Kinerja Saham BUKA: Pendapatan Tumbuh -19,34%, Laba Malah Berbalik Rugi
Mikirduit•October 29, 2026

Key Takeaways
- BUKA membukukan rugi bersih Rp885,88 miliar hingga September 2026, berbalik dari laba Rp2,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Kerugian investasi Rp2,03 triliun menjadi penyebab utama pembalikan kinerja, meski pendapatan perusahaan tumbuh 19,34 persen menjadi Rp5,64 triliun.
- Bisnis gaming menjadi mesin pendapatan utama BUKA, sementara adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp11 miliar.
Rugi Investasi Rp2,03 Triliun Jadi Penyebab BUKA Berbalik Merugi
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali mencatatkan kerugian hingga kuartal III/2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan sempat membukukan laba bersih hampir Rp3 triliun.
Menariknya, kondisi ini terjadi ketika Bukalapak sudah meninggalkan bisnis marketplace untuk produk fisik dan mulai berfokus pada lini bisnis lain, seperti gaming, Mitra Bukalapak, dan investasi. Pendapatan perusahaan pun masih tumbuh dua digit secara tahunan.
Lantas, kenapa BUKA justru kembali merugi? Apakah bisnis intinya memang belum menghasilkan keuntungan, atau ada faktor lain yang membuat laba perusahaan berbalik negatif?
Rugi Investasi Jadi Biang Kerok
Hingga September 2026, Bukalapak membukukan pendapatan sebesar Rp5,64 triliun, meningkat 19,34 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp4,72 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tidak cukup untuk mempertahankan laba bersih perusahaan. BUKA justru mencatatkan rugi bersih Rp885,88 miliar, berbalik dari laba Rp2,91 triliun pada Januari-September 2025.
Penyebab utamanya berasal dari pos keuntungan dan kerugian investasi. Pada Januari-September 2026, Bukalapak mencatatkan kerugian nilai investasi sekitar Rp2,03 triliun. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih menikmati keuntungan investasi sekitar Rp2,32 triliun.

Perubahan tersebut membuat kinerja laba perusahaan tertekan secara signifikan. Bahkan, BUKA mencatatkan rugi usaha sekitar Rp1,13 triliun, berbalik dari laba usaha Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan alasan ini, bisa dibilang pembalikan kinerja bukan karena bisnisnya bermasalah, tetapi karena nilai investasinya yang punya porsi besar terhadap struktur keuangan BUKA.
Perlu dicatat juga, kerugian nilai investasi tidak selalu berarti perusahaan telah merealisasikan kerugian dalam bentuk arus kas keluar.
Kami menelisik lebih jauh dari laporan keuangan BUKA, terlihat jelas bahwa porsi obligasi mendominasi aset alokasi investasinya.
Menurut kami, di kondisi suku bunga tinggi bertahan lama, yield obligasi yang terus naik, harga obligasi jelas sedang turun, ini mengindikasikan risiko penurunan nilai investasi masih bisa bertahan selama yield obligasi juga masih di level yang tinggi.
Ini juga menunjukkan bagaimana sensitivitas BUKA terhadap kenaikan suku bunga juga relatif tinggi terhadap kinerja keuangannya.

Bisnis Gaming Jadi Mesin Pendapatan Utama BUKA
Di tengah pembalikan laba menjadi rugi, bisnis utama Bukalapak sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan, terutama dari segmen gaming.
Sepanjang Januari-September 2026, pendapatan segmen gaming mencapai Rp4,88 triliun, meningkat sekitar 26,75 persen YoY dari Rp3,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kontribusi sekitar 86,5 persen dari total pendapatan, gaming menjadi tulang punggung bisnis Bukalapak saat ini. Segmen ini mencakup transaksi produk digital gaming, termasuk pembelian voucher dan kebutuhan permainan digital lainnya.
Sementara itu, segmen lain masih menghadapi tekanan. Pendapatan dari lini online to offline yang mencakup ekosistem Mitra Bukalapak tercatat sekitar Rp483,56 miliar, turun 20,19 persen YoY. Adapun segmen retail turun sekitar 8 persen menjadi Rp208,59 miliar.
Pendapatan segmen investasi mencapai sekitar Rp67,24 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan BUKA belum merata di seluruh lini bisnis. Gaming menjadi motor utama pertumbuhan, sedangkan segmen online to offline dan retail masih perlu memperbaiki kinerjanya.

Meski demikian, ada indikator lain yang menunjukkan perbaikan operasional. Bukalapak mencatatkan adjusted EBITDA positif Rp11 miliar hingga September 2026, berbalik dari negatif Rp53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Indikator ini memberikan gambaran bahwa profitabilitas operasional yang disesuaikan mulai membaik. Namun, adjusted EBITDA bukanlah laba bersih karena tidak mencakup seluruh komponen beban dan pendapatan perusahaan, termasuk dampak investasi.
Selain memantau fundamental, kamu juga bisa mengamati aktivitas transaksi saham BUKA melalui fitur Running Trade, Broker Flow, dan Order Book di Ajaib Terminal.
Pantau pergerakan saham BUKA dan temukan insight aktivitas pasar melalui Ajaib Terminal. Nikmati broker fee Rp0 dengan transaksi di Ajaib Terminal.
Bagaimana Prospek BUKA Setelah Transformasi Bisnis?
Setelah meninggalkan bisnis marketplace untuk produk fisik, tantangan Bukalapak bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan pendapatan, tetapi juga membangun bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten.
Dominasi gaming menjadi modal penting bagi perusahaan. Namun, tingginya kontribusi pendapatan dari segmen ini juga membuat kinerja BUKA semakin bergantung pada kemampuan mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan profitabilitas bisnis gaming.
Di sisi lain, penurunan pendapatan online to offline dan retail menjadi hal yang perlu diperhatikan. Perusahaan perlu memastikan bahwa transformasi bisnis tidak hanya mengalihkan sumber pendapatan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kualitas keuntungan.
Dari sisi likuiditas, Bukalapak masih memiliki bantalan keuangan yang besar. Kas, setara kas, dan investasi likuid perusahaan tercatat sekitar Rp16,8 triliun pada akhir September 2026. Posisi ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya, meskipun nilai investasi tetap dapat berfluktuasi.
Ke depan, ada beberapa hal yang perlu kita pantau dari BUKA, mulai dari keberlanjutan adjusted EBITDA positif, pertumbuhan pendapatan gaming, pemulihan segmen online to offline, hingga perkembangan nilai portofolio investasinya yang bergantung pada siklus suku bunga.
Pada akhirnya, kembalinya BUKA mencatatkan rugi bersih tidak serta-merta menunjukkan bahwa transformasi bisnisnya gagal. Pendapatan masih tumbuh dan adjusted EBITDA sudah berbalik positif.
Namun, perusahaan masih perlu membuktikan bahwa bisnis intinya mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada naik-turunnya nilai investasi.
Pantau Pergerakan Saham Potensial di Ajaib
Memahami kinerja fundamental perusahaan BUKA dan perusahaan potensial lainnya merupakan salah satu bagian penting dalam menganalisis saham. Namun, investor juga perlu memperhatikan pergerakan harga, aktivitas transaksi, dan distribusi broker untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dinamika pasar.
Download Ajaib Terminal sekarang dan manfaatkan fitur Running Trade, Broker Flow, Inventory Analysis, serta Multi-Order Book untuk mendukung aktivitas trading saham Indonesia.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!