PT Indosat Tbk didirikan pada 10 November 1967, dan melantai di bursa saham pada 19 Oktober 1994.
PT Indosat Tbk memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di indonesia.
📢 Saya baru saja mengirim Order Beli $ISAT sesuai harga Market saat ini.
ISAT
Indosat Tbk.
Infrastruktur
Day Trading
Trading Limit
1,8905 (0.27%)
Selasa, 07 Juli 2026 16:14 WIB
13.82 M
Volume
$ISAT Divestasi Fiber Optik Rp11,7 T, Posisinya Justru Makin Strategis
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 5.744 +0,87% +49,4
High 5.806 Low 5.704
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) 11,15 Triliun
Volume Transaksi (Lot) 206 Juta
Frekuensi Transaksi (X) 1,52 Juta
LQ45 Top 5 Gainer
1. BRPT+8,70%
2. WIFI+7,19%
3. EMTK+6,85%
4. ANTM+5,75%
5. HRTA+4,50%
LQ45 Top 5 Loser
1. JPFA-3,71%
2. KLBF-2,61%
3. CPIN-1,89%
4. PTBA-0,87%
5. UNVR-0,85%
Kesimpulan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona positif. Tercatat pasar ekuitas dan derivatif 579 instrumen positif, 356 negatif, dan 364 stagnan. IHSG positif di tengah melemahnya Bursa Asia Pasifik, indeks -2,33% dan KOSPI -7,89% (2/7). Rupiah kembali terdepresiasi ke level Rp18.003/USD, senada dengan outflow investor asing di pasar ekuitas Rp 322 miliar (2/7). Dari emiten, ISAT rampung melakukan optimalisasi modal melalui strategi asset-light dengan melepas 84,9% saham di PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) senilai Rp11,7 triliun (dalam bentuk tunai). Transaksi tersebut non-afiliasi sampai skema inbreng saham ISAT 15,1% (sisa kepemilikan pada IFT) yang setara dengan kepemilikan 49,68% saham NFT (menjadi afiliasi). Setelah menjual aset IFT, ISAT melakukan strategi sewa balik (sale and leaseback). Strategi ini, dilakukan untuk mendapatkan dana tunai, namun tetap memanfaatkan nilai ekonomis aset infrastruktur serat optik (fiber optic). Sektor transportasi +2,22% memimpin performa indeks sektoral dan sektor material dasar +2,16%.
Sumber : Keterbukaan Informasi BEI, Ajaib Research
Disclaimer on
$ISAT Divestasi Fiber Optik Rp11,7 T, Posisinya Justru Makin Strategis
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 5.744 +0,87% +49,4
High 5.806 Low 5.704
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) 11,15 Triliun
Volume Transaksi (Lot) 206 Juta
Frekuensi Transaksi (X) 1,52 Juta
LQ45 Top 5 Gainer
1. BRPT+8,70%
2. WIFI+7,19%
3. EMTK+6,85%
4. ANTM+5,75%
5. HRTA+4,50%
LQ45 Top 5 Loser
1. JPFA-3,71%
2. KLBF-2,61%
3. CPIN-1,89%
4. PTBA-0,87%
5. UNVR-0,85%
Kesimpulan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona positif. Tercatat pasar ekuitas dan derivatif 579 instrumen positif, 356 negatif, dan 364 stagnan. IHSG positif di tengah melemahnya Bursa Asia Pasifik, indeks -2,33% dan KOSPI -7,89% (2/7). Rupiah kembali terdepresiasi ke level Rp18.003/USD, senada dengan outflow investor asing di pasar ekuitas Rp 322 miliar (2/7). Dari emiten, ISAT rampung melakukan optimalisasi modal melalui strategi asset-light dengan melepas 84,9% saham di PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) senilai Rp11,7 triliun (dalam bentuk tunai). Transaksi tersebut non-afiliasi sampai skema inbreng saham ISAT 15,1% (sisa kepemilikan pada IFT) yang setara dengan kepemilikan 49,68% saham NFT (menjadi afiliasi). Setelah menjual aset IFT, ISAT melakukan strategi sewa balik (sale and leaseback). Strategi ini, dilakukan untuk mendapatkan dana tunai, namun tetap memanfaatkan nilai ekonomis aset infrastruktur serat optik (fiber optic). Sektor transportasi +2,22% memimpin performa indeks sektoral dan sektor material dasar +2,16%.
Sumber : Keterbukaan Informasi BEI, Ajaib Research
Disclaimer on