PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk didirikan 05 Juli 1946, dan melantai di bursa saham pada 25 November 1996.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memiliki visi menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja.
PDB 2Q26 +5,29% yoy. $BBNI: Laba Bersih 2Q26 Rp5,1 T(+8,1% yoy, -10,0% qoq)
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 6.351 +0,50% +31,53
High 6.367 Low 6.316
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) 14,93 Triliun
Volume Transaksi (Lot) 403 Juta
Frekuensi Transaksi (X) 2,33 Juta
LQ45 Top 5 Gainer
1. KLBF+8,84%
2. AMRT+7,55%
3. BUMI+6,55%
4. ANTM+6,23%
5. HRTA+5,26%
LQ45 Top 5 Loser
1. MAPI-6,18%
2. ISAT-4,52%
3. MEDC-4,01%
4. TLKM-2,87%
5. ASII-1,95%
Kesimpulan
IHSG rebound senada dengan rilis PDB 2Q26 di atas ekspektasi. BPS melaporkan PDB Indonesia pada 2Q26 +5,29% yoy, diatas ekspektasi konsensus 5,1%, Vs PDB 1Q26 sebesar 5,61%. Pertumbuhan tertinggi PDB 2Q26 masih ditopang konsumsi pemerintah +15,97% yoy dengan kontribusi pembobotan 7,57% terhadap PDB Vs 1Q26 +21,8% yoy dengan kontribusi 6,72% terhadap PDB. Dari Emiten, BBNI pada 1H26 melaporkan pertumbuhan kredit secara konsolidasi +24,4% yoy menjadi Rp968,5 triliun, didorong oleh segmen wholesale dan korporasi. Secara bottom line, laba bersih konsolidasi 1H26 mencapai Rp10,7 triliun atau tumbuh +6,6% yoy. Sementara itu, pada 2Q26 laba bersih tercatat sebesar Rp5,1 triliun ( +8,1% yoy, -10,0% qoq). Berdasarkan rasio profitabilitas, ekspansi kredit yang masif ini berhadapan dengan tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) yang turun ke level 3,6% (Vs 3,8% pada 1H25).
Sumber : BPS, BBNI Corporate Presentation, Ajaib Research
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
PDB 2Q26 +5,29% yoy. $BBNI: Laba Bersih 2Q26 Rp5,1 T(+8,1% yoy, -10,0% qoq)
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 6.351 +0,50% +31,53
High 6.367 Low 6.316
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) 14,93 Triliun
Volume Transaksi (Lot) 403 Juta
Frekuensi Transaksi (X) 2,33 Juta
LQ45 Top 5 Gainer
1. KLBF+8,84%
2. AMRT+7,55%
3. BUMI+6,55%
4. ANTM+6,23%
5. HRTA+5,26%
LQ45 Top 5 Loser
1. MAPI-6,18%
2. ISAT-4,52%
3. MEDC-4,01%
4. TLKM-2,87%
5. ASII-1,95%
Kesimpulan
IHSG rebound senada dengan rilis PDB 2Q26 di atas ekspektasi. BPS melaporkan PDB Indonesia pada 2Q26 +5,29% yoy, diatas ekspektasi konsensus 5,1%, Vs PDB 1Q26 sebesar 5,61%. Pertumbuhan tertinggi PDB 2Q26 masih ditopang konsumsi pemerintah +15,97% yoy dengan kontribusi pembobotan 7,57% terhadap PDB Vs 1Q26 +21,8% yoy dengan kontribusi 6,72% terhadap PDB. Dari Emiten, BBNI pada 1H26 melaporkan pertumbuhan kredit secara konsolidasi +24,4% yoy menjadi Rp968,5 triliun, didorong oleh segmen wholesale dan korporasi. Secara bottom line, laba bersih konsolidasi 1H26 mencapai Rp10,7 triliun atau tumbuh +6,6% yoy. Sementara itu, pada 2Q26 laba bersih tercatat sebesar Rp5,1 triliun ( +8,1% yoy, -10,0% qoq). Berdasarkan rasio profitabilitas, ekspansi kredit yang masif ini berhadapan dengan tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) yang turun ke level 3,6% (Vs 3,8% pada 1H25).
Sumber : BPS, BBNI Corporate Presentation, Ajaib Research
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.