PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk didirikan 16 Desember 1895, dan melantai di bursa saham pada 10 November 2003.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki visi The Most Valuable Bank di Asia Tenggara dan Home to the Best Talent.
IHSG +2,5% Di Sesi 2, Asing Borong Big Banks Pasca Reshuffle Menkeu
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 6.534 -0,10% -6,68
High 6.550 Low 6.371
LQ45 Top 5 Gainer
1. AMMN+4,94%
2. BBRI+3,98%
3. TLKM+3,46%
4. BBTN+3,40%
5. BBNI +3,20%
LQ45 Top 5 Loser
1. MDKA-5,57%
2. EXCL-3,04%
3. INCO-2,90%
4. MBMA-2,88%
5. DEWA-2,87%
Kesimpulan
IHSG berhasil memulihkan pelemahannya menjelang penutupan perdagangan setelah sempat terkoreksi hingga -2,6% di sesi 2, merespons positif perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026) di mana posisi Menteri Keuangan dialihkan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara. Pergantian posisi tersebut menjelang peresmian RAPBN yang disahkan oleh Rapat Paripurna DPR menjadi Undang-Undang (UU APBN 2027) pada akhir bulan September. Pemerintah merencanakan defisit anggaran RAPBN 2027 sebesar 2,4% terhadap PDB lebih rendah dari target APBN 2026 sebesar 2,85% seiring penyampaian 8 Program Kerja Prioritas Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto yang mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga penurunan kemiskinan.
Kami menilai, reboundnya IHSG dapat berlanjut melihat kondisi pasar hari ini dengan penguatan indeks LQ45 naik +1,43% dan IDX30 +1,40% yang dipicu oleh aliran modal masuk (inflow) investor asing pada sesi 2 senilai Rp327 miliar. Aksi beli bersih (net buy) asing ini didominasi oleh sektor perbankan Big Banks, mencakup $BBCA (Rp123 miliar), $BBNI (Rp56 miliar), $BMRI (Rp48,6 miliar), dan $BBRI (Rp42,1 miliar). Minat investor terhadap saham Big Banks didorong oleh tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) yang sangat menarik, seperti BMRI (11,9%), BBRI (11,1%), BBNI (9,4%), dan BBCA (5,2%), di tengah penurunan harga saham sejak awal tahun.
Sumber: Ajaib Research, CNBC, Ajaib Research, Kemenkeu
Kontrak Berjangka Saham AS Terus Melemah ‼️
Kontrak berjangka ekuitas AS terus merosot seiring data Indeks Harga Produsen (PPI) yang tinggi serta lonjakan harga minyak dan bahan bakar yang semakin mendongkrak imbal hasil obligasi Treasury.
Kontrak berjangka S&P 500 dan Dow turun 0,5%, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq merosot 1,1%. Harga produsen melonjak 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya pada Agustus, seiring perang di Iran yang mendorong kenaikan harga energi grosir. Harga acuan minyak dan bahan bakar terus naik sejak awal September akibat eskalasi baru dalam perang dan peningkatan pembelian dari Asia, yang menambah tekanan pada pasar saham di tengah kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan.
Produsen chip mengalami penurunan akibat paparan mereka terhadap lonjakan biaya kredit jangka panjang, dengan Marvell, Intel, dan Lam Research turun 3% pada sesi pra-pasar. Nvidia turun 1% dan Oracle turun 1,5% menjelang pengumuman laporan keuangannya setelah penutupan pasar.
Sementara itu, saham Apple naik tipis untuk memulihkan kerugian kemarin setelah perusahaan tersebut mengumumkan peluncuran serangkaian produk baru, termasuk iPhone Duo yang dapat dilipat.
Dengan adanya kenaikan data PPI di AS ini akan menyebabkan outflow pada hari jum'at/besok hari yg berpotensi membuat IHSG akan terkoreksi ‼️
$IHSG$BBCA$BBRI
IHSG +2,5% Di Sesi 2, Asing Borong Big Banks Pasca Reshuffle Menkeu
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 6.534 -0,10% -6,68
High 6.550 Low 6.371
LQ45 Top 5 Gainer
1. AMMN+4,94%
2. BBRI+3,98%
3. TLKM+3,46%
4. BBTN+3,40%
5. BBNI +3,20%
LQ45 Top 5 Loser
1. MDKA-5,57%
2. EXCL-3,04%
3. INCO-2,90%
4. MBMA-2,88%
5. DEWA-2,87%
Kesimpulan
IHSG berhasil memulihkan pelemahannya menjelang penutupan perdagangan setelah sempat terkoreksi hingga -2,6% di sesi 2, merespons positif perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026) di mana posisi Menteri Keuangan dialihkan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara. Pergantian posisi tersebut menjelang peresmian RAPBN yang disahkan oleh Rapat Paripurna DPR menjadi Undang-Undang (UU APBN 2027) pada akhir bulan September. Pemerintah merencanakan defisit anggaran RAPBN 2027 sebesar 2,4% terhadap PDB lebih rendah dari target APBN 2026 sebesar 2,85% seiring penyampaian 8 Program Kerja Prioritas Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto yang mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga penurunan kemiskinan.
Kami menilai, reboundnya IHSG dapat berlanjut melihat kondisi pasar hari ini dengan penguatan indeks LQ45 naik +1,43% dan IDX30 +1,40% yang dipicu oleh aliran modal masuk (inflow) investor asing pada sesi 2 senilai Rp327 miliar. Aksi beli bersih (net buy) asing ini didominasi oleh sektor perbankan Big Banks, mencakup $BBCA (Rp123 miliar), $BBNI (Rp56 miliar), $BMRI (Rp48,6 miliar), dan $BBRI (Rp42,1 miliar). Minat investor terhadap saham Big Banks didorong oleh tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) yang sangat menarik, seperti BMRI (11,9%), BBRI (11,1%), BBNI (9,4%), dan BBCA (5,2%), di tengah penurunan harga saham sejak awal tahun.
Sumber: Ajaib Research, CNBC, Ajaib Research, Kemenkeu
Kontrak Berjangka Saham AS Terus Melemah ‼️
Kontrak berjangka ekuitas AS terus merosot seiring data Indeks Harga Produsen (PPI) yang tinggi serta lonjakan harga minyak dan bahan bakar yang semakin mendongkrak imbal hasil obligasi Treasury.
Kontrak berjangka S&P 500 dan Dow turun 0,5%, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq merosot 1,1%. Harga produsen melonjak 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya pada Agustus, seiring perang di Iran yang mendorong kenaikan harga energi grosir. Harga acuan minyak dan bahan bakar terus naik sejak awal September akibat eskalasi baru dalam perang dan peningkatan pembelian dari Asia, yang menambah tekanan pada pasar saham di tengah kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan.
Produsen chip mengalami penurunan akibat paparan mereka terhadap lonjakan biaya kredit jangka panjang, dengan Marvell, Intel, dan Lam Research turun 3% pada sesi pra-pasar. Nvidia turun 1% dan Oracle turun 1,5% menjelang pengumuman laporan keuangannya setelah penutupan pasar.
Sementara itu, saham Apple naik tipis untuk memulihkan kerugian kemarin setelah perusahaan tersebut mengumumkan peluncuran serangkaian produk baru, termasuk iPhone Duo yang dapat dilipat.
Dengan adanya kenaikan data PPI di AS ini akan menyebabkan outflow pada hari jum'at/besok hari yg berpotensi membuat IHSG akan terkoreksi ‼️
$IHSG$BBCA$BBRI