Analisa Saham, Saham

Bisnis Saham LPLI Merugi, Begini Analisis Kinerja Perusahaan

Sumber: Star Pacific

Ajaib.co.id – PT Star Pacific Tbk (kode saham LPLI) merupakan perusahaan yang berdiri pada tanggal 28 Mei 1983. Perusahaan pertama berdiri dengan nama PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti. Kemudian, mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 01 Januari 1984. 

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan tercatat ruang lingkup kegiatan LPLI utamanya meliputi bidang jasa, teknologi informasi termasuk kegiatan usaha internet, pengelolaan/pengembangan bisnis da manajemen perusahaan serta media. Selain itu, PT Star Pacific Tbk melakukan kegiatan usaha di bidang investasi.

Adapun untuk pendapatan utama LPLI diperoleh dari anak usahanya, yakni PT Multi Media Interaktif. Perusahaan ini mengembangkan usahanya melalui brand BeritaSatu Media Holdings, dengan menghasilkan media.

Di antaranya, surat kabar (The Jakarta Globe, Investor Daily, Suara Pembaruan, dan The Straits Times (Indonesia)), majalah (Majalah Investor, Globe Asia, The Peak Campus Asia, Student Globe, Kemang Buzz dan Campus Life), situs online (“beritasatu.com” dan “thejakartaglobe.com”) dan penyiaran (BeritaSatu News Channel, BeritaSatu World, BeritaSatu English, BeritaSatu Sports, Jakarta Globe TV, BeritaSatu FM dan B1 Radio).

Pada tanggal 14 September 1989, LPLI mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Pernyataan ini untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham LPLI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.071.400 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp8.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 23 Oktober 1989.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham LPLI

Pandemi Bikin Kerugian Bisnis LPLI Naik

PT Star Pacific Tbk (LPLI) tidak melakukan banyak publikasi mengenai kinerja perusahaannya. Terutama saat berjalannya bisnis di 2020 lalu, saat pandemi mulai terjadi dan mengagetkan dunia. 

Akan tetapi dari catatan Laporan Keuangan LPLI yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan kinerja bisnis perseroan yang semakin tertekan. Hal pertama bisa dilihat dari pendapatan perusahaan yang menurun pada kuartal III/2020. Penurunan tersebut sebesar 48,4% dari Rp28,3 miliar pada periode yang sama tahun 2019 menjadi Rp14,9 miliar pada kuartal 3 2020 lalu. 

Sementara itu dari segi kerugian tahun berjalan justru semakin tertekan hingga 88,8%. Pada 2020 perusahaan harus menelan kerugian hingga Rp22,8 miliar. Peningkatan ini bila dibandingkan dengan kuartal III/2019 di mana kerugian sebesar Rp12 miliar. 

Bisnis LPLI Sudah Merugi Sejak 2017

Terlepas dari kondisi pandemi, emiten Star Pacific Tbk (LPLI) memang sudah mencatatkan rugi sejak tahun buku 2017 hingga 2019 lalu. Namun, memang tingkat kerugian sempat terus membaik selama tiga tahun terakhir.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam miliar rupiah).

Laporan Laba Rugi201920182017
Penjualan 93,6 74,4(205,4)
Laba kotor29,440,448,0
Rugi bersih19,461,9344,7

Dari data tersebut, secara penjualan LPLI memang terus mengalami kenaikan hingga 2019. Sebelum kembali menurun pada 2020 karena situasi pandemi covid-19. Pada 2019 penjualan usaha bisa ditingkatkan hingga Rp93,6 miliar dari tahun sebelumnya Rp74,7 miliar. Sementara di tahun 2017, perusahaan masih mengalami minus penjualan akibat tekanan atau kerugian pendapatan investasi. 

Sementara itu, dari sisi rugi bersih, perusahaan terhitung membaik meskipun masih mengalami kerugian usaha. Perbaikan ini bisa dilihat dari jumlah kerugian pada 2017 sebesar Rp344,7 miliar, lalu membaik pada 2018 menjadi Rp61,9 miliar, dan pada 2019 kerugian menurun menjadi Rp19,4 miliar. 

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis LPLI saat ini sedang tidak sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA-2%
ROE-2%
NPM-21%
CR449%
DER26%

Bagaimana Prospek Bisnis LPLI Kedepannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Star Pacific Tbk (LPLI) merupakan salah satu emiten yang tidak banyak menyampaikan rencana atau strategi bisnis pada investor maupun publik.

Namun, LPLI melalui anak usahanya, PT Anggraini Mulia sebelumnya mengutarakan rencana akan menyerap sebanyak 750 lembar saham preferen baru yang diterbitkan PT Aon Indonesia. Namun, pada waktu yang bersamaan, Anggraini Indonesia akan melepas sebanyak 1500 lembar saham Aon Indonesia kepada Aon Corporation Australia Limited.

Berdasarkan keterangan resmi emiten operator properti Grup Lippo itu yang bisa dilihat pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI). Disebutkan kalau nilai transaksi material tersebut membutuhkan persetujuan pemegang saham.

Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

Untuk informasi, ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020 tercatat senilai Rp637,2 miliar. 

Sedangkan untuk Aon Indonesia, merupakan salah satu agen konsultan risiko terkemuka dan terbesar di sektor asuransi dan reasuransi di dalam negeri, dengan lebih dari 100 staf.

Sementara itu, untuk nilai saham LPLI selama sepekan terakhir berada dalam minat yang tinggi bagi investor. Dengan price performance mencapai positif 20,71%. Artinya, saham ini dinilai menarik untuk investor. Untuk calon investor, disarankan tetap memperhatikan pergerakan saham dan keterbukaan aksi korporasi perusahaan. 

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait