PT Bumi Resources Minerals Tbk berdiri pada 6 Agustus 2003, dan melantai di bursa saham pada 9 Desember 2010.
PT Bumi Resources Minerals Tbk memiliki visi menjadi perusahaan pertambangan mineral terkemuka di Asia.
PMI Manufaktur RI Balik Ekspansif. $BRMS : 2Q26 Rugi Bersih USD4,63 juta
Selamat pagi
Berikut adalah berita dan saham pilihan Ajaib Sekuritas Senin, 3 Agustus 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup +0,80% atau +49,76 poin ke level 6.236. IHSG rebound dalam 2 hari beruntun, Selama periode tersebut investor asing inflow di pasar reguler Rp65,3 miliar (reguler). IHSG +10,51% sepanjang Juli 2026 setelah tutup di zona merah (monthly) dalam 6 bulan beruntun. Dari makro, PMI Manufaktur Indonesia meningkat kembali ke zona ekspansif sebesar 50,2 pada Juli 2026 (Vs 46,9 pada Juni). Volume produksi kembali tumbuh untuk pertama kalinya sejak Februari 2026, Jumlah pesanan baru mulai pulih namun, pesanan ekspor masih mengalami penurunan signifikan selama lima bulan. Dari emiten, pada 2Q26 BRMS membukukan pendapatan USD26,3 juta (-62% qoq -54,2% yoy). Laba operasional (-88% qoq -85,1% yoy) USD3,36 juta, selain itu, dari bottom line tercatat rugi bersih secara yoy dan qoq menjadi USD4,63 juta.
Dari Global, Wall Street lanjut reli di akhir pekan. Indeks Nasdaq +1% dan S&P 500 +1% (31/7). Pasar mencermati pernyataan Presiden Trump pada akhir pekan kepada wartawan di Air Force One bahwa negosiasi dengan Iran akan dimulai pada Senin (3/8) sore. Trump membatalkan rencana "serangan besar-besaran" terhadap Iran yang direncanakan terjadi pada hari Sabtu (1/8). Harga minyak Brent langsung turun 4,4% di awal pekan ke USD84/ barel merespon pernyataan tersebut. Di sisi lain, Bursa Asia Pasifik kembali koreksi di awal pekan, secraa intraday indeks Nikkei 266 -2,4% dan KOSPI -4% (3/8). Korea Selatan (Korsel) melaporkan surplus neraca dagang Jul 2026 sebesar USD30,2 miliar +62,8% yoy Vs (+70,7% yoy Juni 2026). Ekspor semikonduktor +179% yoy dan komputer +404% yoy sektor paling banyak menyumbang surplus. IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 6.100-6.200.
Sumber :Keterbukaan Informasi BEI (31/7), Investing, Ajaib Research
Disclaimer on
PMI Manufaktur RI Balik Ekspansif. $BRMS : 2Q26 Rugi Bersih USD4,63 juta
Selamat pagi
Berikut adalah berita dan saham pilihan Ajaib Sekuritas Senin, 3 Agustus 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup +0,80% atau +49,76 poin ke level 6.236. IHSG rebound dalam 2 hari beruntun, Selama periode tersebut investor asing inflow di pasar reguler Rp65,3 miliar (reguler). IHSG +10,51% sepanjang Juli 2026 setelah tutup di zona merah (monthly) dalam 6 bulan beruntun. Dari makro, PMI Manufaktur Indonesia meningkat kembali ke zona ekspansif sebesar 50,2 pada Juli 2026 (Vs 46,9 pada Juni). Volume produksi kembali tumbuh untuk pertama kalinya sejak Februari 2026, Jumlah pesanan baru mulai pulih namun, pesanan ekspor masih mengalami penurunan signifikan selama lima bulan. Dari emiten, pada 2Q26 BRMS membukukan pendapatan USD26,3 juta (-62% qoq -54,2% yoy). Laba operasional (-88% qoq -85,1% yoy) USD3,36 juta, selain itu, dari bottom line tercatat rugi bersih secara yoy dan qoq menjadi USD4,63 juta.
Dari Global, Wall Street lanjut reli di akhir pekan. Indeks Nasdaq +1% dan S&P 500 +1% (31/7). Pasar mencermati pernyataan Presiden Trump pada akhir pekan kepada wartawan di Air Force One bahwa negosiasi dengan Iran akan dimulai pada Senin (3/8) sore. Trump membatalkan rencana "serangan besar-besaran" terhadap Iran yang direncanakan terjadi pada hari Sabtu (1/8). Harga minyak Brent langsung turun 4,4% di awal pekan ke USD84/ barel merespon pernyataan tersebut. Di sisi lain, Bursa Asia Pasifik kembali koreksi di awal pekan, secraa intraday indeks Nikkei 266 -2,4% dan KOSPI -4% (3/8). Korea Selatan (Korsel) melaporkan surplus neraca dagang Jul 2026 sebesar USD30,2 miliar +62,8% yoy Vs (+70,7% yoy Juni 2026). Ekspor semikonduktor +179% yoy dan komputer +404% yoy sektor paling banyak menyumbang surplus. IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 6.100-6.200.
Sumber :Keterbukaan Informasi BEI (31/7), Investing, Ajaib Research
Disclaimer on