Saham IMAS Dibayangi Penjualan Mobil yang Menurun

Saham IMAS Dibayangi Penjualan Mobil yang Menurun
Saham IMAS Dibayangi Penjualan Mobil yang Menurun

Saham IMAS yang dikeluarkan oleh Indomobil Sukses Internasional Tbk di bulan September ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini kemungkinan diakibatkan oleh penjualan mobil yang menurun. Seluruh perusahaan otomotif hampir mengalami penurunan saham yang signifikan.

Penjualan mobil yang menurun kemungkinan besar dipicu oleh semakin mahalnya harga cicilan mobil karena peningkatan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Selain itu adanya persaingan yang cukup ketat antarperusahaan otomotif. Hanya itu belum berarti menunjukkan saham IMAS akan terus-menerus anjlok karena tanggal 19 September 2019, harga saham IMAS naik 5 poin dari hari sebelumnya.

Saham IMAS dikeluarkan perusahaan mobil dengan prospek cukup tinggi

Indomobil Sukses Internasional Tbk, rasa-rasanya tepat berdiri di Indonesia karena masyarakat Indonesia sendiri masih sangat berminat memiliki kendaraan pribadi. Memiliki kendaraan pribadi selain membantu aktivitas mereka sehari-hari, juga dianggap sebagai sebuah kesuksesan tersendiri.

Indomobil Sukses Internasional Tbk dahulu bernama Indomulti Inti Industri Tbk, berdiri pada tanggal 20 Maret 1987 dan bermarkas di Jakarta. Perusahaan tersebut sejak dulu bergerak di dunia otomotif dengan tambahan berbagai lini usaha seperti memegang lisensi merek, jasa pembayaran kendaraan bermotor, penyediaan suku cadang, distributor penjualan kendaraan, dan masih banyak lagi.

Saham IMAS termasuk ke dalam saham yang punya prospek bagus karena usahanya sendiri memang memiliki segmentasi yang luas di Indonesia. Indomobil Sukses Internasional memiliki lisensi merek-merek ternama seperti Suzuki, Audi, Nissan, Volvo, Hino, Foton, dan masih banyak lagi.

Saham IMAS pertama kali ditawarkan ke publik pada tahun 1993 dengan nilai nominal saham Rp1.000 dan ditawarkan ke publik dengan harga Rp3.800. Namun, karena krisis moneter, harga saham IMAS mengalami penurunan hingga bergerak di level yang sekarang.

Tetap membagikan dividen meski dibayangi penjualan mobil yang lesu

Penurunan jumlah penjualan mobil bukanlah hal yang mengherankan di Indonesia. Ada masa-masanya jumlah penjualan mobil menurun dikarenakan faktor-faktor tertentu. Namun, biasanya juga akan naik kembali ketika hari raya keagamaan, dan di hari-hari tertentu.

Di pertengahan tahun 2019 kemarin, Indomobil Sukses Internasional Tbk, membagikan dividen sebesar Rp13,82 miliar dari keuntungan yang didapat di tahun 2018 lalu, kepada para pemegang saham IMAS. Laba bersih yang didapatkan di semester I tahun 2019 ini juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Di semester 1 tahun ini, perusahaan pemilik saham IMAS itu berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp452, 67 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih banyak 12 kali lipat dibandingkan laba bersih yang didapat tahun 2018 lalu. Jadi, siap-siap saja para pemegang, mungkin saja di tahun depan perusahaan ini kembali membagikan dividen dari keuntungan yang mereka dapatkan.

Siap berinvestasi di saham IMAS atau ingin mencari investasi saham di perusahaan lainnya? Yuk investasi sekarang di Ajaib sekarang!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait