Analisa Saham

Review Fundamental dan Teknikal Saham IPO BOBA

Sumber: Unsplash

Ajaib.co.id -Siapa disini merupakan pecinta minuman yang berisikan BOBA?yak bola-bola kecil berwarna hitam kecoklatan yang bertekstur kenyal ini menjadi primadona. Sensasi manis namun kenyal ini cukup populer dan diterima masyarakat Indonesia. Hingga akhirnya bisnis yang menjual minuman ini cukup menjamur di masyarakat, diantaranya ada merek besar seperti Xi Bo Ba, Kokumi, Gulu-Gulu, Street Boba. Tapi tahukah kamu, bahwa BOBA yang dijual di semua perusahaan yang disebutkan sebelumnya berasal dari satu perusahaan yang sama, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA).

Profil Singkat Emiten

Yup, perusahaan yang bernama PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Produksi Tapioca Pearl (Boba), Topping Jelly, Popping Boba, Premium Sauce, Syrup, dan Premix Powder. Perusahaan ini berdiri pertama kali pada tahun 2016 di kota Tangerang, kini telah menjadi supplier utama dari brand-brand FnB kenamaan.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas Hengky Wijaya (28,35%), PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk. (26,98%), Texture Maker Enterprise Co., Ltd (25,20%), Dewi Irianty Wijaya (6,30%), Yunita Sugiarto EW (3,15%), Preserved Food Specialty Co., Ltd (5,00%), Papom Mahattanobol (5,00%), Tseng, Jen-You (0.02%).

Detail Rencana IPO BOBA

Perseroan melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sejumlah 140.00.000 lembar saham atas nama dengan nominal Rp50 setiap lembar saham, atau sama dengan 12,11% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp250 – Rp280. 

Prakiraan struktur pemegang saham Hengky Wijaya (24,92%), PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk. (23,71%), Texture Maker Enterprise Co., Ltd (22,15%), Dewi Irianty Wijaya (5,54%), Yunita Sugiarto EW (2,77%), Preserved Food Specialty Co., Ltd (4,39%), Papom Mahattanobol (4,39%), Tseng, Jen-You (0.02%), dan Masyarakat (12,21%).

Penjamin pelaksana emisi efek saham IPO BOBA adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia.

Jadwal Penawaran Saham BOBA

Jadwal penawaran saham IPO BOBA berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 5 – 11 Oktober 2021
  • Tanggal Efektif : 25 Oktober 2021
  • Masa Penawaran Umum : 26 – 28 Oktober 2021
  • Tanggal Penjatahan : 28 Oktober 2021
  • Tanggal Distribusi Saham : 29 Oktober 2021
  • Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) : 1 November 2021

Rencana Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan prospektus saham BOBA, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO, setelah dikurangi biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan seperti pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya operasional, hingga biaya pemasaran.

Kinerja Laporan Keuangan BOBA

Prospektus saham IPO BOBA menunjukan bahwa dalam tiga tahun terakhir, Formosa berhasil mencatatkan kinerja yang cukup bagus, walaupun terdapat penurunan yang tidak begitu signifikan pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2021 di mana turun sebesar 0,11% dibandingkan dengan laba bersih periode per 31 Agustus 2020 sebagai akibat dari terjadinya penurunan volume penjualan.

Rasio Keuangan

Berikut merupakan ringkasan rasio keuangan saham Formosa selama bulan Desember 2018, 2019 hingga Agustus 2021:

Data di atas mencerminkan bahwa BOBA secara fundamental menunjukan keuangan yang sudah cukup baik. Walaupun begitu, terdapat trend penurunan dari rasio pertumbuhan perseroan.

Kebijakan Dividen BOBA

Prospektus saham IPO BOBA mengatakan bahwa pemegang saham akan mendapatkan deviden dengan skema 50% dari laba bersih tahun berjalan.

Prospek Bisnis BOBA

Berdasarkan paparan prospektus, Perseroan memiliki prospek usaha yang cukup baik terutama dari segi produk dikarenakan Perseroan memiliki produk yang merupakan pionir dari produk Formosa yang diproduksi di Indonesia serta Perseroan memiliki berbagai pelanggan kunci yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perseroan mampu jadi supplier terhadap beberapa brand kenamaan di Indonesia yang memiliki chain outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan penjualan Perseroan dari tahun 2017 – 2020 yang tumbuh secara CAGR sebesar 203%. 

Kontribusi sektor makanan dan minuman terhadap PDB menurut pengeluaran juga sangat besar yaitu diatas 20%, menggambarkan bahwa sektor makanan dan minuman merupakan pengeluaran terbesar masyarakat Indonesia sehingga pangsa pasar untuk Perseroan yang bergerak di industri makanan dan minuman juga sangat besar.

Selain itu, makanan dan minuman juga merupakan salah satu industri yang cukup tahan dengan ketidakpastian perekonomian saat ini. 

Sejalan dengan potensi tersebut, pada tahun 2021 ini emiten BOBA juga telah mempersiapkan pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 4.000 Ton menjadi 25.000 Ton per tahun, Perseroan juga memproyeksikan penjualan pada tahun 2021 – 2025 bisa meningkat secara rata – rata sebesar 20%.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO BOBA, diketahui memang secara fundamental BOBA mengalami trend penurunan, namun penurunan tersebut tidak terlalu signifikan dan diakibatkan konsumsi masyarakat yang menurun akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan analisis fundamental, jika kita menilik rasio keuangan yang didapat dari kinerja Formosa, dapat terlihat bahwa manajemen BOBA sudah cukup efektif untuk mengelola sumber daya yang dimiliki untuk kemudian dijadikan laba, walaupun begitu, terdapat penurunan seperti pada halnya pada rasio likuiditas dibawah.

Dari analisis teknikal, kita dapat melihat bahwa Formosa mengalami trend penurunan yang cukup kuat, saat ini BOBA sedang mencoba membuat bottoming, jika BOBA mampu menembus MA-5 dan MA-10 di harga Rp230 dan Rp232, maka kemungkinan besar sudah terjadi reversal menuju uptrend, untuk itu sebaiknya wait and see terlebih dahulu.

Saham IPO BOBA akan memiliki prospek yang cukup cerah jika dapat memiliki kinerja yang lebih kuat lagi nantinya, serta menguatkan posisi perseroan dalam segmen tertentu sehingga dapat terus berkembang dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait