Investasi

Nasib Saham KRAS Setelah Terjadi Depresiasi Rupiah

saham kras

Ajaib.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan spot pasar hari ini melemah di level Rp16.000 per dolar USD. Pada pembukaan perdagangan Rabu (01/04/2020) tadi pagi, 1 dolar USD dibanderol Rp16.440. Namun, kini mata uang Indonesia ini kembali melemah 0,86% dibandingkan pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Dampak dari depresi rupiah ini tentu saja menghambat kinerja dari perusahaan dan saham perseroan, salah satunya saham KRAS kode emiten dari PT Krakatau Steel Tbk.

Lemahnya rupiah pada penutupan pasar hari ini jadi yang terendah sejak Oktober 2018. Sepanjang tahun 2020 berjalan, rupiah terus melemah sampai 8,9 persen. Pada bulan Februari Krakatau Steel (KRAS) masih sempat mencatatkan laba.

Namun, jika nilai tukar jika rupiah terus anjlok hal ini dapat memberi dampak negatif yang berpotensi ada peningkatan biaya bahan baku baja dalam nilai dolar AS. Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim hanya berharap tidak sampai terjadi fluktuasi dengan cepat.

Selain masalah depresiasi, dampak dari virus corona ini juga membuat sebagian saham perseroan termasuk saham KRAS anjlok cukup dalam. Akan tetapi, yang terpenting adalah bagaimana perseroan mengambil langkah antisipasi menghadapi penyebaran virus covid-19 ini.

Tak hanya saham yang jatuh, pandemi global ini juga bakal berimbas menurunnya permintaan baja dalam negeri. Untuk itu, pihak perseroan akan memastikan terlebih dahulu seluruh karyawannya terbebas dari virus corona. Selanjutnya baru akan mencari alternatif baru untuk mendorong efisiensi.

Lakukan Restrukturasi Kredit

Diketahui bahwa sejak September 2019 sampai Januari 2020, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) telah melakukan kesepakatan restrukturisasi dengan sejumlah bank. Hal ini dilakukan supaya perusahaan tetap dapat beroperasi dan saham KRAS bisa kembali bangkit.

Akan tetapi, ini seperti sebuah bom waktu saat kredit berisiko (loan at risk) berubah menjadi kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Sejumlah bank memberikan kredit sebesar 2.005.636 ribu USD (Rp28,08 triliun dengan kurs Rp14.000) dan melakukan restrukturisasi kredit kepada Krakatau Steel.

Pihak bank tersebut terdiri dari Bank Mandiri, Bank OCBC, Bank CIMB Niaga, Bank DBS Indonesia, Indonesia Eximbank, Bank ICBC Indonesia, Bank BCA, dan Standard Chartered Indonesia.

Restrukturisasi kredit ini sebagai bentuk upaya perbaikan yang dilakukan pihak bank kepada debitur (Krakatau Steel) yang tengah mengalami masa-masa sulit untuk memenuhi kewajibannya. Upaya tersebut dilakukan dalam bentuk penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan bunga kredit, perpanjangan tenor, penambahan fasilitas kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit, hingga konversi kredit.

Di sisi lain, restrukturisasi kredit ini juga dapat menimbulkan risiko kredit bermasalah bagi pihak bank sendiri.

Sementara itu, Krakatau Steel tahun ini menargetkan yang tadinya merugi berbalik bisa mencetak laba dan saham KRAS kembali terbang setelah melakukan restrukturisasi. Kemudian dampak yang dirasakan langsung dari restrukturisasi kredit tersebut diklaim membuat Krakatau Steel menghemat sebesar 647 juta USD.

Selain ada penghematan, tahun ini perusahaan juga diprediksi bakal mengalami peningkatan market share dari penjualan hot rolled coil (HRC) di dalam negeri sebesar 40%. Sementara market share produk yang perusahaan terima pada 2019 lalu hanya mencapai 30%. Meski begitu, Krakatau Steel tengah mengupayakan penerapan anti dumping dan melakukan efisiensi.

Kemudian soal pertumbuhan pasar, Krakatau Steel mampu menyediakan kebutuhan baja dalam negeri hingga 2,1 juta ton pada tahun 2020. Apalagi dengan mulai beroperasinya pabrik hot strip mill (HSM) 2 yang dijdwalkan pertengahan tahun ini bisa meningkatkan produksi HRC sebanyak 1,5 juta ton.

Dengan begitu market share di tahun 2021 mendatang bisa meningkat lagi mencapai 50%. Sayangnya, saat ini industri baja nasional tengah dihantam badai impor baja terutama dari Cina yang membuat kinerja mereka menjadi lesu.

Dalam dua tahun terakhir, beberapa produksi baja dalam negeri sudah kelebihan kapasitas (over capacity) akibat impor besar-besaran yang dilakukan pemerintah. Bahkan tahun 2019 lalu, nilai impor besi dan baja mencapai angka 10,39 miliar USD, dimana jadi yang komoditi terbesar ketiga sebesar 6,98%.

Untuk itulah, pihak Krakatau Steel berharap pemerintah lebih memihak kepada industri baja dalam negeri dan menghentikan impor. Selain itu aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) juga diharapkan bisa ditegakkan.

Prospek Saham KRAS

Melihat komitmen PT Krakatau Steel Tbk untuk melakukan restrukturisasi kredit seharusnya bisa jadi sentimen positif bagi saham KRAS. Disamping itu, harga saham Krakatau Steel sendiri sedang lesu berkepanjangan. Diketahui per Rabu (01/04/2020), saham KRAS menurun sebesar 2,68% menjadi Rp145.

Situasi ini sendiri bukan sesuatu yang baru, karena memang sejak lima tahun terakhir saham KRAS terus menerus memerah. Bagi investor yang masih berkeyakinan KRAS akan kembali bangkit, pilihan bijaknya adalah buy on weakness bila harga berada di kisaran Rp200. Akan tetapi ini orientasinya harus jangka panjang, kurang lebih tiga tahun.

Perlu diketahui, sampai pada kuartal III 2019 pemasukan KRAS mengalami penurunan sebesar 17,32% secara year on year (yoy) menjadi sekitar 1,05 miliar USD. Belum sampai disitu, bahkan di kuartal III 2019, parusahaan juga alami kerugian mencapai 211,91 juta USD. Jumlah itu membengkak di periode yang sama pada tahun 2018 lalu sebesar 37,38 juta USD. Kondisi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan terutama bagi industri baja dalam negeri

Bacaan menarik lainnya:

Jogiyanto, H. (2015). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Jakarta: Rajawali Pers.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait