Analisis Saham

Review Fundamental dan Teknikal Saham IPO IPPE

Sumber: Indo Pureco Pratama

Ajaib.co.id – Taukah kamu, bahwa dalam satu buah kelapa, terdapat banyak kegunaan, yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat digunakan untuk suplemen tubuh, lalu ada Pure Coconut Oil (PCO) yang dapat digunakan untuk minyak goreng, Nah emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Ini merupakan emiten yang bergerak di industri pengolahan minyak buah kelapa loh, yaitu PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE).

Profil Singkat Emiten

Yup, perusahaan yang bernama PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak buah kelapa, perseroan lahir pada tanggal 20 Maret 2019 ini pertama kali mulai memasarkan produk Virgin Coconut Oil (VCO), Pure Coconut Oil (PCO), Crude Coconut Oil (CCO), hingga Copra Meal (CM). Perusahaan ini beralamatkan di Subang, Jawa Barat.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Lembur Sadaya Investama (45,00%), PT Sapihaean Pangan Lestari (40,47%), PT Sumber Sentosa Adikarya (7,78%), PT Cipta Ihya Nusantara (3,08%), Sugiawarti Lucky (1,11%), Shierly Dyanne Wijaya, Oei (1,11%), Heri Santoso Liem (0,56%), Dr. Ir. H. Soewarso (0,56%), Syahmenan (0,28%), Dicky PH Sumakul, S. PSI., MBA (0,06%)

Detail Rencana IPO Saham IPPE

Perseroan melakukan initial public offering (IPO) melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sejumlah 1.000.000.000 lembar saham atas nama dengan nominal Rp50 setiap lembar saham, atau sama dengan 21.74% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp100 – Rp110. 

Prakiraan struktur pemegang saham PT Lembur Sadaya Investama (35,22%), PT Sapihaean Pangan Lestari (31,67%), PT Sumber Sentosa Adikarya (6,09%), PT Cipta Ihya Nusantara (2,41%), Sugiawarti Lucky (0,87%), Shierly Dyanne Wijaya, Oei (0,87%), Heri Santoso Liem (0,43%), Dr. Ir. H. Soewarso (0,43%), Syahmenan (0,22%), Dicky PH Sumakul, S. PSI., MBA (0,04%), dan Masyarakat (21,74%).

Penjamin pelaksana emisi efek saham IPO IPPE adalah PT KGI Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Sedangkan penjamin emisi efek akan segera ditentukan kemudian.

Jadwal Penawaran Saham IPPE

Jadwal penawaran saham IPO IPPE berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 18 – 25 November 2021
  • Tanggal Efektif : 30 November 2021
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 7 Desember 2021
  • Tanggal Penjatahan :7 Desember 2021
  • Tanggal Distribusi Saham : 8 Desember 2021
  • Tanggal Pencatatan di BEI : 9 Desember 2021

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham IPPE

Berdasarkan prospektus perseroan, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan berbagai hal, yaitu: sekitar sebesar 61,88% akan digunakan untuk belanja modal seperti pembelian mesin, pembangunan pabrik dan pembelian tangki stock, dan sekitar 38,12% akan digunakan untuk modal kerja lain-lain.

Kinerja Laporan Keuangan IPPE

Prospektus saham IPO IPPE menunjukan bahwa dalam tiga tahun terakhir, IPPE mampu mencatatkan kinerja yang cukup bagus, terutama pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021 dengan raihan melesat 71,31% dibandingkan dengan laba bersih periode 31 Maret 2020 kemarin sebagai hasil dari peningkatan volume penjualan

Rasio Keuangan IPPE

Berikut merupakan ringkasan rasio keuangan saham IPPE selama bulan Desember 2018, 2019 hingga Juli 2021:

Data di atas mencerminkan bahwa IPPE secara fundamental menunjukan keuangan yang sudah cukup baik per kinerja 3 tahun terakhir. Terlihat dari raihan kenaikan rasio profitabilitas dan keberhasilan penurunan rasio solvabilitas.

Kebijakan Dividen IPPE

Prospektus saham IPO IPPE mengatakan bahwa pemegang saham akan mendapatkan dividen dengan skema 20% dari laba bersih tahun berjalan.

Prospek Bisnis IPPE

Kelapa menjadi salah satu komoditas penting bagi Indonesia, bahkan dunia. Karena, dari sebuah kelapa, kita dapat mendapatkan banyak produk turunan, tidak hanya itu, kelapa juga dapat menjadi sebuah alternatif minyak karena lebih ramah lingkungan dan lebih murah serta lebih banyak output yang didapatkan dibandingkan produk sejenis.

Produksi kelapa Indonesia adalah yang terbesar di dunia dengan produksi sebesar 17,13 juta metric ton per tahun 2019 serta 27,43% dari produksi kelapa dunia. Tanaman kelapa memiliki banyak manfaat dan banyak produk unggulan ekspor yang dihasilkan dari tanaman tersebut.

Salah satu produk yang diunggulkan yaitu minyak kelapa. Minyak kelapa merupakan bentuk penting dari konsumsi kelapa dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga dapat dijadikan alasan utama menjadikan kelapa sebagai komoditas yang komersil. 

Pada tahun 2018 kebutuhan minyak kelapa dunia sebesar 3.3 juta ton per tahun dengan nilai pasar sebesar US$5,9 miliar. (Research and Markets 2020). Pangsa pasar minyak kelapa dunia dipasok oleh dua negara produsen yaitu Indonesia dan Filipina dengan total pangsa pasar sebesar 66,67%.

Pangsa pasar masing-masing negara produsen tersebut terhadap dunia pada tahun 2018 sebesar 27,27% untuk Indonesia dan 39,39% untuk Filipina. Hal ini dikarenakan struktur iklim serta luas wilayahnya yang cocok untuk ditanami tanaman kelapa Oleh karena itu. produksi minyak kelapa (CCO) dari kedua negara ini dapat mendominasi pangsa pasar dunia. 

Tercatat, kebutuhan minyak kelapa dunia sebesar 3,57 juta metrik ton per tahun di tahun 2020. Pangsa minyak kelapa Indonesia di pasar internasional adalah yang terbesar. Terdapat empat jenis produk minyak kelapa yang dapat menjadi prospek IPPE di masa yang akan datang, yaitu VCO, PCO, CCO, dan CM. Pada market dalam negeri, IPPE menargetkan wilayah pemasaran meliputi wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO IPPE, diketahui memang secara fundamental IPPE memiliki kinerja yang baik, produk yang dihasilkan pun cukup banyak sehingga dapat mengakomodir permintaan pasar yang bervariasi.

Berdasarkan analisis fundamental, jika kita menilik rasio keuangan yang didapat dari kinerja IPPE, dapat terlihat bahwa manajemen IPPE sudah cukup efektif untuk mengelola sumber daya yang dimiliki untuk kemudian dijadikan laba, dan dari rasio solvabilitasnya juga terjaga cukup rendah sehingga aman dari eksposur gagal bayar.

Dari analisis teknikal, kita dapat melihat bahwa IPPE mengalami trend penurunan, untuk lebih amannya, mulai entry ke dalam saham IPPE ketika candle berada diatas garis MA atau harga diatas Rp212.

Saham IPO IPPE akan memiliki prospek yang cukup cerah jika dapat memiliki kinerja yang lebih kuat, serta menguatkan posisi perseroan dalam segmen tertentu sehingga dapat terus berkembang dan memiliki masa depan yang menjanjikan.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait