Analisis Saham, Uncategorized

Saham CNMA dan Prospek Bisnis Bioskop Terbesar di Indonesia

saham-cnma

Saham CNMA menjadi pusat perhatian banyak investor sejak IPO beberapa bulan lalu. Penerbitan saham operator jaringan bioskop Cinema XXI ini bertepatan dengan peningkatan minat nonton layar lebar pasca-pandemi, sehingga menumbuhkan harapan untuk cuan dari turnaround industri hiburan layar lebar.

Apakah saham CNMA hari ini benar-benar potensial? Bagaimana prospek saham CNMA ke depan? Artikel ini akan mengulasnya denga bernas.

Latar Belakang Fundamental Saham CNMA

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (kode saham CNMA) melakukan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 2 Agustus 2023 dengan harga IPO Rp270. IPO CNMA mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 25,7x, sehingga dapat dikatakan sukses.

Pemegang saham pengendali CNMA adalah PT Harkatjaya Bumipersada (53,99%). Sisanya dimiliki oleh Salween Investment Private Limited (22,50%), PT Adi Pratama Nusantara (13,45%), serta masyarakat (10%).

Perusahaan ini awalnya berdiri dengan nama PT Subentra Nusantara pada tahun 1988. Melalui pembukaan Studio 21, perusahaan merintis multipleks modern pertama di Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, perusahaan terus berekspansi ke bisnis bioskop, penjualan F&B, serta penyelenggaraan acara dan periklanan.

Cinema XXI saat ini merupakan jaringan bioskop terbesar di Indonesia, mengoperasikan 225 bioskop dengan total 1.216 layar yang tersebar di 55 kota per 31 Desember 2022. Terdapat 1.114 layar reguler (deluxe), 93 layar The Premiere, serta 9 layar IMAX.

Operasional bisnis bioskop Cinema XXI didukung oleh kegiatan-kegiatan bisnis seperti:

  1. Penjualan tiket bioskop secara daring maupun luring melalui m.tix dan TIX.ID.
  2. Penjualan F&B melalui XXI Cafe, The Premiere Café, XXI Lounge, gerai restoran Hello Sunday dan gerai XXI Café Box. Cinema XXI juga melayani pesanan online via m.food, Shopeefood, Grabfood, dan Gofood.
  3. Pemasangan iklan pada layar teater, infrastruktur bioskop secara offline, maupun pada situs web secara online.
  4. Perolehan convenience fee dari platform digital m.tix dan TIX.ID.
  5. Penyelenggaraan kegiatan di XXI Ballroom, arcade game, voucher, dan movie card.

Cinema XXI menguasai sekitar 60% pangsa pasar bisnis bioskop Indonesia. Porsi pendapatan gross box office, jumlah penonton dan jumlah layar per 31 Desember 2021 tercatat masing-masing 69,7%, 68,8% dan 57,7%.

Kinerja Keuangan dan Valuasi Saham CNMA

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk sempat merugi pada tahun 2020 dan 2021 karena bisnis bioskop melempem pada masa pandemi Covid-19. Namun, perusahaan tidak menutup lokasi bioskop Cinema XXI mana pun. 

Setelah normalisasi aktivitas masyarakat pada kuartal II/2022, Cinema XXI langsung beroperasi penuh. Perusahaan kemudian menghasilkan laba kembali pada 2022 dan 2023.

Perusahaan berhasil menggenjot pendapatan dari Rp1,3 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp4,4 triliun pada tahun 2022. Kinerja tahun 2022 tersebut setara dengan 64% perolehan tahun 2019. Jumlah penonton pada tahun 2022 juga mencapai sekitar 60% dibandingkan dengan masa prapandemi.

Laporan keuangan CNMA per kuartal III/2023 menunjukkan perolehan pendapatan Rp3,8 triliun, atau meningkat 15,4% secara year-on-year berkat pertumbuhan pada semua segmen bisnisnya. Pendapatan paling besar bersumber dari segmen Bioskop (59,9%) dan F&B (35,7%). Sisanya berasal dari bisnis Iklan, Platform Digital, serta Acara dan Pendapatan Lainnya.

Bottom line, CNMA membukukan laba bersih sebesar Rp387,9 miliar per kuartal III/2023. Kinerja ini 3,3% lebih tinggi dibandingkan capaian laba Rp375,5 miliar per kuartal III/2022. Profitabilitas perusahaan cukup baik dengan NPM sebesar 10,2%, ROA 7,3%, serta ROE 11,6%.

Rasio utang CNMA masih terkendali. Debt Equity Ratio (DER) tercatat 54,8%. Sementara itu, Current Ratio mencapai 377,74% dan Arus Kas positif. Hal ini menandakan bahwa perusahaan dapat menunaikan kewajiban-kewajibannya dengan lancar.

Prospek Saham CNMA

Berbeda dengan kinerja perusahaannya yang terus mengalami peningkatan, harga saham CNMA justru relatif stagnan. Harga saham CNMA sempat melambung sampai mencapai rekor tertinggi pada Rp340 per lembar setelah IPO, tetapi kemudian rontok dan sempat menyentuh level terendah Rp256 pada pertengahan November 2023. Harga saham CNMA hari ini (30 November 2023) ditutup pada Rp274 per lembar. 

saham-cnma-1

Kita belum dapat menganalisis saham CNMA dengan baik secara teknikal, karena riwayat pergerakan harga yang ada masih terlalu pendek. Namun, komposisi pemegang saham yang rapi (proporsi kepemilikan publik hanya 10%) mengindikasikan bahwa harga saham CNMA kemungkinan akan stabil dalam rentang yang sudah terbentuk sejauh ini, asalkan perusahaan tidak melaksanakan aksi korporasi yang berdampak besar.

Valuasi harga saham CNMA secara fundamental sudah cukup mahal (overvalued). Rasio-rasio PBV dan PER CNMA saat ini masing-masing 5,14x dan 44,15x. 

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, saham CNMA menawarkan prospek terbatas dalam hal capital gain. Akan tetapi, manajemen CNMA menjanjikan akan berbagi dividen sebesar minimal 35% seusai IPO. Pembagian dividen kemungkinan akan dimulai pada tahun 2024 berdasarkan perolehan akhir tahun buku 2023.

Mulai Investasi di Ajaib Sekuritas Sekarang!

Masa depan kamu tentu akan menjadi lebih terjamin dan aman secara finansial bila kamu berinvestasi bukan? Ajaib Sekuritas hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih aman dan tepercaya. Mulai perjalanan investasimu bersama Ajaib Sekuritas sekarang, karena proses pendaftarannya yang mudah dan 100% online, tanpa memerlukan modal yang besar.

Berbagai layanan dan indeks saham juga tersedia dalam rangka mendukung investasimu agar semakin maksimal! Mulai dari saham, reksa dana, margin trading, day trading, dan layanan bagi nasabah premium, Ajaib Prime, bisa kamu temukan di aplikasi Ajaib Sekuritas.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Ajaib Sekuritas sekarang!

Artikel Terkait