Saham Terkait







Barito Pacific Tbk.
Barang Baku
Day Trading
Trading Limit
$MUTU sandiaga uno borong saham mutu 4 miliar, besok pasti bakal berlanjut, jika big money masuk waktunya kita masuk juga sebelum barangnya kering random tag : $CUAN $PTRO $BRPT $CDIA $DSSA $KOTA $NZIA $LCKM $BAPA $SDMU $WMUU $BBCA $BBRI $BMRI $BIPI $ASPR $BREN $BRMS $BUVA $COCO $COIN $DEWA $DEFI $DIVA $EMAS $EMTK $ENRG $ENZO $ERAA $INDS $NIKL $PADI $PPRE $PSDN $RAJA $PANI $PIPA $TEBE $TPIA $TOBA $TOSK $WIFI $BNBR $KOKA $FUTR $RMKO $MDIA $NETV $UDNG $YUPI $JELI $BACH $JECX
Sesi 1 Foreign Net Sell Rp 349 Miliar (1/7) Top Buy (Val): $BBCA, $CUAN, $BRPT Top Sell (Val): $BBRI, $BMRI, $TPIA
Stock Pick besokk gaess!! Saham Potensial berdasarkan analisis teknikal! *(Trading Buy) $TPIA Price: 2.120 s.d. 1.930 CL: 1.920 TP: 2.490,2.990,3.490 SOW Disclaimer ON! Watchlist Stock $BRPT layak masuk watchlist karena transformasinya menjadi perusahaan energi dan kimia terintegrasi membuat kinerjanya tidak lagi bergantung pada bisnis petrokimia semata. Kontribusi dari Kilang Aster, bisnis ritel bahan bakar Esso, serta segmen energi terbarukan berpotensi menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam dan stabil ke depan. Diversifikasi ini dinilai dapat mengurangi volatilitas laba sekaligus menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang bagi $BRPT. News Rupiah ditutup melemah ke Rp17.762 per dolar AS seiring tekanan yang juga terjadi pada mayoritas mata uang Asia, menandakan sentimen global masih cenderung mengarah ke aset safe haven. Pelemahan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati terhadap berbagai risiko eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga global dan dinamika geopolitik yang memengaruhi pergerakan dolar AS. Bagi pasar saham, tekanan pada rupiah berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek, terutama pada emiten yang memiliki eksposur besar terhadap mata uang asing. Market Insight IHSG ditutup melemah 0,78% ke level 6.172 setelah tekanan jual kembali mendominasi pasar, dengan 419 saham turun dan hanya 258 saham menguat. Pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar seperti $ISAT, $TLKM, dan $SMGR menjadi pemberat utama indeks, ditambah sentimen kenaikan BI Rate yang membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Meski terkoreksi, IHSG masih bertahan di atas level 6.100 sehingga pasar cenderung berada dalam fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Disclaimer ON!
$MUTU sandiaga uno borong saham mutu 4 miliar, besok pasti bakal berlanjut, jika big money masuk waktunya kita masuk juga sebelum barangnya kering random tag : $CUAN $PTRO $BRPT $CDIA $DSSA $KOTA $NZIA $LCKM $BAPA $SDMU $WMUU $BBCA $BBRI $BMRI $BIPI $ASPR $BREN $BRMS $BUVA $COCO $COIN $DEWA $DEFI $DIVA $EMAS $EMTK $ENRG $ENZO $ERAA $INDS $NIKL $PADI $PPRE $PSDN $RAJA $PANI $PIPA $TEBE $TPIA $TOBA $TOSK $WIFI $BNBR $KOKA $FUTR $RMKO $MDIA $NETV $UDNG $YUPI $JELI $BACH $JECX
Sesi 1 Foreign Net Sell Rp 349 Miliar (1/7) Top Buy (Val): $BBCA, $CUAN, $BRPT Top Sell (Val): $BBRI, $BMRI, $TPIA
Stock Pick besokk gaess!! Saham Potensial berdasarkan analisis teknikal! *(Trading Buy) $TPIA Price: 2.120 s.d. 1.930 CL: 1.920 TP: 2.490,2.990,3.490 SOW Disclaimer ON! Watchlist Stock $BRPT layak masuk watchlist karena transformasinya menjadi perusahaan energi dan kimia terintegrasi membuat kinerjanya tidak lagi bergantung pada bisnis petrokimia semata. Kontribusi dari Kilang Aster, bisnis ritel bahan bakar Esso, serta segmen energi terbarukan berpotensi menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam dan stabil ke depan. Diversifikasi ini dinilai dapat mengurangi volatilitas laba sekaligus menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang bagi $BRPT. News Rupiah ditutup melemah ke Rp17.762 per dolar AS seiring tekanan yang juga terjadi pada mayoritas mata uang Asia, menandakan sentimen global masih cenderung mengarah ke aset safe haven. Pelemahan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati terhadap berbagai risiko eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga global dan dinamika geopolitik yang memengaruhi pergerakan dolar AS. Bagi pasar saham, tekanan pada rupiah berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek, terutama pada emiten yang memiliki eksposur besar terhadap mata uang asing. Market Insight IHSG ditutup melemah 0,78% ke level 6.172 setelah tekanan jual kembali mendominasi pasar, dengan 419 saham turun dan hanya 258 saham menguat. Pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar seperti $ISAT, $TLKM, dan $SMGR menjadi pemberat utama indeks, ditambah sentimen kenaikan BI Rate yang membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Meski terkoreksi, IHSG masih bertahan di atas level 6.100 sehingga pasar cenderung berada dalam fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Disclaimer ON!