Analisis Saham

Emiten BUMN Ramai-Ramai Buyback Saat IHSG Tertekan, Seberapa Besar Daya Serapnya terhadap Jual Asing?

Afif Alfaris•October 27, 2026

Emiten BUMN Ramai-Ramai Buyback Saat IHSG Tertekan, Seberapa Besar Daya Serapnya terhadap Jual Asing

Key Takeaways

  • Lima emiten BUMN menyiapkan anggaran buyback sekitar Rp7,3 triliun, setara sekitar satu pekan jual bersih asing (Rp6,67 triliun).
  • Bila dibelanjakan merata selama sekitar tiga bulan, daya serap hariannya sekitar 9% dari rata-rata jual bersih asing harian.
  • OJK memperpanjang buyback tanpa RUPS hingga Juni 2027, dengan syarat batas minimum free float tetap terpenuhi dan saham hasil buyback dialihkan kembali ke publik.
  • Indeks IDX BUMN20 naik 12,84% sepekan meski asing masih menjual, sehingga buyback lebih berfungsi meredam tekanan dan memperbaiki sentimen.

Buyback Ramai Diumumkan saat IHSG Tertekan

Setelah IHSG anjlok tajam pada pertengahan Oktober, sejumlah emiten BUMN mengumumkan buyback, yaitu pembelian kembali saham sendiri dari pasar. Langkah ini umumnya dipakai untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberi sinyal bahwa manajemen menilai harga sahamnya sudah menarik. Rincian anggarannya sebagai berikut.

Tabel 1. Anggaran Buyback Emiten BUMN

EmitenAnggaran maksimalPeriodeDasar
TLKMRp4 triliun (sisa lebih dari Rp3 triliun per 19 Oktober)9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027, dipercepatRUPS tahunan
BMRIRp1,17 triliun30 April 2026 hingga 29 April 2027RUPS tahunan
BBRI (tahap II)Rp1 triliun22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027Kondisi pasar berfluktuasi signifikan
BBNIRp627 miliar27 Juli hingga 26 Oktober 2026Lanjutan setelah buyback hasil RUPS tahunan tuntas
BRISRp500 miliar27 Oktober 2026 hingga 26 Januari 2027Kas internal
TotalSekitar Rp7,3 triliun––

*Angka adalah batas maksimal, bukan realisasi. Saham hasil buyback BBRI tahap II direncanakan untuk program kepemilikan saham karyawan dan manajemen (MESOP).

Di luar BUMN, 17 emiten menyiapkan buyback senilai Rp17,12 triliun per 22 Oktober. Anggaran terbesar datang dari BBCA sebesar Rp5 triliun, disusul UNTR Rp2 triliun.

Aksi korporasi semacam ini kerap memicu perubahan pergerakan modal di pasar saham. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Kamu untuk memantau apakah saham target sedang mengalami akumulasi atau distribusi secara presisi melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.

Indeks BUMN Naik 12,84%, tetapi Asing Masih Menjual

Gelombang buyback ini terlihat jelas dampaknya pada pergerakan saham BUMN pekan lalu.

Tabel 2. Kinerja Indeks Sepekan (19 hingga 23 Oktober 2026)

IndeksPerubahan
IDX BUMN20+12,84%
IDX30+7,95%
LQ45+7,57%
IHSG+4,90%
Jual bersih asingRp6,67 triliun

*IDX BUMN20 berisi 20 saham BUMN dan anak usahanya dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar besar.

Saham BUMN menjadi penggerak utama IHSG. BMRI (+15%), BBRI (+10,2%), TLKM (+17,9%), dan BBNI (+15,2%) menyumbang sekitar 127 poin dari kenaikan IHSG sebesar 254 poin, atau hampir separuhnya.

Namun, asing tetap menjual. Pada 20 Oktober saja, jual bersih asing mencapai Rp2,21 triliun, dengan BBRI dan BMRI di antara saham yang paling banyak dilepas. Artinya, kenaikan harga terjadi bersamaan dengan arus keluar dana asing.

Seberapa Besar Daya Serap Buyback terhadap Jual Asing?

Pertanyaannya, seberapa besar buyback mampu menyerap tekanan jual tersebut? Perbandingan skalanya terangkum berikut.

Tabel 3. Perbandingan Anggaran Buyback BUMN (Rp7,3 Triliun) dengan Jual Asing

PembandingNilaiRasio anggaran buyback BUMN
Jual bersih asing sepekan (19 hingga 23 Oktober)Rp6,67 triliunSekitar 1,1 kali
Rata-rata jual bersih asing harianSekitar Rp1,33 triliunSetara sekitar 5,5 hari
Anggaran buyback per hari, bila merata selama sekitar 3 bulan (63 hari bursa)Sekitar Rp116 miliarSekitar 9% dari jual asing harian
Jual bersih asing sejak awal tahun (hingga 20 Oktober)Sekitar Rp92 triliunSekitar 8%

*Angka hasil perhitungan dengan asumsi anggaran terserap penuh. Realisasi umumnya lebih rendah, dan sisa dana TLKM per 19 Oktober sekitar Rp3 triliun.

Dari tabel tersebut, buyback lebih tepat dibaca sebagai peredam tekanan dan sinyal keyakinan manajemen, bukan penyerap seluruh arus keluar. Anggaran Rp7,3 triliun memang setara satu pekan jual asing, tetapi hanya sekitar 8% dari total jual bersih asing sepanjang tahun berjalan.

Meski begitu, angka rata-rata tidak sepenuhnya menggambarkan dampaknya. Pembelian terkonsentrasi di saham tertentu dan bisa dilakukan pada hari ketika tekanan jual paling besar, sehingga pengaruhnya terhadap harga per saham dapat lebih terasa dibanding rasio rata-ratanya.

Buyback Tanpa RUPS, Apa Bedanya dan Mengapa Diperpanjang?

Kecepatan pelaksanaan buyback ini didukung aturan khusus dari OJK, dengan perbedaan berikut.

Tabel 4. Buyback Biasa vs Buyback Tanpa RUPS

AspekBuyback biasaBuyback tanpa RUPS
DasarPOJK 29/2023POJK 13/2023 (kondisi pasar berfluktuasi signifikan)
PersetujuanRUPSTidak perlu RUPS
KecepatanButuh waktu persiapan RUPSBisa segera setelah keterbukaan informasi
BerlakuKapan sajaDiperpanjang hingga Juni 2027 (sebelumnya akhir 2026)

*RUPS (rapat umum pemegang saham) adalah forum pengambilan keputusan tertinggi emiten. Batas jumlah saham dan jangka waktu pengalihan mengikuti ketentuan POJK yang berlaku.

OJK menyebut perpanjangan ini menjawab kebutuhan emiten akan kepastian waktu, saat harga saham dinilai menarik. Tenggat barunya bertepatan dengan jadwal keputusan final MSCI pada 30 Juni 2027.

Tidak semua buyback BUMN memakai jalur ini. TLKM dan BMRI, misalnya, mendapat persetujuan lewat RUPS tahunan.

Free Float dan Refloat, Batas yang Menyeimbangkan

Kemudahan ini datang dengan syarat yang relevan dengan isu MSCI.

Buyback mengurangi jumlah saham yang beredar di publik atau free float, padahal MSCI dan BEI sedang menyoroti free float dan saham HSC (high shareholding concentration, kepemilikan sangat terkonsentrasi). Di daftar 17 emiten, DSSA, BREN, dan CUAN, yang termasuk saham HSC, juga menggelar buyback.

Karena itu, OJK menegaskan buyback tidak boleh mengabaikan batas minimum free float. Saham hasil buyback juga wajib dialihkan kembali ke publik atau refloat dalam jangka waktu yang diatur, sehingga pengurangan free float bersifat sementara.

Posisi Danantara dalam Gambaran Ini

Selain emiten, ada pembeli besar lain yang perlu diperhitungkan, yaitu Danantara sebagai pengelola investasi negara.

Pandu Sjahrir menyebut Danantara mulai membeli saham yang dinilai menarik sejak 21 hingga 22 Oktober, dan akan melanjutkan selama valuasinya menarik. Rosan Roeslani menilai valuasi bank BUMN berada di bawah median industrinya dan melihat koreksi pasar sebagai peluang jangka panjang.

Meski begitu, nilai pembelian Danantara belum diungkap. Akibatnya, daya serap gabungan buyback emiten dan pembelian Danantara terhadap jual asing belum bisa dihitung.

Mengapa Kenaikan Saham BUMN Belum Berarti Tekanan Asing Berakhir?

Karena sumber pembelinya beragam, kenaikan indeks BUMN perlu dibaca dengan hati-hati. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan trader berikut.

  • Sumber pembeli berbeda dari penjual. Kenaikan harga bisa ditopang pembeli domestik, buyback, dan Danantara, sementara asing tetap menjual, sehingga arah dana asing belum tentu berubah.
  • Konfirmasi datang dari arus asing. Tanda tekanan mereda umumnya terlihat saat jual bersih asing mengecil beberapa hari berturut-turut, lalu berbalik menjadi beli bersih.
  • Realisasi lebih penting dari pengumuman. Bedakan buyback yang sudah terealisasi dari yang baru diumumkan, karena emiten wajib menyampaikan laporan realisasi buyback.

Anda dapat menggunakan fitur Broker Summary di Ajaib Terminal dengan filter investor asing, lalu memeriksa Done Details untuk melihat apakah broker pelaksana buyback benar-benar aktif membeli di BBRI dan TLKM.

Cara Memantau Realisasi Buyback di Ajaib Terminal

Pemantauan ini bisa dilakukan melalui tiga langkah berikut.

Langkah 1, Cek Broker Pembeli di Broker Summary

Bandingkan pembelian broker domestik dengan penjualan asing memakai filter tipe investor. Bila pembelian domestik konsisten menyerap jual asing, harga cenderung lebih stabil.

Langkah 2, Telusuri Transaksi Besar di Done Details

Lihat harga dan waktu transaksi besar. Pembelian rutin di area harga yang sama dapat menjadi petunjuk adanya pembeli yang menjaga harga.

Langkah 3, Pantau Perubahan Kepemilikan di Inventory Analysis

Lihat apakah akumulasi broker berlanjut dari hari ke hari. Akumulasi beberapa hari lebih bermakna dibanding pembelian di satu sesi.

Buyback membantu meredam tekanan, tetapi pembalikan arah tetap membutuhkan konfirmasi dari arus dana asing. Selain saham BUMN, Anda dapat menempatkan dana di reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, SBN ritel ST017 yang dijadwalkan dibuka 6 November hingga 2 Desember 2026, Tabungan Ajaib, saham AS dan ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa), atau aset kripto.

Pantau pergerakan sahamnya dan mulai trading lebih cepat dan powerful dengan Ajaib. Download sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!