Analisa Saham

Sukses IPO, Ini Rangkuman Prospektus Saham CMNT

Sumber: Cemindo Gemilang

Ajaib.co.id – Dalam melakukan konstruksi sebuah bangunan, semen merupakan salah satu bahan baku yang esensial. Semen dapat digunakan sebagai pembuatan beton, hingga sebagai bahan perekat. Oleh karena itu kehadiran bahan ini sangatlah penting. Salah satu perusahaan produsen semen melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT).

Profil Singkat Emiten

Perseroan yang memiliki nama lengkap PT Cemindo Gemilang Tbk ini memiliki kode emiten CMNT. Perseroan sendiri sudah berdiri sejak pada tahun 2011 dan memiliki kantor pusat di Jakarta. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa perseroan bergerak dibidang Industri Semen sebagai kegiatan usaha utama.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas WH Investment Pte. Ltd (97,12%), dan PT Gama Group (2,88%).

Detail Rencana IPO CMNT

Perseroan melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sejumlah 2.718.830.200 lembar saham atas nama dengan nominal Rp500 setiap lembar saham, atau sama dengan 15,00% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp600 – Rp800.

Selain itu, perseroan juga akan melaksanakan program MESOP sebanyak 224.000.000 atau sama dengan sebesar 1,22% saham baru.

Prakiraan struktur pemegang saham WH Investment Pte. Ltd (82,55%), PT Gama Group (2,45%), masyarakat (14,82%), dan MESOP (1,22%)

Penjamin pelaksana emisi efek CMNT adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia dan PT Mandiri Sekuritas Indonesia. Sedangkan penjamin emisi efek PT UBS Sekuritas Indonesia

Jadwal Penawaran Saham

Jadwal penawaran saham berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Tanggal Efektif: 27 Agustus 2021
  • Masa Penawaran Umum: 2 September – 6 September 2021
  • Tanggal Penjatahan: 6 September 2021
  • Tanggal Distribusi Saham: 7 September 2021
  • Tanggal Pencatatan Saham di BEI: 8 September 2021

Rencana Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan prospektus CMNT, sekitar 58% dana akan digunakan untuk modal kerja seperti pembayaran utang usaha, pembayaran utang lain-lain, dan pembayaran uang muka dari pelanggan.

Lalu, 17% digunakan untuk pembayaran atas sebagai pokok utang dari pinjaman sindikasi, sekitar 11% akan dibayarkan sebagian utang kepada Sinoma International Engineering Co., Ltd.

Kemudian 8% digunakan untuk modal kerja, dan sekitar 6% akan digunakan sebagai pembayaran sebagian utang kepada PT Sinoma Engineering Indonesia.

Kinerja Laporan Keuangan CMNT

Prospektus CMNT menunjukkan kinerja positif sejak tahun kinerja 2019, serta 2020, dan Kuartal II-2021. 

Perseroan sempat membukukan peningkatan laba neto hingga mencapai 391% sebagai akibat peningkatan margin laba tahun berjalan dan manfaat pajak penghasilan tangguhan CMNT.

Rasio-rasio Keuangan CMNT

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan CMNT selama kurun waktu tiga tahun terakhir dan Kuartal I-2021:

Data di atas menunjukkan bahwa CMNT secara fundamental menunjukan pertumbuhan yang sangat baik.

Dari rasio profitabilitas, perputaran aktivitas, dan likuiditas terlihat terdapat peningkatan, di mana dari yang sebelumnya rugi, pada periode terakhir menjadi laba positif dengan mencatatkan fundamental yang kuat.

Kebijakan Dividen CMNT

Prospektus CMNT menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen, dengan skema 40% dari laba bersih setiap tahun dimulai pada tahun 2024 sehubung dengan laba bersih kinerja tahun 2023.

Prospek Bisnis CMNT

Prospek bisnis CMNT tidak jauh dari peran pemerintah serta peran demand semen pada masyarakat.

Prospek CMNT melalui pemerintah adalah rencana-rencana pembangunan jangka menengah untuk tahun 2020-2024, seperti yang diumumkan di tahun 2019, berfokus pada pembangunan infrastruktur dengan rencana pengeluaran lebih dari US$400 miliar untuk periode tersebut.

Di mana tema pembangunan pemerintah adalah konektivitas, dengan fokus 60% dikeluarkan untuk proyek terkait transportasi, yang mencakup 25 bandara baru, perbaikan hingga 165 bandara yang sudah ada, ditambah dengan pembangunan pelabuhan, perbaikan-perbaikan jalan dan proyek rel kereta api.

Selanjutnya dengan 17% untuk pembangunan sektor energy. Tidak lupa juga digunakan untuk pembangunan Ibu Kota baru.

Selain itu, Undang – Undang Omnibus yang diterapkan diharapkan dapat mempermudah investasi bisnis, menciptakan lapangan kerja baru yang akan mendorong pertumbuhan pembangunan.

Selain itu, dengan hadirnya UU baru ini, perseroan juga diuntungkan dengan adanya penyederhanaan izin, membuat proses konstruksi menjadi lebih cepat dan simple, seperti misalnya izin mendirikan bangunan yang disederhanakan untuk pembangunan apartemen dan perumahan.

Sumber: Prospektus (Data konsumsi semen per bulan 2018-2020)

Dari sisi konsumen, dapat dilihat bahwa konsumsi semen Indonesia mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir, hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maka dari itu, ketika Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca COVID-19, maka kita dapat berekspektasi bahwa konsumsi semen juga akan ikut bertumbuh.

Sumber: Prospektus (Tingkat urbanisasi 2010-2020)

Berdasarkan data dari World Bank, tingkat urbanisasi Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya.

Urbanisasi ini diproyeksikan akan meningkat lebih jauh di tahun mendatang karena populasi muda bermigrasi ke kota-kota di mana lapangan pekerjaan tersedia lebih banyak, dampaknya pembangunan infrastruktur pun juga turut meningkat. Hal ini menjadi peluang bagi CMNT untuk terus memperluas market share nya.

Kesimpulan

Berdasarkan kinerja dari prospektus secara fundamental, CMNT sangat positif, perseroan mampu mengubah rugi menjadi laba meski masih dalam suasana pandemi COVID-19. Namun rendahnya besaran saham yang akan dimiliki publik akan menjadikan saham ini kurang likuid.

Selain itu, secara teknikal, per 28 Oktober 2021, CMNT membentuk pola doji star, namun ditutup dengan candle hijau, artinya saham ini masih berpotensi memiliki trend untuk naik, namun perlu diwaspadai kondisi indikator Overbought yang dapat dilihat pada indikator RSI Stochastic nya.

Untuk mengurangi risiko investor dapat membeli saham tersebut pada area support atau garis MA-5 nya yaitu di harga Rp960, atau menunggu hingga indikator RSI Stochastic berubah menjadi Oversold.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait