3 Jenis Kurs yang Wajib Dipahami dalam Pertukaran Mata Uang

jenis kurs
jenis kurs

Setidaknya ada tiga jenis kurs yang harus kamu pahami sebelum melakukan pertukaran mata uang. Untuk mengetahuinya, simak ulasan dari redaksi Ajaib berikut ini.

Kurs merupakan nilai mata uang suatu negara yang dinyatakan dengan nilai mata uang negara lain. Mereka digunakan untuk transaksi yang melibatkan dua mata uang dari negara yang berbeda. Nilainya penting untuk mengambil keputusan saat berbelanja atau membeli barang dari luar negri.

Pasalnya, dengan kurs kita akan mengetahui harga-harga barang dari berbagai macam negara kedalam mata uang negara kita.

Kurs juga disebut sebagai perbandingan nilai dalam pertukaran mata uang berbeda. Ada perbandingan nilai diantara kedua mata uang tersebut, dan perbandingan itulah namanya Kurs.

Jika harga Kurs atau harga valuta asing naik pada suatu negara, maka biasanya akan menyebabkan harga barang yang di inport menjadi lebih mahal, jika mengalami penurunan maka harga barang yang di import biasanya akan murah.

Ada tiga jenis kurs yang sering kita temui. Yaitu kurs jual, kurs beli, dan kurs tengah. Mari kita lihat perbedaan antara ketiganya.

Kurs Jual

Jenis kurs ini adalah kurs yang dipakai pedagang valas atau bank saat membeli valuta asing, atau saat kita menukarkan valuta asing yang dimiliki oleh kita dengan mata uang negara kita (Rp). Kurs jual ini jufga disebut sebagai kurs yang berlaku saat pedagang valas atau bank membeli mata uang negara asing.

Kurs Beli

Jenis kurs beli dipakai jika pedagang valas atau bank menjual valuta asing, atau saat kita akan menukarkan mata uang negara kita (Rp) dengan mata uang negara asing yang kita inginkan. Kurs beli ini disebut juga sebagai kurs yang diberlakukan pedagang valas atau bank saat menjual mata uang negara asing kepada para pembeli.

Kurs Tengah

Adalah jenis kurs di antara kurs jual dan beli (Kurs jual ditambah kus beli lalu di bagi dua atau kurs rata-rata)

Faktor yang Mempengaruhi Nilai Kurs

Perbedaan dalam Inflasi

Negara yang umumnya konsisten dengan tingkat inflasi rendah, maka nilai mata uangnya meningkat. Hal ini disebabkan daya beli relatif meningkat terhadap mata uang negara lainnya. Contoh negara-negara dengan inflasi rendah di paruh terakhir abad ke-20 seperti Swiss, Jepang, Jerman.

Adanya Perbedaan Suku Bunga

Antara suku bunga, mnilai tukar dan inflasi, kesemuanya itu mempunyai keterkaitan satu dengan lainnya. Dengan melakukan manipulasi suku bunga, bank sentral dapat memberikan pengaruh terhadap nilai tukar maupun inflasi. Nilai mata uang dan inflasi sangat dipengaruhi oleh suku bunga. Mengubah suku bunga akan mempengaruhi hal itu.

Tingginya suku bunga akan menawarkan kreditur dalam suatu perekonomian negara, sehingga memberikan pengembalian yang relatif lebih tinggi terhadap negara lain. Oleh karena itu, suku bunga tinggi menarik minat modal asing untuk masuk dan menyebabkan nilai tukar naik.

Dampak tingkat suku bunga tinggi dapat dikurangi, apabila inflasi di negara tersebut lebih tinggi dari negara lain, mendorong mata uang turun.

Utang Publik

Jika negara memiliki proyek-proyek skala besar di sektor publik dan pemerintah, maka biasanya melibatkan pembiayaan defisit yang besar pula. Di satu sisi, pembangunan proyek skala besar tersebut dapat merangsang ekonomi domestik, tetapi di sisi lain defisit dan utang publik yang besar bisa mengurangi minat investor asing.

Apa alasannya? Utang publik yang tinggi dapat mendorong inflasi. Jika inflasi tinggi, utang akan dibayarkan dengan uang yang lebih murah di masa depan.

Skenario terburuknya, pemerintah mencetak uang untuk membayar sebagian besar utang tersebut. Akan tetapi, menambah pasokan uang pastinya akan menyebabkan inflasi.

Selain itu, jika pemerintah tidak sanggup menutupi defisitnya dengan instrumen domestik, seperti menjual obligasi domestik maka pemerintah harus meningkatkan pasokan surat berharga untuk dijual ke asing, sehingga harganya turun.

Utang yang tinggi begitu mengkhawatirkan bagi investor asing dan biasanya mereka percaya bahwa negara akan berisiko gagal untuk melunasi kewajibannya.

Defisit Current Account

Rekening giro adalah neraca perdagangan antara negara dan mitra dagangnya, yang mencerminkan semua pembayaran antar negara untuk barang, jasa, bunga dan dividen. Defisit dalam neraca berjalan menunjukkan bahwa negara membelanjakan lebih banyak pada perdagangan luar negeri daripada yang didapatkannya. Negara meminjam modal dari sumber asing dalam rangka menutupi defisit tersebut.

Pemerintah membutuhkan lebih banyak mata uang asing daripada yang diperolehnya dari penjualan ekspor. Dan, hal tersebut akan memasok lebih banyak mata uangnya sendiri dibandingkan permintaan orang asing terhadap produk negara tersebut.

Permintaan mata uang asing yang tinggi dapat menurunkan nilai tukar mata uang negara tersebut, sehingga barang dan jasa domestik cukup murah bagi asing. Sedangkan aset asing terlalu mahal untuk kepentingan domestik.

Stabilitas Politik dan Kinerja Ekonomi

Negara-negara stabil dengan kinerja ekonomi yang kuat untuk menanamkan modalnya selalu menjadi incaran investor. Sedangkan negara yang dengan gejolak politik dan ekonomi,pastinya akan meragukan kepercayaan investor asing untuk menanamkan modal.

Hilangnya kepercayaan pada mata uang pada negara dengan gejolak politik akan berimbas padapergerakan modal ke mata uang negara-negara yang lebih stabil.

Bacaan menarik lainnya:

Darmadji, T., & Fakhruddin, H. M. (2011). Pasar Modal Di Indonesia (Edisi 3 ed.). Jakarta: Salemba Empat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait