Analisa Saham, Saham

Saham HELI: Bidik Angkutan Kargo dengan Drone

Ajaib.co.id – PT Jaya Trishindo Tbk (kode saham HELI) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang angkutan udara komersial yang tidak terjadwal. Perusahaan yang berdiri pada April 2007 ini bagian dari Jati Group.

Perseroan memiliki segmen usaha memberikan layanan helikopter di Indonesia untuk berbagai misi dari transportasi VIP, survei udara, pemboman air kebakaran, survei geomagnetik, dan kargo eksternal jangka panjang.

Selain itu, melalui anak usaha PT Komala Indonesia, perseroan menangani operasi helikopter dari perekrutan awak pesawat hingga jadwal pemeliharaan.

Pada Maret 2018, PT Jaya Trishindo tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten berkode saham HELI ini ditawarkan perdana pada level Rp110.

Adapun pemegang saham HELI per Desember 2018 adalah PT Startel Communication dengan porsi 48,63%, PT Komala Tri Varia memiliki 20,84%, UOB Kay Hian Pte. Ltd. dengan 8,49%, dan publik memiliki 22,03%.

HELI Jajaki Bisnis Drone

Sebagai penyedia layanan sewa helikopter, HELI tengah menyiapkan segmen baru pada 2021. Perseroan sedang menjajaki bisnis angkutan kargo menggunakan pesawat tanpa awak atau drone yang berukuran kecil, Bisnis.com (25/03/2021).

Direktur Utama HELI Edwin Widjaja menjelaskan perseroan sedang fokus menjajaki bisnis angkutan kargo dengan drone. Perseroan menyiapkan pengangkutan ukuran kecil atau di bawah 100 kilogram. 

Perseroan menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp3 miliar untuk membeli tiga unit drone yang dapat mengangkut barang ratusan kilogram. Namun saat ini, HELI tengah menunggu regulasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk sertifikasi drone serta penggunaan dan aktivitasnya. 

Pengiriman menggunakan drone kargo, lanjut Edwin, sangat membantu mengangkut barang di daerah terpencil. Ia memproyeksikan perseroan dapat menjadi pemain utama pengiriman barang menggunakan drone. Cara pengiriman tersebut memiliki peluang sangat besar pada masa mendatang.

Edwin melihat peluang untuk bekerja sama dengan jasa kurir yang mengirimkan barang ritel di tengah kebiasaan belanja daring yang semakin meningkat. Selain itu, perseroan dapat berkolaborasi dengan jaringan ritel jasa kurir untuk membentuk pasar baru yang lebih menjanjikan.

Target segmen bisnis ini akan terealisasi pada semester II-2021, sejalan dengan diberlakukannya aturan penggunaan drone oleh pemerintah.

Pendapatan HELI Tergerus 31,36%

Berdasarkan laporan keuangan di laman jatigroup.com, pendapatan HELI tergerus 31,36% menjadi Rp72,67 miliar pada sembilan bulan pertama 2020. Pendapatan periode sama pada 2019 sebesar Rp105,88 miliar.

Pendapatan diperoleh dari pelanggan, yaitu PT Avia Nusantara Khatulistiwa senilai Rp27,74 miliar dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp44,92 miliar. Beban pokok pendapatan turun 24,28% menjadi -Rp61,03 miliar dan memperoleh laba bruto senilai Rp11,63 miliar atau turun 53,95%.

Namun HELI mampu menekan beban operasi lain menjadi -Rp4,40 miliar, sebelumnya -Rp9,86 miliar. Dan laba tahun berjalan menjadi Rp3,05 miliar, kuartal III-2019 sebesar Rp7,85 miliar.

Kinerja HELI

Sejak 2016 hingga 2019, kinerja keuangan HELI mengalami peningkatan signifikan. Hal itu terlihat dari kenaikan pendapatan dan labanya. Adapun segmen bisnis perseroan adalah jasa pembelian helikopter, menyewakan helikopter sesuai kebutuhan penumpang (mesin tunggal atau dua mesin), hingga memberikan pelayanan perekrutan kru serta perawatan helikopter.

Namun kinerja keuangan hingga sembilan bulan pertama 2020 tak terlalu mengesankan. Hal ini berkaitan dengan pandemi COVID-19, di mana banyak perusahaan menerapkan sistem bekerja dari rumah, serta pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat masyarakat untuk tetap di rumah.

Laporan Laba RugiQ3 20202019201820172016
Pendapatan BersihRp72,6 miliarRp318 miliarRp279,2 miliarRp153 miliarRp71,4 miliar
Laba KotorRp11,6 miliarRp54,9 miliarRp47,6 miliarRp38,6 miliarRp17,6 miliar
Laba BersihRp3,1 miliarRp22,2 miliarRp14,7 miliarRp9,1 miliarRp4,4 miliar

Berikut ini rasio keuangan yang diambil dari laman Ajaib. Kondisi keuangan perseroan cukup terjaga. Meski ada peningkatan pada CR, tetapi perseroan bisa menurunkan DER.

Rasio 20192018
ROA11,41%5,51%
ROE17,7%14,21%
NPM6,93%5,22%
CR169,50%90,69%
DER54%157%

Prospek Bisnis HELI

Prospek bisnis transportasi di tengah pandemi tidak begitu mengesankan. Meski kegiatan sehari-hari, perkantoran, bandara, hingga stasiun telah kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan, tetapi masyarakat masih enggan bepergian. Jumlah penumpang masih jauh dari hari normal (sebelum pandemi).

Namun strategi bisnis HELI tahun ini layak diacungi jempol. Pasalnya, perseroan membidik peluang bisnis angkutan kargo dengan drone. Perseroan optimis, bisnis tersebut memiliki masa depan yang baik dan bisa membentuk pasar baru.

Koleksi atau Wait-and-See?

Harga saham HELI pada penutupan 22 Market adalah Rp390. Sejak MEI 2018, harga saham menunjukkan kenaikannya.

Jadi koleksi atau wait-and-see?

Sebaiknya wait-and-see dulu. Karena industri transportasi belum sepenuhnya pulih, meski keuangannya dalam kondisi cukup. Investor bisa menunggu dulu, sambil memantau perkembangan industri dan bisnis HELI.

Pada 26 Maret lalu, BEI mengumumkan bahwa HELI telah terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau terjadinya unusual market activity (UMA), CNBCIndonesia.com (26/03/2021).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia Panjaitan menyampaikan informasi dalam pengumuman UMA-00074/BEI.WAS/03-2021. UMA, jelas Lidia, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Perdagangan Jumat (26/03), saham HELI merosot 6,07% menjadi Rp464 per saham dari Rp494 pada Kamis (25/03). Namun jika dihitung sejak awal 2021, saham HELI telah melejit 114,81% dengan kapitalisasi pasar senilai Rp380,02 miliar.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait