TLKM Dilepas Asing Rp1,18 Triliun dan Turun 11,61% Sepekan, Mampukah Buyback Rp4 Triliun Menahan Tekanan?
Afif Alfaris•November 3, 2026

Key Takeaways
- Pada hari pengumuman percepatan buyback (pembelian kembali saham), TLKM melonjak 16,38% dari titik terendah sejak 2012, bersamaan dengan rebound IHSG 5,65%.
- Reli 27% sempat terbentuk, tetapi lebih dari separuhnya terhapus saat asing melepas TLKM senilai Rp1,18 triliun dalam sepekan.
- Sisa anggaran buyback di atas Rp3 triliun setara sekitar 2,5 kali jual bersih asing sepekan, cukup untuk meredam tekanan tetapi belum tentu membalikkan arah.
- Laba normalisasi kuartal III relatif datar, sementara penurunan laba terlapor lebih banyak dipengaruhi pos di luar operasi inti.
TLKM Kini Lebih Menentukan Arah IHSG
Bobot TLKM di IHSG baru saja naik menjadi sekitar 4,68% setelah saham HSC dikeluarkan dari perhitungan indeks. Di saat yang sama, asing justru paling banyak melepas saham ini.
Kombinasi itu membuat setiap pergerakan TLKM kini lebih terasa ke indeks, sehingga arah sahamnya layak dipantau lebih dekat.
Oleh sebab itu sangat penting bagi Kamu untuk memantau pergerakan saham TLKM melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.
Dari Rp1.770 ke Rp2.250 lalu Kembali ke Rp1.980, Kronologi Reli yang Tidak Bertahan
Sebelum menilai kekuatan buyback, Anda perlu melihat dulu bagaimana harga TLKM bergerak dalam dua pekan terakhir.
Tabel 1. Pergerakan Harga TLKM 15 hingga 30 Oktober 2026
| Tanggal | Penutupan | Perubahan | Konteks |
| 15 Oktober | Rp2.230 | – | Sebelum tekanan pasar |
| 16 Oktober | Rp1.900 | -14,8% | IHSG turun 11,57% |
| 19 Oktober | Rp1.770 | -6,8% | Terendah sejak Juli 2012 |
| 20 Oktober | Rp2.060 | +16,38% | Percepatan buyback, IHSG +5,65% |
| 23 Oktober | Rp2.240 | +1,8% | – |
| 26 Oktober | Rp2.250 | – | Puncak reli, +27,1% dari titik terendah |
| 30 Oktober | Rp1.980 | -11,61% sepekan | Jual bersih asing Rp1,18 triliun |
*Sekitar 56% kenaikan dari Rp1.770 ke Rp2.250 terhapus dalam empat hari bursa.
Mengapa Harga Sempat Melonjak di Hari Pengumuman
Lonjakan 20 Oktober terjadi di hari rebound IHSG yang luas, sehingga sulit memisahkan porsi yang datang dari buyback dan dari pemulihan pasar. Volume 652 juta saham, sekitar separuh volume hari panik sebelumnya, menunjukkan adanya short covering (pembelian kembali oleh pelaku yang sebelumnya menjual) sekaligus beli baru.
Mengapa Reli Tidak Bertahan
Pelemahan setelah puncak reli lebih tepat dibaca sebagai kombinasi tiga faktor. Jual asing kembali deras di saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BMRI, dan BBRI, rupiah berada di sekitar Rp18.100 per dolar AS di tengah ketidakpastian status MSCI, dan area Rp2.250 hingga Rp2.320 bertemu resistance (area penahan kenaikan) lama.
Meski begitu, kondisi ini belum bisa disimpulkan sebagai kegagalan buyback. Realisasi program setelah 19 Oktober belum diketahui, sehingga daya serapnya baru bisa dinilai setelah laporan realisasi terbit.
Anda dapat menggunakan fitur Broker Summary di Ajaib Terminal dengan filter investor asing untuk melihat apakah tekanan jual asing di TLKM mulai mengecil dari hari ke hari.
Sisa Buyback Rp3 Triliun vs Laju Jual Asing, Seberapa Besar Daya Serapnya?
Ukuran buyback baru bermakna jika dibandingkan dengan besarnya pasokan saham yang dilepas di pasar.
Profil Program Buyback
Rincian program buyback TLKM sebagai berikut.
Tabel 2. Profil Program Buyback TLKM
| Komponen | Keterangan |
| Nilai maksimal | Rp4 triliun, dari kas internal |
| Dasar persetujuan | RUPST 8 Juni 2026 |
| Periode | 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027 |
| Sisa anggaran per 19 Oktober | Di atas Rp3 triliun |
| Realisasi hingga 19 Oktober | Di bawah sekitar Rp1 triliun |
*Realisasi diturunkan dari sisa anggaran. Buyback Rp36,54 miliar yang selesai 20 Oktober terkait pemisahan usaha fiber dan terpisah dari program Rp4 triliun. RUPST adalah rapat umum pemegang saham tahunan.
Membandingkan dengan Jual Asing
Perbandingan sisa anggaran dengan laju jual asing terangkum berikut.
Tabel 3. Sisa Buyback dibanding Jual Asing
| Ukuran | Angka |
| Jual bersih asing 26 hingga 30 Oktober | Rp1,18 triliun |
| Rata-rata per hari | Sekitar Rp236 miliar |
| Sisa buyback dibanding jual asing sepekan | Sekitar 2,5 kali |
| Daya tahan pada laju jual yang sama | Sekitar 12 hingga 13 hari bursa |
| Sisa buyback dalam lembar saham di Rp1.980 | Sekitar 1,52 miliar saham, atau 1,53% saham beredar |
*Perhitungan mengasumsikan seluruh sisa anggaran dipakai pada harga Rp1.980 dan laju jual asing tetap.
Dari angka tersebut, buyback lebih realistis berfungsi sebagai penahan harga di area tertentu, bukan pembalik tren, selama arus asing belum berbalik. Pola serupa juga terlihat pada emiten BUMN lain yang menggelar buyback di tengah jual asing.
Anda dapat menggunakan fitur Done Details dan Inventory Analysis di Ajaib Terminal untuk melihat apakah ada pembeli konsisten di rentang harga tertentu, salah satu jejak yang sering muncul saat buyback berjalan.
Baca juga: 81 Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG, Mengapa Indeks Sempat Jatuh ke Bawah 5.000 di Hari Pertama?
Kinerja Kuartal III, Apakah Ada Alasan Fundamental di Balik Aksi Jual?
Laporan keuangan baru dirilis setelah aksi jual pekan lalu. Meski begitu, angkanya membantu Anda menilai apakah tekanan ini punya dasar fundamental.
Tabel 4. Kinerja TLKM Sembilan Bulan 2026
| Indikator | 9M 2026 | Pertumbuhan |
| Pendapatan | Rp113,5 triliun | +3,5% |
| EBITDA | Rp55,5 triliun (margin 48,9%) | +2,0% |
| Laba atribusi entitas induk | Rp14,44 triliun | -3,7% |
| Laba normalisasi | Rp16,5 triliun | +3,9% |
| Data, internet, dan IT | Rp71,5 triliun | +8,3% |
*EBITDA adalah laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Laba normalisasi tidak memasukkan pos tidak berulang.
Bila dipisahkan per kuartal, gambarannya sebagai berikut.
Tabel 5. Kinerja TLKM Kuartal III Saja
| Indikator | Q3 2026 | Q3 2025 | Perubahan |
| Pendapatan | Rp37,6 triliun | Rp36,6 triliun | +2,7% |
| EBITDA | Rp18,0 triliun | Rp18,3 triliun | -1,6% |
| Laba bersih | Rp3,8 triliun | Rp4,55 triliun | -16% |
| Laba normalisasi | Rp5,2 triliun | Rp5,24 triliun | -0,8% |
*Angka kuartal III dihitung dari sembilan bulan dikurangi semester I. Basis 2025 diturunkan dari persentase pertumbuhan yang dirilis.
Selisih laba terlapor dan laba normalisasi sekitar Rp2,1 triliun datang dari pos nonoperasional, termasuk program pensiun dini. Di sisi lain, margin EBITDA kuartal III sebesar 47,9% lebih rendah dari rata-rata sembilan bulan, sehingga bagi pasar bisnis inti belum tumbuh cukup cepat untuk menjadi katalis.
Meski begitu, ada beberapa titik terang dari laporan ini berikut.
- ARPU Telkomsel naik 7,1%. ARPU (pendapatan rata-rata per pelanggan) yang naik menandakan monetisasi pelanggan seluler membaik.
- Pelanggan IndiHome naik menjadi 9,63 juta. Basis pelanggan internet rumah yang bertambah menopang segmen data dan internet.
- EBITDA NeutraDC naik 35%. Kinerja bisnis pusat data ini relevan karena rencana divestasinya menjadi salah satu katalis TLKM.
TLKM di IHSG Baru, Bobot Lebih Besar dan Level Teknikal yang Diuji
Perubahan komposisi IHSG membuat posisi TLKM lebih menentukan arah indeks. Kondisi ini perlu Anda perhitungkan saat membaca grafik.
Bobot Naik Menjadi Sekitar 4,68%
TLKM kini menjadi konstituen terbesar keempat, sehingga setiap pergerakan 1% di TLKM setara sekitar 2,4 poin IHSG. Dana pasif yang mengikuti IHSG berpotensi menambah porsi, tetapi aliran itu bisa tertutup oleh arus aktif asing.
Level yang Dipantau
Level teknikal yang relevan untuk TLKM sebagai berikut.
Tabel 6. Level Teknikal TLKM
| Level | Fungsi |
| Rp1.770 | Support utama, titik terendah sejak 2012 |
| Rp1.840 | Batas bawah area konsolidasi |
| Rp2.000 | Level psikologis |
| Rp2.158 | MA20 |
| Rp2.320 hingga Rp2.386 | Resistance dan MA50 |
*Support adalah area penahan penurunan, MA20 dan MA50 adalah rata-rata harga 20 dan 50 hari. RSI 14 di sekitar 37 dan histogram MACD baru berbalik negatif per 30 Oktober. Level adalah acuan, bukan target harga.
Pada sesi I 2 November, TLKM turun 1,76% ke Rp1.945, di bawah level psikologis Rp2.000. Area ini menjadi titik awal untuk melihat apakah pembeli mulai menahan harga.
Anda dapat menggunakan fitur Order Queue di Ajaib Terminal untuk membaca tebal tipisnya antrean beli di sekitar level psikologis Rp2.000.
Katalis Berikutnya dan Skenario Harga TLKM
Arah TLKM berikutnya bergantung pada beberapa katalis yang bisa Anda pantau dalam beberapa pekan ke depan.
- Divestasi NeutraDC. Penjualan saham mayoritas pusat data ini dalam tahap evaluasi binding offer (penawaran mengikat) dan ditargetkan rampung akhir 2026, dengan valuasi US$1 hingga 1,5 miliar yang masih berupa estimasi.
- Laporan realisasi buyback. Laju pembelian setelah 19 Oktober akan menunjukkan seberapa aktif program ini menyerap pasokan.
- Pengumuman MSCI 11 November 2026. Hasilnya ikut menentukan arah arus asing ke saham besar, termasuk bank seperti BBCA dan BBNI.
- Pergerakan rupiah. Rupiah yang stabil umumnya membantu meredakan tekanan jual asing di saham berkapitalisasi besar.
Dari katalis tersebut, ada tiga skenario yang dapat menjadi acuan.
Tabel 7. Skenario Harga TLKM
| Skenario | Konfirmasi | Level pantau | Pembatal |
| Pemulihan | Jual asing mereda, harga kembali di atas Rp2.000 dengan volume naik | Rp2.158 lalu Rp2.320 | Kembali di bawah Rp1.840 |
| Konsolidasi | Buyback menyerap pasokan, asing netral | Rp1.840 hingga Rp2.160 | Menembus salah satu batas |
| Pelemahan lanjutan | Jual asing berlanjut, Rp1.770 ditembus | Rp1.770 | Kembali di atas Rp2.000 |
*Skenario bersifat kondisional dan bukan rekomendasi transaksi.
Cara Memantau Jual Asing dan Jejak Buyback TLKM di Ajaib Terminal, Langkah demi Langkah
Langkah berikut membantu Anda membaca tekanan jual dan potensi penyerapan buyback secara harian.
Langkah 1, Tambahkan TLKM ke Watchlist

Kelompokkan TLKM bersama BMRI dan BBRI sebagai saham penggerak yang sama-sama dilepas asing.
Langkah 2, Buka Broker Summary dengan Filter Investor Asing

Bandingkan nilai jual bersih asing harian dengan rata-rata pekan lalu sekitar Rp236 miliar.
Langkah 3, Cek Done Details dan Inventory Analysis

Gunakan keduanya untuk melihat konsistensi pembeli di rentang harga tertentu.
Langkah 4, Baca Order Queue di Rp2.000

Pantau antrean beli di sekitar Rp2.000, lalu lanjutkan eksekusi dengan Fast Trade saat konfirmasi tercapai.
Diversifikasi Portofolio Saat Saham Big Caps Bergejolak
Volatilitas di saham berkapitalisasi besar bisa menjadi momen untuk menyeimbangkan porsi aset Anda.
Selain saham Indonesia, Anda bisa menyebar dana ke reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, SBN ritel, Tabungan Ajaib, saham AS dan ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa), serta aset kripto.
Pantau pergerakan sahamnya dan mulai trading lebih cepat dan powerful dengan Ajaib. Download sekarang!
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!