Kerjasama antar keduanya terjalin untuk merakit berbagai produk elektronik, termasuk semikonduktor, yang akan di ekspor, utamanya ke Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan perang dagang antara Tiongkok dengan A.S. membuat tarif dagang yang ditanggung perusahaan Tiongkok membengkak.

Oleh sebab itu banyak perusahaan asing yang ekspor produknya ke Amerika melakukan relokasi produksi termasuk ke Indonesia. Pegatron adalah salah satu produsen yang beralih basis produksi, dan salah satu tujuannya adalah Batam.

Sat Nusapersada didirikan pada tanggal 1 Juni 1990 dan melakukan penawaran perdana sahamnya di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2007. Dengan jumlah saham beredar sebanyak 5.314.344.000 lembar di harga Rp 200 per lembar saham, maka kapitalisasi pasarnya adalah sebesar Rp 1,06 Triliun.

Pemegang saham dengan kepemilikan signifikan diantaranya Abidin (66.47%), Inditeck Technology Hong Kong Limited (10%), Asus Investment Co. , Ltd (10%), sedangkan yang beredar di masyarakat adalah sebesar 10% dari jumlah saham beredar.

Kinerja Berdasarkan Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan terakhir adalah Laporan Keuangan FY 2020, berikut ringkasannya;

(dalam USD) 2020 2019
Pendapatan   145,17 juta   330,13 juta
Laba Bersih   4,83 juta    901 ribu
Liabilitas  46,93 juta  90,69 juta
Ekuitas  82,69 juta   70,55 juta
Total Aset  129,62 juta  161,24 juta

Adapun pendapatan per tahun 2020 turun menjadi $145,17 juta dari sebelumnya $330,13 juta di akhir tahun 2019. Meski pendapatan turun namun laba bersih meningkat 536% menjadi $4,83 juta secara YoY dibandingkan dengan $901 ribu saja di akhir tahun 2019.

Hal ini disebabkan emiten mengalami pertumbuhan jasa perakitan yang menghasilkan laba lebih besar ketimbang segmen usaha industri perakitan.

Seiring dengan hal tersebut liabilitas emiten turun hingga separuhnya menjadi $46,93 juta dari yang sebelumnya $90,69 juta di akhir tahun 2019. Penurunan liabilitas membuat ekuitas alias modal kerja naik menjadi $82,69 juta padahal total aset mengalami penurunan.

Per akhir tahun 2020 total aset PTSN adalah sebesar $129,62 juta, melemah dari $161,24 juta di akhir tahun 2019.

Rasio 2020 2019
DER 56,76% 128,56%
Current Ratio 1,89 1,2
GPM 13,59% 4,53%
NPM 3,33% 0,27%
ROE 5,85% 1,28%

Rasio-rasio yang dapat disampaikan di antaranya adalah tentang solvabilitas dan likuiditas yang menguat diiringi penguatan dari sisi profitabilitas. Adapun rasio utang per ekuitas (DER) turun ke level sehat yakni 56,76%. Sedangkan di tahun 2019 rasio utang per ekuitas emiten adalah sebesar 128,56%, atau berada pada level yang rentan dari sisi kesehatan keuangan.

Pentingnya mencermati rasio kesehatan keuangan adalah karena sifat bisnis manufaktur yang padat modal biasanya menjadikan rasio utang menjadi besar.

Rasio kesehatan keuangan jangka pendek alias Current Ratio juga meningkat menjadi 1,88 di mana sebelumnya di akhir tahun 2019 adalah sebesar 1,2. Rasio ini mencerminkan kekuatan keuangan emiten dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya dalam kurang dari satu tahun.

Berikutnya dari sisi profibilitas juga kita bisa mencermati bahwa marjin laba kotor (GPM) emiten naik drastis menjadi 13,59% dari sebelumnya hanya 4,53% saja. Penguatan marjin laba kotor juga rupanya diiringi penguatan dari sisi marjin laba bersih dari 0,27% di 2019 menjadi 3,33% di 2020. Laba per ekuitas juga meningkat menjadi 5,85% dari sebelumnya 1,28% saja di 2019.

Jika kamu lihat lebih detil lagi hal ini berkaitan dengan fokusnya emiten pada segmen usaha yang memberikan lebih banyak marjin laba.

Riwayat Kinerja Keuangan

Sebelum memasuki pembahasan mengenai kinerja keuangan secara menyeluruh, informasi mengenai pendapatan per segmen usaha akan disampaikan untuk menampilkan kualitas laba.

Selama ini emiten saham PTSN meladeni permintaan perakitan dengan mengalihkannya kepada pihak ketiga, yang demikian itu dicatat ke dalam pendapatan Industri Perakitan. Sebagian lainnya dilakukan sendiri dan pendapatan ini dimasukkan ke dalam segmen usaha Jasa Perakitan.

Sejak terpilihnya Donald J. Trump sebagai presiden Amerika Serikat di tahun 2017, perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok tercetus dan mengakibatkan tingginya tarif dagang perusahaan Tiongkok saat hendak menjual produknya ke Amerika Serikat.

Perang dagang kemudian memaksa sejumlah perusahaan untuk mengalihkan basis produksinya keluar dari negeri tirai bambu tersebut.

Emiten saham PTSN adalah salah satu perusahaan yang menuai berkah daripadanya. Sepanjang tahun 2018 permintaan perakitan komponen seperti semikonduktor dan produk-produk elektronika lainnya dari Tiongkok mengalir masuk ke PTSN.

Karena pabrik yang dimiliki emiten saham PTSN belum mumpuni maka limpahan demand yang masuk dialihkan ke pihak ketiga dan dicatat sebagai pendapatan Industri Perakitan. Itulah sebabnya kamu bisa lihat terjadi lonjakan pendapatan di segmen Industri Perakitan di tahun 2018.

Pendapatan yang dicatat dalam segmen Industri Perakitan melonjak signifikan di tahun 2018 menjadi $353,61 juta, dari yang sebelumnya sejumlah $72 juta saja di tahun 2017. Kemudian pada tanggal 1 Desember 2018 Pegatron Corporation selaku salah satu perusahaan perakitan elektronik terbesar di dunia yang berbasis di Tiongkok resmi menjalin kerjasama perakitan dengan PTSN.

Diketahui, Pegatron dan PTSN akan mengekspor produk-produk smarthome seperti gateway, router, modem, smart speaker, Internet Protocol Camera (IP Cam), dan sebagainya untuk diekspor ke Amerika Serikat.

Dengan adanya lonjakan permintaan yang melimpah, emiten saham PTSN kemudian berinisiatif untuk membangun dua pabrik baru yang dinamakan pabrik 12 (terdiri dari 6 lantai) dan pabrik 12 A (terdiri dari 5 lantai). Setelah pabrik baru telah berdiri, emiten saham PTSN lalu berfokus pada segmen Jasa Perakitan. Oleh karenanya pendapatan Jasa Perakitan naik di tahun 2020.

Adapun marjin laba yang dibukukan oleh segmen Industri Perakitan terbilang tipis, tidak sampai 10%. Sedangkan apabila dikerjakan oleh pabrik sendiri emiten mampu mendapatkan marjin laba yang lebih tebal hingga mencapai lebih dari 30%, untuk yang satu ini kamu bisa lihat di segmen usaha Jasa Perakitan. Berikut ulasan mengenai pencapaian emiten;

(USD) Pendapatan Liabilitas Laba Bersih
2017  85,88 juta  16,67 juta  492 ribu
2018  384,57 juta  217,92 juta   12 juta
2019  330,13 juta  90,69 juta   901 ribu
2020  145,17 juta  46,93 juta  4,83 juta

Liabilitas bersamaan dengan pendapatan dan laba bersih naik signifikan di tahun 2018 dikarenakan lonjakan demand perakitan elektronika. Liabilitas di tahun 2018 setengahnya berisikan utang usaha kepada pihak ketiga untuk operasional segmen usaha industri perakitan. Setengahnya lagi adalah untuk pembangunan pabrik.

Di tahun 2019 pembangunan pabrik telah selesai dan sebagian utang usaha telah dilunasi, liabilitas juga di tahun yang sama turun menjadi hanya $90,69 juta saja. Kemudian di tahun 2020 turun lagi menjadi $46,93 juta.

Yang menarik adalah setelah pabrik selesai, PTSN lebih berfokus mencari pemasukan Jasa Perakitan ketimbang Industri Perakitan karena marjin labanya lebih besar dari Jasa Perakitan. Berikut rasio-rasio yang dapat disampaikan;

DER GPM NPM ROE
2017 33% 10,36% 0,57% 0,97%
2018 312,88% 6,90% 3,12% 17,23%
2019 128,56% 4,53% 0,27% 1,28%
2020 56,76% 13,59% 3,33% 5,85%


Rasio utang per ekuitas emiten sempat melonjak ke 312% di tahun 2018 karena utang usaha naik $100 juta akibat masuknya pesanan perakitan yang dilimpahkan ke pihak ketiga dan pembangunan pabrik.

Rasio kesehatan keuangan berangsur-angsur membaik turun hingga akhirnya mencapai 56,76% di tahun 2020 setelah pembangunan pabrik selesai, dan setelah laba meningkat akibat fokusnya emiten dalam mengupayakan pemasukan pada segmen Jasa Perakitan.

Tahun 2019 adalah titik balik penting bagi emiten di mana rasio-rasio profitabilitas meningkat sejak saat itu. Tahun 2019 juga merupakan tahun di mana pembangunan pabrik selesai, liabilitas mulai berkurang dan laba mulai meningkat.

Prospek Bisnis

Selama pandemi kebutuhan akan produk-produk elektronik belum pernah segencar ini. Ketika seluruh kegiatan dipusatkan di rumah mulai dari bekerja, bersekolah, berbelanja dan lain sebagainya, kebutuhan akan elektronik dan semikonduktor meningkat luar biasa.

Hal ini dimanfaatkan emiten untuk meraup laba dengan berfokus pada Jasa Perakitan, dengan kata lain emiten kini tidak banyak menerima pesanan perakitan yang dilimpahkan ke pihak ketiga. Emiten lebih suka melakukannya sendiri dengan pertimbangan marjin laba yang lebih besar.

Emiten punya growth story yang menarik dari sisi permintaan alat-alat elektronik dan semikonduktor. Semikonduktor alias chip kini dipasang di hampir semua alat elektronik dengan embel-embel “Smart”, mulai dari dari ponsel, mobil, mesin cuci, radio, dan lain sebagainya. Dan PTSN adalah satu-satunya emiten di bursa yang merakit semikonduktor.

Kesimpulan

Selama ini pendapatan dihasilkan emiten melalui dua cara; Industri Perakitan (IP) dan Jasa Perakitan (JP). Sebagai informasi IP adalah kerja sama emiten dengan pihak ketiga untuk melakukan perakitan, sedangkan JP adalah perakitan yang dilakukan sendiri oleh PTSN.

Jadi singkatnya IP adalah pelimpahan proyek kepada pihak ketiga dan PTSN akan bertindak selaku perantara saja sehingga marjin labanya rendah untuk segmen usaha ini. Sedangkan JP artinya perakitan dilakukan oleh pabrik milik PTSN sendiri dan oleh karenanya marjin laba dari segmen usaha ini besar hingga mencapai 30% lebih.

Sejak dua pabrik tambahan didirikan oleh emiten di 2019, emiten berfokus pada segmen usaha yang lebih banyak menghasilkan marjin laba yakni JP.

Konsumen dengan nilai transaksi signifikan di segmen usaha IP kini berkurang sedangkan konsumen dengan nilai transaksi signifikan di JP meningkat.

Menandakan emiten memang berfokus marketing jasa perakitan ketimbang mengandalkan pihak ketiga untuk melakukan perakitan. Padahal pendapatan dari segmen usaha Industri Perakitan sangat besar, sayangnya marjin labanya tipis.  

Itulah yang menyebabkan pendapatan turun, namun laba meningkat. Emiten tidak banyak meladeni konsumen untuk IP, emiten fokus pada peningkatan pendapatan di JP yang memberikan marjin laba hingga 30% lebih.

Hal ini baik adanya karena sejauh ini laba bersih telah meningkat, liabilitas turun, dan marjin laba menguat. Tren ini baru berlangsung sejak 2019 dan tidak menutup kemungkinan penguatan terus terjadi di 2021 dan tahun-tahun setelahnya karena emiten kini lebih cerdas dalam menentukan fokus marketing.

PTSN yang selama ini sejak IPO kinerjanya morat-marit, merugi, lalu laba, kemudian labanya naik-turun kini telah menampilkan penguatan kinerja.

Dengan PER di angka 15 tentu PTSN masih membuka peluang untuk bisa lebih tinggi. Pembaca diharapkan melakukan analisis lanjutan untuk ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait