Analisa Saham

Kinerja Keuangan dan Saham TOTO Melemah di Tahun 2020?

Ajaib.co.id – PT Surya Toto Indonesia Tbk adalah perusahaan yang memproduksi dan menjual produk sanitary hingga peralatan dapur. Perusahaan yang memiliki kode saham TOTO ini memulai operasi secara komersial pada tahun 1979.

Adapun produk yang dimaksud meliputi kloset, urinal, bidet, wastafel, kran, shower, sistem dapur, lemari pakaian, vanity, hingga aksesoris lainnya. Produk-produk TOTO sudah menjangkau banyak negara seperti China, Hongkong, Jepang, India, Singapura, Vietnam, Thailand, hingga Australia.

Saham TOTO sendiri mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa sejak tahun 1990 dengan harga penawaran sebesar Rp14.300 per lembar saham. Saat ini, mayoritas kepemilikan saham TOTO dipegang oleh Toto Limited Japan sebesar 37,90 persen dari total saham.

Harga saham TOTO saat ini memang berada jauh dari harga penawaran dan terus melemah. Pada penutupan perdagangan bursa, Jumat 26 Maret 2021, harga saham TOTO berada di Rp214 per lembar saham.

Untuk mengetahui apakah saham TOTO layak dipilih, pahami dulu fundamental perusahaan dan rencana bisnis yang akan diambil melalui bedah kinerja saham berikut ini.

Masa Pandemi Membuat Bisnis TOTO Cetak Rugi Bersih di Tahun 2020

Tahun 2020 menjadi periode yang kurang menggembirakan bagi bisnis TOTO. Pasalnya, dimulai dari semester I tahun 2020, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp12,31 miliar. Sementara di semester I tahun 2019, TOTO membukukan laba bersih mencapai Rp63,16 miliar. Rugi bersih tersebut disebabkan oleh penjualan yang menurun.

Berdasarkan laporan keuangan TOTO, perseroan hanya mencatatkan penjualan sebesar Rp763,96 miliar hingga semester I 2020 turun 21,78 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp976,77 miliar.

Sampai kuartal ketiga tahun 2020, TOTO terus mencatatkan laba rugi periode berjalan hingga Rp54,78 miliar. Ditambah penjualan bersih yang juga turun menjadi Rp1,14 triliun.

Hal ini disebabkan karena masa pandemi yang berlangsung di tahun 2020, lalu penyesuaian masa new normal yang masih belum maksimal dari segi bisnis.

Penjualan TOTO Cukup Positif dalam 5 Tahun Terakhir

Walaupun bisnis TOTO terdampak masa pandemi di tahun 2020, namun dalam 5 tahun terakhir kinerja perseroan tampak positif. Di mana, TOTO masih bisa mencatatkan peningkatan penjualan dan raihan laba bersih, walau tidak begitu konsisten.

Untuk mempertimbangkan saham TOTO, ada baiknya mengetahui fundamental perusahaan melalui ikhtisar keuangan berdasarkan laporan finansial TOTO (dalam Rupiah) berikut ini:

Dapat dilihat jika penjualan TOTO dalam 5 tahun terakhir tampak positif, namun harus turun di tahun 2016 dan 2019. Sementara dari sisi laba bersih yang diraih juga tidak konsisten di dua tahun tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Di tahun 2016 sendiri, penurunan laba bersih disebabkan karena penjualan yang juga turun.

Dimulai dari semester pertama di tahun 2016 penjualan perseroan turun 5,93 persen menjadi Rp1,11 triliun. Adapun beberapa penurunan penjualan meliputi produk sanitary, fitting, peralatan sistem dapur, serta peralatan elektronik dan aksesoris.

Sementara untuk laba bersih di tahun 2019 yang menyusut juga disebabkan oleh penjualan yang melorot 7,73 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ditambah dengan beban penjualan yang meningkat sebesar 1,86 persen dan kenaikan beban usaha sebesar 17,09 persen. Sementara itu, jika dilihat berdasarkan rasio keuangan, kondisi bisnis TOTO dalam kondisi yang cukup baik.

Adapun data yang dapat dilihat dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 seperti berikut:

Bagaimana Rencana Bisnis TOTO di Tahun 2021 sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Pada perdagangan Jumat 26 Maret 2021, harga saham TOTO ditutup melemah di angka Rp214 per lembar saham. Ditambah masa pandemi yang menekan pertumbuhan bisnis perseroan di tahun 2020. Lalu, bagaimana rencana bisnis TOTO menyambut tahun 2021 yang masih dalam kondisi masa pandemi Covid-19?

PT Surya Toto Indonesia Tbk sendiri membidik pertumbuhan penjualan sebesar 4,8 persen YOY dibanding realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp1,62 menjadi Rp1,7 triliun hingga akhir tahun 2021.

Pihak TOTO menyampaikan bahwa target tersebut masih terus bergantung pada kondisi masa pandemi bisa diredam sehingga keadaan ekonomi masyarakat juga kian membaik dengan sendirinya.

Hal tersebut diyakini TOTO karena produk yang mereka miliki diklaim mampu memenuhi setiap kebutuhan bagi semua lapisan segmen. Di mana, saat ini memang produk TOTO terus mengakomodasi kebutuhan pasar. Mengingat, pihaknya sempat menyampaikan imbauan untuk terus memperhatikan kebersihan peralatan sanitary yang menunjang aktivitas mencuci tangan.

Untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona, produk-produk sanitary sendiri harus selalu dijaga kebersihannya. Jika memungkinkan, pihak TOTO menyarankan untuk menyesuaikan penggunaan toilet tanpa sentuh.

Di samping itu, prospek bisnis TOTO masih terus mengalami tantangan di masa pandemi. Pasalnya, menurut TOTO masyarakat masih cenderung mengutamakan hal-hal yang sifatnya prioritas dan masih menunggu investasi setelah pandemi Covid-19 dapat dikendalikan dengan baik.

Di tahun sebelumnya, TOTO sendiri berencana untuk berinvestasi pabrik dalam meningkatkan produksi dan penjualan produk-produk perseroan. Hal tersebut karena adanya imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh semua masyarakat di tengah masa pandemi. Akan tetapi, keadaan belum memungkinkan TOTO untuk realisasi investasi dengan menambah pabrik.

Mengingat, pendistribusian vaksin yang sudah di mulai di tahun ini, ada kemungkinan perusahaan akan segera merealisasikan rencana tersebut di tahun 2021.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait